Nabi ﷺ mengabarkan bahwa iman terdiri dari banyak cabang yang mencakup amalan, keyakinan, dan ucapan. Beliau memaparkan bahwa cabang iman yang paling tinggi dan paling utama ialah ucapan "lā ilāha illallāh" disertai dengan mengetahui maknanya dan mengamalkan kandungannya. Maknanya: Allah satu-satunya sembahan yang Maha Esa lagi Mahatunggal dan yang berhak diibadahi, tidak ada sembahan yang lain. Juga menjelaskan bahwa amalan iman yang paling rendah ialah menyingkirkan semua hal yang mengganggu orang dari jalan mereka. Kemudian beliau ﷺ menyampaikan bahwa malu bagian dari cabang iman, yaitu suatu akhlak yang mendorong untuk melakukan yang baik dan meninggalkan yang buruk.
- 1- Iman itu bertingkat-tingkat, sebagiannya lebih afdal dari yang lain.
- 2- Iman terdiri dari perkataan, perbuatan dan keyakinan.
- 3- Malu kepada Allah Ta'ala menuntut agar Allah tidak melihat Anda di tempat yang Dia larang serta tidak kehilangan Anda pada tempat yang Dia perintahkan.
- 4- Penyebutan bilangan cabang iman tidak menunjukkan pembatasan pada bilangan itu, tetapi menunjukkan banyaknya cabang iman, karena bangsa Arab kadang menyebutkan bilangan pada sesuatu tetapi tidak bermaksud sebagai pembatasan bilangan itu.
صحيح البخاري (1/ 11) (9). صحيح مسلم (1/ 63) (35). نزهة المتقين شرح رياض الصالحين (1/ 154). شرح رياض الصالحين، لابن عثيمين (2/ 169). تطريز رياض الصالحين، لفيصل آل مبارك (ص106). بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، لسليم لهلالي (1/ 205).