Hadis ini menjelaskan bahwa sifat amanah lenyap dari hati manusia sedikit demi sedikit. Apabila bagian pertamanya hilang, sirnalah cahayanya dan diganti kegelapan seperti bintik-bintik, yakni berbentuk warna yang berbeda dengan warna asalnya. Bila bagian lainnya hilang, bekasnya menjadi seperti melepuh, yakni bekas yang kuat dan hampir tidak hilang kecuali setelah beberapa waktu. Kegelapan ini lebih pekat dibanding sebelumnya. Kemudian beliau menyerupakan hilangnya cahaya sifat amanah tersebut -setelah berada di hati dan keluarnya darinya setelah tertanam di dalamnya dan digantikan dengan kegelapan- seperti bara api yang digelindingkan pada kaki hingga melepuhkannya, kemudian bara itu hilang sementara lepuhan masih ada. Perbuatan beliau mengambil kerikil dan menggelindingkannya dimaksudkan untuk lebih memperjelas permisalan yang beliau sabdakan. “Maka orang-orangpun” -setelah bangun dari tidur yang di dalamnya sifat amanah itu dicabut- “berjual beli, tapi tak seorangpun” dari mereka “yang nyaris” yakni hampir “menunaikan amanah”, apalagi bila benar-benar menunaikannya. “Sampai-sampai dikatakan” karena langkanya sifat ini dan populernya orang yang menyandangnya, "Di bani fulan ada orang yang amanah" yakni, memiliki sifat amanah. “Hingga dikatakan pada orang itu, "Alangkah sabarnya ia” dalam beramal, “mā aẓrafahu” (Alangkah cerdiknya ia!), berasal dari kata aẓ-ẓarf (kecerdikan). “Alangkah dewasanya ia!" Yakni, alangkah kuat kesadaran dan kecerdikannya. “Padahal sebenarnya di hatinya tak ada seberat biji sawipun dari keimanan." Apalagi sifat amanah yang merupakan cabang dari keimanan, tentu tidak ada. “Sungguh telah datang padaku satu zaman yang aku tidak peduli siapa di antara kalian yang aku berjual beli dengannya.” Yakni, aku tidak peduli dengan orang yang aku ajak jual beli karena aku tahu amanah belum terangkat dan manusia masih menunaikan janji. Sehingga aku memilih berjual beli dengan orang yang aku temui tanpa meneliti sisi amanahnya karena aku masih percaya pada manusia dan sifat amanah mereka. “Adapun hari ini” maka sifat amanah telah hilang kecuali hanya sedikit. Karenanya ia mengatakan, “aku tidak melakukan jual beli dengan kalian kecuali dengan fulan dan fulan." Yakni, beberapa person yang aku kenal dan aku mempercayai mereka.
صحيح البخاري، تأليف: محمد بن إسماعيل البخاري، تحقيق: محمد زهير بن ناصر الناصر، دار طوق النجاة ترقيم محمد فؤاد عبدالباقي، ط 1422هـ. صحيح مسلم، تأليف: مسلم بن حجاج النيسابوري، تحقيق: محمد فؤاد عبدالباقي، دار إحياء التراث العربي. بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، تأليف: سليم بن عيد الهلالي، دار ابن الجوزي. نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، تأليف: مصطفى الخن ومصطفى البغا ومحي الدين مستو وعلي الشربجي ومحمد لطفي، مؤسسة الرسالة، ط 14، عام 1407 - 1987. دليل الفالحين لطرق رياض الصالحين، تأليف: محمد علي بن محمد البكري الصديقي، عناية: خليل مأمون شيحا، الناشر: دار المعرفة، ط.4، 1425هـ. رياض الصالحين، للنووي، نشر: دار ابن كثير للطباعة والنشر والتوزيع، دمشق – بيروت، تحقيق: ماهر ياسين الفحل، الطبعة الأولى، 1428هـ - 2007م. كنوز رياض الصالحين، نشر: دار كنوز إشبيليا، الطبعة: الأولى، 1430ه 2009م.