Nabi ﷺ mengabarkan bahwa Allah memberinya lima perkara yang tidak diberikan kepada nabi mana pun sebelumnya: Pertama: Aku dimenangkan dengan rasa gentar yang dirasukkan ke dalam hati musuh-musuhku, walaupun jarakku dengan mereka sejauh perjalanan satu bulan. Kedua: Bumi dijadikan bagi kita sebagai tempat salat sehingga kita dapat salat di mana pun berada dan sebagai alat bersuci dengan menggunakan tanahnya saat tidak mampu menggunakan air. Ketiga: Ganimah perang dihalalkan bagi kita, yaitu harta yang dirampas oleh orang Islam dalam peperangan mereka dengan orang kafir. Keempat: Aku diberikan syafaat paling besar untuk melewatkan manusia dari dahsyatnya suasana hari Kiamat. Kelima: Aku diutus ke semua makhluk, kalangan manusia maupun jin, berbeda dengan para nabi sebelumnya yang hanya diutus kepada kaumnya.
- 1- Anjuran agar hamba menyebutkan nikmat-nikmat Allah padanya dengan mengabarkannya dan mensyukuri Allah atas nikmat tersebut.
- 2- Kebaikan Allah ﷻ kepada umat ini dan kepada Nabi mereka melalui perkara-perkara ini.
- 3- Kewajiban mengerjakan salat pada waktunya dalam keadaan apa pun serta mengerjakan apa yang mampu dilakukan di antara syarat, rukun, dan wajib-wajibnya.
- 4- Syafaat yang menjadi kekhususan Nabi ﷺ di antara para nabi ada beberapa macam, di antaranya: a. Syafaat beliau pada umat manusia ketika untuk penegakan pengadilan Allah di tengah-tengah mereka. b. Syafaat beliau kepada penghuni surga untuk segera masuk surga. c. Syafaat khusus beliau pada pamannya, Abu Ṭālib, untuk mendapatkan keringan siksaan neraka, bukan untuk keluar darinya, sebab ia meninggal dalam keadaan kafir.
- 5- Masih banyak keistimewaan Nabi ﷺ yang tidak disebutkan dalam hadis ini. Di antaranya: beliau diberikan jawāmi'ul-kalim (ucapan singkat tapi padat), menjadi penutup para nabi, saf kita dijadikan seperti saf para malaikat, dan perkara-perkara lainnya.
صحيح البخاري (1/ 74) (335). صحيح مسلم (1/ 370) (521). تيسير العلام شرح عمدة الأحكام، للبسام (ص74). تنبيه الأفهام شرح عمدة الأحكام، لابن عثيمين (1/ 94).