عن حذيفة بن اليمان رضي الله عنه قال: حَدَثَنا رسول الله صلى الله عليه وسلم حدِيثَين قَد رَأَيتُ أَحَدَهُما وأنا أنتظر الآخر: حدثنا أنَّ الأمَانة نَزَلَت في جَذر قُلُوب الرِّجال، ثمَّ نزل القرآن فَعَلِموا مِن القرآن، وعَلِمُوا مِن السُنَّة، ثمَّ حدَّثنا عن رفع الأمانة، فقال: «يَنَامُ الرَّجُلُ النَّومَة فَتُقْبَضُ الأَمَانَةُ مِنْ قَلْبِهِ، فَيَظَلُّ أَثَرُهَا مِثلَ الوَكْتِ، ثُمَّ يَنَامُ النَّومَةَ فَتُقبَض الأَمَانَة مِن قَلْبِه، فَيَظَلُّ أَثَرُها مِثل أَثَر المَجْلِ، كَجَمْرٍ دَحْرَجْتَهُ عَلى رِجْلِكَ فَنَفِطَ، فَتَرَاهُ مُنْتَبِراً وَلَيس فِيه شَيء»، ثم أَخَذ حَصَاةً فَدَحْرَجَه على رجله «فَيَصبَح النَّاس يَتَبَايَعُون، فَلاَ يَكَاد أَحَدٌ يُؤَدِّي الأَمَانَةَ حَتَّى يُقَال: إِنَّ فِي بَنِي فُلاَن رَجُلاً أَمِيناً، حَتَّى يُقَال للرَّجُل: مَا أَجْلَدَهُ! مَا أَظْرَفَه! مَا أَعْقَلَه! وَمَا فِي قَلبِه مِثْقَالُ حَبَّة مِن خَرْدَل مِنْ إيمان»، ولَقَد أتى عَلَيَّ زَمَان وما أُبَالي أَيُّكُم بَايعت: لئِن كان مُسلِمًا لَيَرُدَنَّه عَلَيَّ دِينه، وَإِن كان نصرانيا أو يهوديا ليَرُدنَّه عَلَيَّ سَاعِيه، وأَمَّا اليوم فَمَا كُنت أَبَايِعُ مِنكُم إِلاَّ فُلاَنا وفُلاَناً».
Dari Ḥużaifah bin Al-Yamān -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menceritakan pada kami tentang dua peristiwa yang salah satunya aku telah saksikan terjadi dan aku sedang menanti terjadinya yang kedua. Beliau bercerita pada kami bahwa sifat amanah turun di dasar hati orang-orang, kemudian diturunkanlah Al-Qur`ān sehingga merekapun memahami Al-Qur`ān dan sunnah. Kemudian beliau bercerita pada kami tentang diangkatnya sifat amanah. Beliau menuturkan, "Seseorang tidur sekali, lalu sifat amanah dicabut dari hatinya hingga bekasnya tinggal seperti bintik-bintik. Kemudian ia tidur sekali lagi lalu sifat amanah dicabut dari hatinya hingga bekasnya menjadi seperti bekas lepuhan, laksana bara api yang engkau gelindingkan ke kakimu hingga ia melepuh, sampai-sampai engkau melihatnya mengembung namun tak ada apa-apa di dalamnya." Kemudian beliau mengambil kerikil dan menggelindingkannya pada kakinya. "Maka orang-orangpun berjual beli, tapi tak seorangpun yang nyaris menunaikan amanah, hingga dikatakan, "Di bani fulan ada orang yang amanah". Sampai-sampai dikatakan pada orang itu, "Alangkah sabarnya ia! Alangkah cerdiknya ia! Alangkah dewasanya ia!" Padahal sebenarnya di hatinya tak ada seberat biji sawipun dari keimanan." Sungguh telah datang padaku satu zaman yang aku tidak peduli siapa diantara kalian yang aku berjual beli dengannya, jika ia seorang muslim pasti agamanya akan mengembalikannya padaku dan jika ia seorang nasrani atau yahudi pasti penguasanya akan mengembalikannya padaku, adapun hari ini aku tidak melakukan jual beli dengan kalian selain dengan fulan dan fulan."
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan
Hadis ini menjelaskan bahwa sifat amanah lenyap dari hati manusia sedikit demi sedikit. Apabila bagian pertamanya hilang, sirnalah cahayanya dan diganti kegelapan seperti bintik-bintik, yakni berbentuk warna yang berbeda dengan warna asalnya. Bila bagian lainnya hilang, bekasnya menjadi seperti melepuh, yakni bekas yang kuat dan hampir tidak hilang kecuali setelah beberapa waktu. Kegelapan ini lebih pekat dibanding sebelumnya. Kemudian beliau menyerupakan hilangnya cahaya sifat amanah tersebut -setelah berada di hati dan keluarnya darinya setelah tertanam di dalamnya dan digantikan dengan kegelapan- seperti bara api yang digelindingkan pada kaki hingga melepuhkannya, kemudian bara itu hilang sementara lepuhan masih ada. Perbuatan beliau mengambil kerikil dan menggelindingkannya dimaksudkan untuk lebih memperjelas permisalan yang beliau sabdakan. “Maka orang-orangpun” -setelah bangun dari tidur yang di dalamnya sifat amanah itu dicabut- “berjual beli, tapi tak seorangpun” dari mereka “yang nyaris” yakni hampir “menunaikan amanah”, apalagi bila benar-benar menunaikannya. “Sampai-sampai dikatakan” karena langkanya sifat ini dan populernya orang yang menyandangnya, "Di bani fulan ada orang yang amanah" yakni, memiliki sifat amanah. “Hingga dikatakan pada orang itu, "Alangkah sabarnya ia” dalam beramal, “mā aẓrafahu” (Alangkah cerdiknya ia!), berasal dari kata aẓ-ẓarf (kecerdikan). “Alangkah dewasanya ia!" Yakni, alangkah kuat kesadaran dan kecerdikannya. “Padahal sebenarnya di hatinya tak ada seberat biji sawipun dari keimanan." Apalagi sifat amanah yang merupakan cabang dari keimanan, tentu tidak ada. “Sungguh telah datang padaku satu zaman yang aku tidak peduli siapa di antara kalian yang aku berjual beli dengannya.” Yakni, aku tidak peduli dengan orang yang aku ajak jual beli karena aku tahu amanah belum terangkat dan manusia masih menunaikan janji. Sehingga aku memilih berjual beli dengan orang yang aku temui tanpa meneliti sisi amanahnya karena aku masih percaya pada manusia dan sifat amanah mereka. “Adapun hari ini” maka sifat amanah telah hilang kecuali hanya sedikit. Karenanya ia mengatakan, “aku tidak melakukan jual beli dengan kalian kecuali dengan fulan dan fulan." Yakni, beberapa person yang aku kenal dan aku mempercayai mereka.
Rujukan
صحيح البخاري، تأليف: محمد بن إسماعيل البخاري، تحقيق: محمد زهير بن ناصر الناصر، دار طوق النجاة ترقيم محمد فؤاد عبدالباقي، ط 1422هـ.
صحيح مسلم، تأليف: مسلم بن حجاج النيسابوري، تحقيق: محمد فؤاد عبدالباقي، دار إحياء التراث العربي.
بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، تأليف: سليم بن عيد الهلالي، دار ابن الجوزي.
نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، تأليف: مصطفى الخن ومصطفى البغا ومحي الدين مستو وعلي الشربجي ومحمد لطفي، مؤسسة الرسالة، ط 14، عام 1407 - 1987.
دليل الفالحين لطرق رياض الصالحين، تأليف: محمد علي بن محمد البكري الصديقي، عناية: خليل مأمون شيحا، الناشر: دار المعرفة، ط.4، 1425هـ.
رياض الصالحين، للنووي، نشر: دار ابن كثير للطباعة والنشر والتوزيع، دمشق – بيروت، تحقيق: ماهر ياسين الفحل، الطبعة الأولى، 1428هـ - 2007م.
كنوز رياض الصالحين، نشر: دار كنوز إشبيليا، الطبعة: الأولى، 1430ه 2009م.
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Maukah kalian aku beritahukan ciri-ciri Dajal yang tidak pernah diberitahukan oleh seorang nabi terdahulu kepada umatnya? Sesungguhnya matanya buta sebelah dan ia datang dengan membawa replika surga dan neraka. Apa yang ia sebut sebagai surga pada hakikatnya adalah neraka. Sungguh, aku memperingatkan kalian tentangnya sebagaimana yang telah diperingatkan oleh Nabi Nuh kepada kaumnya."
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan
Nabi ﷺ mengabarkan kepada sahabat-sahabatnya tentang Dajal dan ciri-cirinya yang belum pernah disampaikan oleh seorang nabi sebelumnya, di antaranya:
1- Matanya buta sebelah.
2- Allah Ta'ala memberikan padanya replika surga dan neraka menurut pandangan mata.
Akan tetapi, surganya adalah neraka, dan nerakanya adalah surga. Siapa yang patuh kepadanya akan dimasukkannya ke dalam surga menurut yang dilihat manusia, tetapi hakikatnya adalah api yang membakar. Sebaliknya, orang yang membangkang padanya akan dimasukkannya ke dalam neraka menurut yang dilihat manusia, tetapi hakikatnya adalah surga yang nikmat. Kemudian Nabi ﷺ mengingatkan fitnah Dajal sebagimana yang telah diperingatkan oleh Nabi Nuh kepada kaumnya.
Faedah
1- Besarnya fitnah Dajal.
2- Faktor keselamatan dari fitnah Dajal ialah iman yang jujur, kembali kepada Allah Ta'ala, berlindung dengan Allah dari Dajjal pada tasyahud akhir, dan menghafal sepuluh ayat pertama surah Al-Kahfi.
3- Besarnya perhatian Nabi ﷺ terhadap umatnya dengan menjelaskan kepada mereka tentang ciri-ciri Dajal yang belum pernah diterangkan oleh seorang nabi sebelumnya.
Rujukan
صحيح البخاري (4/ 134) (3338).
صحيح مسلم (4/ 2250) (2936).
عن أبي هريرة رضي الله عنه قالَ: قالَ رَسُولُ اللَّه -صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم-: «والذي نفسي بيده لا تذهب الدنيا حتى يمر الرجل على القبر، فَيَتَمَرَّغَ عليه ويقول: يا ليتني كنت مكان صاحب هذا القبر، وليس به الدِّينُ، ما به إلا البلاء».
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, dia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Demi Zat yang jiwaku berada di tangan-Nya, dunia ini tidak akan hilang sampai seseorang melewati kuburan, lalu ia berguling-guling di atasnya dan berkata, "Seandainya aku berada di tempat pemilik kuburan ini," dan tidak ada agama padanya. Yang ada hanyalah bencana."
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan
Nabi yang mulia Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengabarkan kepada kita bahwa di akhir zaman akan ada seseorang melewati kuburan orang lain lalu ia berguling-guling di tanah, dia ingin berada di tempat orang itu karena berbagai keruwetan duniawi, fitnah, dan ujian yang menderanya. Hal ini disebabkan mayat itu sudah beristirahat dari kesengsaraan dan keletihan dunia. hadis ini tidak menjelaskan (pembolehan) mengharapkan kematian, tetapi ini merupakan pemberitahuan mengenai apa yang akan terjadi di akhir zaman.
Rujukan
صحيح البخاري، تأليف: محمد بن إسماعيل البخاري, تحقيق: محمد زهير بن ناصر الناصر, دار طوق النجاة ترقيم محمد فؤاد عبدالباقي, 1422ه.
صحيح مسلم، تأليف: مسلم بن حجاج النيسابوري, تحقيق: محمد فؤاد عبدالباقي, دار إحياء التراث العربي.
دليل الفالحين لطرق رياض الصالحين, تأليف: محمد علي بن محمد البكري الصديقي, عناية: خليل مأمون شيحا, الناشر: دار المعرفة, ط 4، 1425ه.
بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين, تأليف: سليم بن عيد الهلالي, دار ابن الجوزي.
نزهة المتقين شرح رياض الصالحين, تأليف: مصطفى الخن ومصطفى البغا ومحي الدين مستو وعلي الشربجي ومحمد لطفي, مؤسسة الرسالة, ط 14، 1407ه - 1987م.
تطريز رياض الصالحين, تأليف: فيصل مبارك, دار العاصمة, 1423ه – 2002م.
عن أبي هريرة رضي الله عنه مرفوعاً: «لا تقوم الساعة حتى يحسر الفرات عن جبل من ذهب يُقْتَتَلُ عليه، فَيُقْتَلُ من كل مائة تسعة وتسعون، فيقول كل رجل منهم: لعلي أن أكون أنا أنجو».
وفي رواية: «يوشك أن يحسر الفرات عن كنز من ذهب، فمن حضره فلا يأخذ منه شيئا».
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', (Nabi bersabda), "Hari kiamat tidak akan terjadi hingga sungai Eufrat menyingkapkan gunung emas (yang membuat manusia) berperang memperebutkannya, sehingga dari setiap 100 orang terbunuh 99 orang. Setiap orang dari mereka berkata: semoga aku yang selamat." Dalam riwayat lain (disebutkan), "Hampir saja sungai Eufrat menyingkapkan timbunan emas, siapa menjumpai masa itu maka janganlah ia mengambilnya sedikitpun."
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan
Nabi kita yang mulia -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengabarkan kepada kita bahwa pada saat dekatnya hari kiamat, sungai Eufrat akan menyingkap timbunan emas atau gunung dari emas. Artinya emas akan keluar dalam bentuk gunung, dan bahwa manusia akan saling membunuh untuk memperebutkannya, sebab itu termasuk fitnah (ujian). Kemudian beliau -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melarang kita yang menjumpai/mengalami peristiwa itu untuk mengambilnya, karena tidak ada seorang pun yang selamat darinya. Dan barangkali sebagian orang yang menyaksikan peristiwa itu akan menakwilkan hadis ini dan memalingkannya dari makna yang sesungguhnya demi memudahkan dirinya untuk mengambilnya. Kita berlindung kepada Allah dari berbagai fitnah.
Rujukan
- رياض الصالحين من كلام سيد المرسلين، للإمام أبي زكريا النووي، تحقيق د. ماهر الفحل، دار ابن كثير، دمشق، الطبعة الأولى، 1428ه.
- بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، تأليف سليم الهلالي، دار ابن الجوزي، الطبعة الأولى، 1418ه.
- نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، تأليف د. مصطفى الخِن وغيره، مؤسسة الرسالة، بيروت، الطبعة الرابعة عشر، 1407هـ.
- صحيح البخاري، للإمام أبي عبد الله محمد بن إسماعيل البخاري، عناية محمد زهير الناصر، دار طوق النجاة، الطبعة الأولى، 1422هـ.
- صحيح مسلم، للإمام مسلم بن الحجاج، حققه ورقمه محمد فؤاد عبد الباقي، دار عالم الكتب، الرياض، الطبعة الأولى، 1417هـ.
- شرح رياض الصالحين، للشيخ محمد بن صالح العثيمين، مدار الوطن، الرياض، 1426هـ.
عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: سمعتُ رسولَ اللهِ - صلى الله عليه وسلم - يقولُ: (يتركون المدينة على خير ما كانت، لا يَغْشَاهَا إلا العَوَافِي يريد -عوافي السِّباع والطير-، وآخِر من يُحْشَرُ راعيان من مُزَيْنَةَ، يُرِيدَانِ المدينةَ يَنْعِقَانِ بغنمهما، فيَجِدَانِها وُحُوشًا، حتى إذا بلغا ثَنِيَّةَ الوَدَاعِ خَرَّا على وُجوههما).
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, saya mendengar Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Kelak orang-orang akan meninggalkan kota Madinah yang penuh dengan kebaikan. Tidak ada yang menghuninya selain hewan yang mencari makanan -maksudnya bintang buas dan burung-. Dan manusia paling akhir yang bakal dikumpulkan di padang mahsyar adalah dua orang penggembala kambing dari kabilah Muzainah yang menuju Madinah untuk menggembalakan kambingnya, namun keduanya mendapati kota Madinah dalam kondisi sangat menyeramkan. Ketika sampai di daerah Ṡaniyah al-Wadā' keduanya meninggal dunia."
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan
Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengabarkan kepada kita bahwa kota Madinah -semoga Allah menambah kemuliaan dan keagungannya- bakal ditinggalkan oleh penghuninya, sehingga yang tinggal di sana hanyalah binatang buas dan burung-burung, tidak ada manusia. Ini akan terjadi di akhir zaman. Saat itu akan ada dua penggembala kambing dari kabilah Muzainah datang untuk menggembalakan kambing-kambingnya, namun keduanya mendapati kota Madinah dalam kondisi yang sepi dan menyeramkan. Kedua orang ini merupakan orang yang paling akhir digiring ke padang Mahsyar. Ketika sampai di daerah Ṡaniyah al-Wadā', keduanya langsung meninggal dunia.
Rujukan
نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، مجموعة من الباحثين، مؤسسة الرسالة، بيروت، الطبعة: الرابعة عشر 1407هـ، 1987م.
دليل الفالحين لطرق رياض الصالحين، محمد علي بن البكري بن علان، نشر دار الكتاب العربي.
شرح رياض الصالحين، محمد بن صالح العثيمين، مدار الوطن، الرياض، 1426هـ.
بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، سليم بن عيد الهلالي، دار ابن الجوزي، الدمام، الطبعة: الأولى 1418هـ.
صحيح البخاري، محمد بن إسماعيل البخاري الجعفي، تحقيق: محمد زهير الناصر، دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم: محمد فؤاد عبد الباقي)، الطبعة: الأولى 1422هـ.
صحيح مسلم، مسلم بن الحجاج القشيري النيسابوري، تحقيق محمد فؤاد عبد الباقي، دار إحياء التراث العربي، بيروت، الطبعة: 1423هـ.
عن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه مرفوعاً: «يكون خليفة من خلفائكم في آخر الزمان يحثُو المالَ ولا يَعُدُّهُ».
Dari Abu Said Al-Khudri -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', (Nabi bersabda), "Akan ada salah seorang khalifah kalian di akhir zaman yang menaburkan harta dan tidak menghitungnya."
Diriwayatkan oleh MuslimDerajatHadis sahih
Penjelasan
Rasul yang mulia -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengabarkan kepada kita bahwa di akhir zaman akan ada seorang khalifah kaum muslimin yang menginfakkan harta tanpa bilangan dan tanpa perhitungan karena banyaknya harta benda dan harta rampasan perang disertai kedermawanan dirinya.
Rujukan
نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، نشر: مؤسسة الرسالة، الطبعة: الرابعة عشر، 1407ه - 1987م.
شرح رياض الصالحين، لابن عثيمين، نشر: دار الوطن للنشر، الرياض، الطبعة: 1426ه.
بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، للهلالي، نشر: دار ابن الجوزي.
صحيح مسلم، تحقيق: محمد فؤاد عبد الباقي، نشر: دار إحياء التراث العربي – بيروت.
عن أبي موسى الأشعري رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «لَيَأْتِيَنَّ على الناس زمانٌ يَطُوفُ الرجلُ فيه بالصدقة من الذهب فلا يجد أحدا يأخذها منه، ويُرَى الرجلُ الواحدُ يَتْبَعُهُ أربعون امرأة يَلُذْنَ به من قِلَّةِ الرجال وكَثْرَةِ النساء».
Dari Abu Musa al-Asy'ari -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', "Sungguh akan datang pada manusia satu zaman di mana seseorang berkeliling membawa sedekah emas namun ia tidak menemukan seorang pun yang mau mengambilnya, dan satu orang laki-laki terlihat diikuti 40 wanita; mereka berlindung padanya akibat sedikitnya jumlah lelaki dan banyaknya jumlah wanita."
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan
Harta akan melimpah di tengah-tengah manusia, hingga tidak ada orang yang mau mengambilnya. Dan kaum laki-laki akan berjumlah sedikit sedang wanita berjumlah banyak, baik karena faktor adanya peperangan-peperangan yang dahsyat atau faktor tingginya kelahiran wanita, hingga satu orang laki-laki memiliki 40 wanita yang terdiri dari putri, saudari, dan kerabat-kerabat wanita lainnya, mereka semua berlindung dan meminta bantuan pada dirinya.
Rujukan
نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، نشر: مؤسسة الرسالة، الطبعة: الرابعة عشر، 1407هـ - 1987م.
بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، للهلالي، نشر: دار ابن الجوزي.
صحيح البخاري، نشر: دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم محمد فؤاد عبد الباقي)، الطبعة: الأولى، 1422هـ.
صحيح مسلم، تحقيق: محمد فؤاد عبد الباقي، نشر: دار إحياء التراث العربي – بيروت.
عن مرداس الأسلمي رضي الله عنه قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ -صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ-: «يذهب الصالحون الأول فالأول، ويبقى حُثَالَةٌ كَحُثَالَةِ الشعير أو التمر لا يُبَالِيهُم الله بَالَةً».
Dari Mirdās Al-Aslami -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Orang-orang saleh satu per satu telah meninggal dunia dan tersisa orang-orang buruk seperti sisa gandum atau kurma yang jelek. Allah tidak memedulikan mereka."
Diriwayatkan oleh BukhariDerajatHadis sahih
Penjelasan
Nabi yang mulia -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengabarkan kepada kita bahwa di akhir zaman Allah akan mencabut nyawa orang-orang saleh, hingga yang tersisa adalah orang-orang yang tidak layak untuk dihargai, maka Allah tidak akan menganggap keberadaannya, tidak akan memperhitungkannya, tidak merahmatinya, dan tidak menurunkan rahmat kepada mereka. Mereka itu seburuk-buruk manusia di sisi Allah dan di masa merekalah kiamat terjadi.
Rujukan
نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، نشر: مؤسسة الرسالة، الطبعة: الرابعة عشر، 1407ه 1987م.
بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، للهلالي، نشر: دار ابن الجوزي.
تطريز رياض الصالحين، لفيصل الحريملي، نشر: دار العاصمة، الرياض، الطبعة: الأولى، 1423هـ - 2002م.
صحيح البخاري، نشر: دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم محمد فؤاد عبد الباقي)، الطبعة: الأولى، 1422ه.
Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com