Langsung ke konten
Hadis dengan penjelasan

Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-

18 hadis

“Demi (Tuhan) yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya! Tidak ada seorang pun dari umat manusia, baik Yahudi maupun Nasrani, yang mendengar tentang diriku lalu ia meninggal dalam keadaan tidak beriman kepada risalah yang aku bawa, melainkan ia adalah penghuni neraka.”

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنْ رَسُولِ اللهِ صلى الله عليه وسلم أنه قال: «وَالَّذِي نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَا يَسْمَعُ بِي أَحَدٌ مِنْ هَذِهِ الْأُمَّةِ يَهُودِيٌّ وَلَا نَصْرَانِيٌّ، ثُمَّ يَمُوتُ وَلَمْ يُؤْمِنْ بِالَّذِي أُرْسِلْتُ بِهِ إِلَّا كَانَ مِنْ أَصْحَابِ النَّارِ».
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, “Demi (Tuhan) yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya! Tidak ada seorang pun dari umat manusia, baik Yahudi maupun Nasrani, yang mendengar tentang diriku lalu ia meninggal dalam keadaan tidak beriman kepada risalah yang aku bawa, melainkan ia adalah penghuni neraka.”
HR. MuslimDerajatSahih
Penjelasan

Nabi ﷺ bersumpah dengan nama Allah bahwa tidak ada seorang pun dari umat ini, baik Yahudi, Nasrani atau lainnya, yang sampai kepadanya dakwah Nabi ﷺ kemudian ia meninggal dalam keadaan tidak beriman kepada beliau, melainkan ia termasuk penghuni neraka yang kekal selama-lamanya.

Faedah
  1. 1- Keumuman risalah Nabi ﷺ untuk semua umat manusia, kewajiban mengikuti beliau dan pembatalan semua syariat dengan syariat beliau.
  2. 2- Orang yang kafir kepada Nabi ﷺ tidak berguna pengakuan imannya kepada nabi-nabi yang lain -semoga Allah melimpahkan selawat kepada mereka semua-.
  3. 3- Siapa saja yang belum mendengar tentang Nabi ﷺ dan dakwah Islam tidak sampai kepadanya, maka diberikan uzur dan urusannya di akhirat diserahkan kepada Allah Ta'ala.
  4. 4- Manfaat masuk Islam akan didapatkan walaupun keislamannya sesaat sebelum kematian dan walaupun ketika sakit keras selama roh belum sampai di kerongkongan.
  5. 5- Menganggap benar agama orang kafir, di antaranya orang Yahudi dan Nasrani, adalah kekufuran.
  6. 6- Penyebutan orang Yahudi dan Nasrani di dalam hadis ini sebagai isyarat terhadap umat agama lain, yaitu lantaran orang-orang Yahudi dan Nasrani memiliki kitab. Apabila keadaan mereka seperti ini, maka selain mereka yang tidak memiliki kitab lebih pantas untuk masuk Islam, sehingga mereka semuanya wajib masuk Islam dan taat kepada Nabi ﷺ.
Rujukan

صحيح مسلم (1/ 134) (153). شرح النووي على مسلم (2/ 186). الإفصاح عن معاني الصحاح، لابن هبيرة (8/ 192). طرح التثريب في شرح التقريب، لعبد الرحيم العراقي (7/ 159).

Hadis ini di HadeethEnc.com

Kami berkata, "Engkau sayyid (tuan) kami." Beliau bersabda, "As-Sayyid sebenarnya adalah Allah." Kami berkata, "Engkau adalah yang paling utama dan paling besar kebaikannya di antara kami." Maka beliau bersabda, "Ucapkanlah kata-kata keseharian kalian, atau beberapa kata yang wajar, dan janganlah kalian terseret oleh setan

عَن عَبدِ الله بنِ الشِّخِّير رضي الله عنه قَالَ: انْطَلَقْتُ في وَفدِ بَنِي عَامِرٍ إِلى رَسُولِ الله صلى الله عليه وسلم، فَقُلنا: أَنتَ سيّدُنَا، فقال: «السَّيدُ اللهُ»، قُلنا: وَأَفْضَلُنا فَضْلاً، وأعظَمُنا طَوْلاً، فقال: «قُولُوا بِقَولِكُم، أَو بَعضِ قولِكُم، وَلَا يَسْتَجْرِيَنَّكُم الشَّيطَانُ».
Abdullah bin Syikhīr -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, ia berkata, Aku ikut berangkat bersama utusan Bani 'Āmir yang menemui Rasulullah ﷺ, Kami berkata, "Engkau sayyid (tuan) kami." Beliau bersabda, "As-Sayyid sebenarnya adalah Allah." Kami berkata, "Engkau adalah yang paling utama dan paling besar kebaikannya di antara kami." Maka beliau bersabda, "Ucapkanlah kata-kata keseharian kalian, atau beberapa kata yang wajar, dan janganlah kalian terseret oleh setan."
HR. Abu Daud dan AhmadDerajatSahih
Penjelasan

Sekelompok orang datang menemui Nabi ﷺ. Ketika sampai, mereka mengucapkan -berniat memuji beliau- beberapa kalimat yang tidak beliau ﷺ sukai. Mereka mengatakan: Engkau sayyid (tuan) kami. Sehingga beliau ﷺ berkata kepada mereka: Sayyid sebenarnya adalah Allah. Dia pemilik kehormatan yang sempurna terhadap makhluk-Nya dan mereka adalah hamba-hamba-Nya. Mereka juga mengatakan: Engkau yang paling utama di antara kami; yang paling tinggi dalam kedudukan, kemuliaan, dan keistimewaan. Engkau juga yang paling besar dalam kebaikan di antara kami; paling banyak dalam pemberian, kemuliaan, dan kedudukan. Kemudian Nabi ﷺ mengarahkan mereka agar menggunakan ucapan-ucapan mereka yang biasa dan tidak memaksakan kata-kata, agar setan tidak menyeret mereka kepada pujian yang berlebihan yang menjerumuskan pada perbuatan haram berupa kesyirikan dan sarana-sarananya.

Faedah
  1. 1- Keagungan kedudukan Nabi ﷺ dalam diri para sahabatnya serta penghormatan mereka kepada beliau.
  2. 2- Larangan berlebihan dalam berkata-kata, serta sederhana dalam ucapan.
  3. 3- Menjaga tauhid dari semua perkataan dan perbuatan yang dapat merongrongnya.
  4. 4- Larangan berlebihan dalam pujian dan termasuk merupakan pintu masuk setan.
  5. 5- Nabi ﷺ adalah pimpinan umat manusia, sedangkan yang disebutkan dalam hadis ini masuk dalam konteks tawaduk dan kekhawatiran beliau akan munculnya sikap berlebihan.
Rujukan

سنن أبي داود (7/ 184) (4806). مسند أحمد (26/ 234) (16307). الملخص في شرح كتاب التوحيد، لصالح الفوزان (ص424). الجديد في شرح كتاب التوحيد، لمحمد القرعاوي (ص472). مشكاة المصابيح، للألباني مشكاة المصابيح (3/ 1373).

Hadis ini di HadeethEnc.com

Angkat kepalamu dan katakan, pasti engkau didengar; mintalah, pasti engkau diberi; dan mohonlah syafaat, pasti engkau diberi syafaat.

عن أنس بن مالك رضي الله عنه مرفوعاً: أخبر النبي صلى الله عليه وسلم : "أنه يأتي فيسجد لربه ويحمده [لا يبدأ بالشفاعة أولا]، ثم يقال له: "ارفع رأسك وقل يُسمع، وسَلْ تُعط، واشفع تُشفَّع".
Dari Anas bin Malik -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū': "Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengabarkan bahwa beliau datang (pada hari kiamat) lalu bersujud kepada Rabbnya dan memuji-Nya (beliau tidak memulainya pertama kali dengan syafaat). Lantas dikatakan kepadanya: "Angkat kepalamu dan katakan, pasti engkau didengar; mintalah, pasti engkau diberi; dan mohonlah syafaat, pasti syafaat engkau diperkenankan."
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan

Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- datang pada hari kiamat lalu bersujud kepada Allah dan berdoa. Kemudian Allah memberi izin beliau tentang syafaat agung seraya berfirman kepadanya, "Mintalah, pasti engkau diberi; dan mintalah syafaat, niscaya syafaatmu diperkenankan." Yakni, permohonanmu dikabulkan dan syafaatmu diterima.

Rujukan

1- القول المفيد على كتاب التوحيد، دار ابن الجوزي، المملكة العربية السعودية، الطبعة: الثانية, محرم، 1424ه. 2- صحيح البخاري، المحقق: محمد زهير بن ناصر الناصر، الناشر: دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم ترقيم محمد فؤاد عبد الباقي)، الطبعة: الأولى، 1422هـ. 3- صحيح مسلم، المحقق: محمد فؤاد عبد الباقي، الناشر: دار إحياء التراث العربي – بيروت.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Aku diberi lima keistimewaan yang tidak diberikan kepada satu nabi pun sebelumku

عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ رضي الله عنهما أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «أُعْطِيتُ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ أَحَدٌ قَبْلِي: نُصِرْتُ بِالرُّعْبِ مَسِيرَةَ شَهْرٍ، وَجُعِلَتْ لِي الأَرْضُ مَسْجِدًا وَطَهُورًا، فَأَيُّمَا رَجُلٍ مِنْ أُمَّتِي أَدْرَكَتْهُ الصَّلاَةُ فَلْيُصَلِّ، وَأُحِلَّتْ لِي المَغَانِمُ، وَلَمْ تَحِلَّ لِأَحَدٍ قَبْلِي، وَأُعْطِيتُ الشَّفَاعَةَ، وَكَانَ النَّبِيُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً وَبُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ عَامَّةً».
Jābir bin Abdillah -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Aku diberi lima keistimewaan yang tidak diberikan kepada satu nabi pun sebelumku. Aku diberi kemenangan dengan rasa gentar musuh sejauh perjalanan satu bulan. Bumi dijadikan untukku sebagai tempat sujud dan alat bersuci; maka siapa saja dari umatku yang mendapati waktu salat, hendaknya ia melaksanakan salat. Dihalalkan untukku harta rampasan perang, sementara hal itu tidak dihalalkan untuk siapa pun sebelumku. Aku juga diberi syafaat. Juga, biasanya nabi itu diutus khusus kepada kaumnya, sedangkan aku diutus kepada seluruh umat manusia."
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa Allah memberinya lima perkara yang tidak diberikan kepada nabi mana pun sebelumnya: Pertama: Aku dimenangkan dengan rasa gentar yang dirasukkan ke dalam hati musuh-musuhku, walaupun jarakku dengan mereka sejauh perjalanan satu bulan. Kedua: Bumi dijadikan bagi kita sebagai tempat salat sehingga kita dapat salat di mana pun berada dan sebagai alat bersuci dengan menggunakan tanahnya saat tidak mampu menggunakan air. Ketiga: Ganimah perang dihalalkan bagi kita, yaitu harta yang dirampas oleh orang Islam dalam peperangan mereka dengan orang kafir. Keempat: Aku diberikan syafaat paling besar untuk melewatkan manusia dari dahsyatnya suasana hari Kiamat. Kelima: Aku diutus ke semua makhluk, kalangan manusia maupun jin, berbeda dengan para nabi sebelumnya yang hanya diutus kepada kaumnya.

Faedah
  1. 1- Anjuran agar hamba menyebutkan nikmat-nikmat Allah padanya dengan mengabarkannya dan mensyukuri Allah atas nikmat tersebut.
  2. 2- Kebaikan Allah ﷻ kepada umat ini dan kepada Nabi mereka melalui perkara-perkara ini.
  3. 3- Kewajiban mengerjakan salat pada waktunya dalam keadaan apa pun serta mengerjakan apa yang mampu dilakukan di antara syarat, rukun, dan wajib-wajibnya.
  4. 4- Syafaat yang menjadi kekhususan Nabi ﷺ di antara para nabi ada beberapa macam, di antaranya: a. Syafaat beliau pada umat manusia ketika untuk penegakan pengadilan Allah di tengah-tengah mereka. b. Syafaat beliau kepada penghuni surga untuk segera masuk surga. c. Syafaat khusus beliau pada pamannya, Abu Ṭālib, untuk mendapatkan keringan siksaan neraka, bukan untuk keluar darinya, sebab ia meninggal dalam keadaan kafir.
  5. 5- Masih banyak keistimewaan Nabi ﷺ yang tidak disebutkan dalam hadis ini. Di antaranya: beliau diberikan jawāmi'ul-kalim (ucapan singkat tapi padat), menjadi penutup para nabi, saf kita dijadikan seperti saf para malaikat, dan perkara-perkara lainnya.
Rujukan

صحيح البخاري (1/ 74) (335). صحيح مسلم (1/ 370) (521). تيسير العلام شرح عمدة الأحكام، للبسام (ص74). تنبيه الأفهام شرح عمدة الأحكام، لابن عثيمين (1/ 94).

Hadis ini di HadeethEnc.com

Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- wafat sedangkan di rumahku tidak ada sesuatu yang dapat dimakan oleh makhluk hidup kecuali sedikit gandum di rak ku. Maka akupun memakannya dalam waktu cukup lama. Lalu aku menimbangnya (untuk disedekahkan), sampai habis.

عن عائشة رضي الله عنها قالت: تُوُفِّيَ رسول الله صلى الله عليه وسلم وما في بيتي من شيء يَأكُلُهُ ذُو كَبدٍ إلا شَطْرُ شَعير في رَفٍّ لي، فأكَلتُ منه حتى طال عليَّ، فَكِلْتُهُ فَفَنِيَ.
Dari Aisyah -raḍiyallāhu 'anhumā- dia berkata, "Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- wafat sedangkan di rumahku tidak ada sesuatu yang dapat dimakan oleh makhluk hidup kecuali sedikit gandum di rak ku. Maka akupun memakannya dalam waktu cukup lama. Lalu aku menimbangnya (untuk disedekahkan), sampai habis.
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan

Aisyah -raḍiyallāhu 'anhumā- mengabarkan bahwa Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- wafat sedangkan di rumahnya tidak ada sesuatu pun selain sedikit gandum. Dia senantiasa memakan gandum yang ditinggalkan Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- tersebut beberapa waktu. Ketika dia menimbangnya (untuk dibagikan), gandum itupun habis. Ini menunjukkan keberlanjutan keberkahan Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-di makanan yang sedikti tersebut tanpa perlu ditakar yang menunjukkan tawakal yang penuh kepada Allah. Takaran dibutuhkan untuk jugal beli, karena terkait dengan hak orang lain. Adapun takaran untuk beriinfak, maka tidak dianjurkan.

Rujukan

كنوز رياض الصالحين، أ.د. حمد بن ناصر بن عبد الرحمن العمار، دار كنوز إشبيليا، الطبعة الأولى: 1430 هـ. بهجة الناظرين، الشيخ: سليم بن عيد الهلالي، دار ابن الجوزي. نزهة المتقين، د. مصطفى سعيد الخن، د. مصطفى البغا، محيي الدين مستو، علي الشرجبي، محمد أمين لطفي، مؤسسة الرسالة، بيروت، الطبعة الأولى: 1397 هـ 1977 م، الطبعة الرابعة عشرة 1407 هـ 1987م. شرح صحيح البخاري لابن بطال، المؤلف: ابن بطال أبو الحسن علي بن خلف بن عبد الملك، تحقيق: أبو تميم ياسر بن إبراهيم، دار النشر: مكتبة الرشد - السعودية، الرياض، الطبعة: الثانية، 1423هـ - 2003م. رياض الصالحين، د. ماهر بن ياسين الفحل، الناشر: دار ابن كثير للطباعة والنشر والتوزيع، دمشق - بيروت، الطبعة: الأولى، 1428 هـ - 2007 م. صحيح مسلم، المؤلف: مسلم بن الحجاج القشيري النيسابوري، المحقق: محمد فؤاد عبد الباقي، الناشر: دار إحياء التراث العربي - بيروت. صحيح البخاري، المؤلف: محمد بن إسماعيل أبو عبدالله البخاري الجعفي، المحقق: محمد زهير بن ناصر الناصر، الناشر: دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم محمد فؤاد عبد الباقي)، الطبعة: الأولى، 1422هـ. المنهاج شرح صحيح مسلم بن الحجاج، المؤلف: أبو زكريا محيي الدين يحيى بن شرف النووي، الناشر: دار إحياء التراث العربي - بيروت، الطبعة: الثانية، 1392.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Seluruh umatku akan masuk surga kecuali orang yang enggan

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «كُلُّ أُمَّتِي يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ إِلَّا مَنْ أَبَى»، قَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، وَمَنْ يَأْبَى؟ قَالَ: «مَنْ أَطَاعَنِي دَخَلَ الْجَنَّةَ، وَمَنْ عَصَانِي فَقَدْ أَبَى».
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Seluruh umatku akan masuk surga kecuali orang yang enggan." Para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah! Siapakah orang yang enggan itu?" Beliau menjawab, "Orang yang menaatiku akan masuk surga. Adapun orang yang mendurhakaiku, maka ia telah enggan."
HR. BukhariDerajatSahih
Penjelasan

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa seluruh umat beliau akan masuk surga kecuali yang tidak mau! Para sahabat -raḍiallāhu 'anhum- bertanya, "Siapa orang yang tidak mau, wahai Rasulullah?" Beliau ﷺ menerangkan bahwa siapa yang patuh, tunduk, dan taat kepada Rasulullah ﷺ, pasti masuk surga. Adapun orang yang durhaka dan tidak taat pada syariat, berarti ia tidak mau masuk surga karena amal perbuatan buruknya.

Faedah
  1. 1- Taat kepada Rasulullah ﷺ merupakan ketaatan kepada Allah, dan durhaka kepada beliau merupakan kedurhakaan kepada Allah.
  2. 2- Taat kepada Nabi ﷺ akan mengantarkan ke surga, sedangkan durhaka kepada beliau akan mengantarkan ke neraka.
  3. 3- Berita gembira bagi umat Nabi Muhammad ﷺ yang taat, yaitu bahwa semua umat beliau akan masuk surga kecuali yang durhaka kepada Allah dan Rasul-Nya.
  4. 4- Kasih sayang beliau ﷺ kepada umatnya serta kesungguhan beliau untuk menjelaskan petunjuk pada mereka.
Rujukan

صحيح البخاري (9/ 92) (7280). فيض القدير شرح الجامع الصغير، للمناوي، المكتبة التجارية الكبرى – مصر، الطبعة: الأولى. بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين لسليم الهلالي، ط1، دار ابن الجوزي، الدمام، 1415هـ. التيسير بشرح الجامع الصغير، للمناوي، مكتبة الإمام الشافعي، الرياض، ط3.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- meminta wadah berisi air. Lantas dibawakanlah wadah air yang lebar tapi isinya sedikit. Lantas beliau meletakkan jari-jarinya di dalam wadah itu

عن أنس بن مالك رضي الله عنه قال: حَضَرَتِ الصلاةُ فقامَ مَنْ كان قريبَ الدارِ إلى أَهْلِهِ، وبَقِيَ قَوْمٌ، فأُتِيَ رسولُ اللهِ صلى الله عليه وسلم بِمِخْضَبٍ مِنْ حِجَارَةٍ، فَصَغُرَ المِخْضَبُ أَنْ يَبْسُطَ فيهِ كَفَّهُ، فتَوَضَّأَ القومُ كلهم. قالوا: كم كنتم؟ قال: ثمانينَ وزيادةً. وفي رواية: أَنَّ النبيَّ صلى الله عليه وسلم دعا بإناءٍ من مَاءٍ، فأُتِيَ بقَدَحٍ رَحْرَاحٍ فيهِ شَيْءٌ من ماءٍ، فوضعَ أَصَابِعَهُ فيهِ، قال أنس: فَجَعَلْتُ أَنْظُرُ إلى الماءِ يَنْبُعُ مِنْ بَيْنِ أَصَابِعِهِ، فَحَزَرْتُ مَنْ تَوَضَّأَ ما بَيْنَ السبعينَ إلى الثمانينَ.
Dari Anas bin Malik -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', "Waktu salat sudah tiba, lantas orang yang rumahnya dekat (masjid) masuk ke rumahnya dan tersisa sekelompok orang. Selanjutnya dibawakanlah satu wadah air dari batu kepada Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Ternyata wadah itu terlalu kecil bagi beliau untuk membentangkan telapak tangan beliau di dalamnya. Selanjutnya orang-orang itu seluruhnya berwudu. Orang-orang bertanya, "Berapa jumlah kalian saat itu?" Anas bin Malik menjawab, "Delapan puluh orang lebih." Dalam riwayat lain disebutkan, "Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- meminta wadah berisi air. Lantas dibawakanlah wadah air yang lebar tapi isinya sedikit. Lantas beliau meletakkan jari-jarinya di dalam wadah itu". Anas berkata, "Selanjutnya aku melihat air memancar dari sela-sela jari-jemari beliau. Aku pun menaksir (jumlah) orang yang berwudu antara tujuh puluh sampai delapan puluh orang".
Muttafaq 'alaih dengan riwayat-riwayat yang beragamDerajatHadis sahih
Penjelasan

Anas -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, "Waktu salat sudah tiba," yakni, ketika para sahabat sedang bersama Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- di Madinah, tiba-tiba masuklah waktu salat ashar. "lantas orang yang rumahnya dekat dengan masjid berdiri" yakni, orang-orang yang rumahnya dekat dengan mesjid pergi dari tempat itu menuju rumahnya untuk berwudu. "dan tersisa sekelompok orang." Yakni, yang tersisa adalah orang-orang yang rumahnya jauh dari Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. "Selanjutnya dibawalah satu wadah air dari batu kepada Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-." Yakni, didatangkanlah kepada Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- sebuah wadah kecil dari batu yang berisi sedikit air. Dalam satu riwayat disebutkan wadah itu digambarkan lebar. "Ternyata wadah itu terlalu kecil bagi beliau untuk membentangkan telapak tangannya di dalamnya." Yakni, wadah kecil itu sempit bagi telapak tangan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- ketika beliau hendak membentangkan telapak tangannya di tengah-tengah wadah itu. Anas berkata, "Selanjutnya orang-orang itu seluruhnya berwudu. Orang-orang bertanya, "Berapa jumlah kalian saat itu?" Anas bin Malik menjawab, "Delapan puluh orang lebih." Yakni, di atas delapan puluh.

Rujukan

دليل الفالحين لطرق رياض الصالحين، لابن علان، نشر دار الكتاب العربي، بدون تاريخ. نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، نشر: مؤسسة الرسالة، الطبعة: الرابعة عشر، 1407هـ - 1987م. بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، للهلالي، نشر: دار ابن الجوزي. الطبعة الأولى 1418هـ. كنوز رياض الصالحين، نشر: دار كنوز إشبيليا، الطبعة: الأولى، 1430هـ - 2009م. صحيح البخاري، نشر: دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم ترقيم محمد فؤاد عبد الباقي)، الطبعة: الأولى 1422هـ. صحيح مسلم، تحقيق: محمد فؤاد عبد الباقي، نشر: دار إحياء التراث العربي، بيروت.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, pada malam beliau diperjalankan (isra mikraj), dibawakan dua wadah

عن أبي هريرة رضي الله عنه : أنّ النبيَّ صلى الله عليه وسلم أُتِيَ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِهِ بِقَدَحَيْنِ مِنْ خَمْرٍ وَلَبَنٍ، فَنَظَرَ إِلَيْهمَا فَأَخَذَ اللَّبَنَ. فَقَالَ جِبريل: الحَمْدُ للهِ الَّذِي هَدَاكَ لِلفِطْرَةِ لَوْ أخَذْتَ الخَمْرَ غَوَتْ أُمَّتُكَ.
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- bahwa Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, pada malam beliau diperjalankan (isra mikraj), dibawakan dua wadah berisi khamar dan susu. Beliau melihat keduanya lalu beliau mengambil susu. Jibril -'alaihissalām- berkata, "Segala puji bagi Allah yang telah memberimu hidayah kepada fitrah. Seandainya engkau mengambil khamar, umatmu pasti tersesat."
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan

"Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, dibawakan," yakni, Jibril mendatanginya, "pada malam beliau diperjalankan," yaitu malam mikraj. "Dua wadah berisi khamar dan susu." Yakni, kedua wadah itu penuh, satunya penuh dengan khamar dan satu lagi penuh dengan susu. "Beliau melihat keduanya," yakni, seakan-akan beliau disuruh memilih antara keduanya. Lantas beliau diberi ilham untuk memilih susu. "Lalu beliau mengambil susu." Jibril -'alaihissalām- berkata, "Segala puji bagi Allah yang telah memberimu hidayah kepada fitrah." Yakni, engkau telah memilih tanda keislaman dan istikamah. Susu dijadikan sebagai pertanda hal tersebut karena ia mudah, bagus, suci, lezat bagi orang-orang yang meminumnya, dan dampaknya baik. "Seandainya engkau mengambil khamar, umatmu pasti tersesat."

Rujukan

1-بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين؛ تأليف سليم الهلالي، دار ابن الجوزي. 2-دليل الفالحين لطرق رياض الصالحين؛ لمحمد بن علان الشافعي، دار الكتاب العربي-بيروت. 3-رياض الصالحين من كلام سيد المرسلين؛ للإمام أبي زكريا النووي، تحقيق د. ماهر الفحل، دار ابن كثير-دمشق، الطبعة الأولى، 1428هـ. 4-شرح رياض الصالحين؛ للشيخ محمد بن صالح العثيمين، مدار الوطن، الرياض، 1426هـ. 5-صحيح البخاري –الجامع الصحيح-؛ للإمام أبي عبدالله محمد بن إسماعيل البخاري، عناية محمد زهير الناصر، دار طوق النجاة، الطبعة الأولى، 1422هـ. 6-صحيح مسلم؛ للإمام مسلم بن الحجاج، حققه ورقمه محمد فؤاد عبدالباقي، دار عالم الكتب-الرياض، الطبعة الأولى، 1417هـ. 7-كنوز رياض الصالحين؛ فريق علمي برئاسة أ.د. حمد العمار، دار كنوز إشبيليا-الرياض، الطبعة الأولى، 1430هـ. 8-نزهة المتقين شرح رياض الصالحين؛ تأليف د. مصطفى الخِن وغيره، مؤسسة الرسالة-بيروت، الطبعة الرابعة عشر، 1407هـ.

Hadis ini di HadeethEnc.com
8 dari 18
18 hadis
  1. “Demi (Tuhan) yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya! Tidak ada seorang pun dari umat manusia, baik Yahudi maupun Nasrani, yang mendengar tentang diriku lalu ia meninggal dalam keadaan tidak beriman kepada risalah yang aku bawa, melainkan ia adalah penghuni neraka.”
  2. Kami berkata, "Engkau sayyid (tuan) kami." Beliau bersabda, "As-Sayyid sebenarnya adalah Allah." Kami berkata, "Engkau adalah yang paling utama dan paling besar kebaikannya di antara kami." Maka beliau bersabda, "Ucapkanlah kata-kata keseharian kalian, atau beberapa kata yang wajar, dan janganlah kalian terseret oleh setan
  3. Angkat kepalamu dan katakan, pasti engkau didengar; mintalah, pasti engkau diberi; dan mohonlah syafaat, pasti engkau diberi syafaat.
  4. Aku diberi lima keistimewaan yang tidak diberikan kepada satu nabi pun sebelumku
  5. Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- wafat sedangkan di rumahku tidak ada sesuatu yang dapat dimakan oleh makhluk hidup kecuali sedikit gandum di rak ku. Maka akupun memakannya dalam waktu cukup lama. Lalu aku menimbangnya (untuk disedekahkan), sampai habis.
  6. Seluruh umatku akan masuk surga kecuali orang yang enggan
  7. Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- meminta wadah berisi air. Lantas dibawakanlah wadah air yang lebar tapi isinya sedikit. Lantas beliau meletakkan jari-jarinya di dalam wadah itu
  8. Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, pada malam beliau diperjalankan (isra mikraj), dibawakan dua wadah
  9. Seorang lelaki dari Bani Zuraiq bernama Labīd bin Al-A'ṣam menyihir Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- sehingga Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- berkhayal bahwa beliau melakukan sesuatu, padahal beliau tidak melakukannya.
  10. Sungguh Allah telah memilih Kinānah di antara anak keturunan Ismail, lalu Allah memilih Quraisy di antara kabilah Kinānah, lalu memilih Bani Hāsyim di antara kabilah Quraisy, lalu memilihku di antara anak keturunan Hāsyim. Aku adalah pemimpin anak keturunan Adam, tanpa ada kesombongan. Aku adalah yang paling pertama dibangkitkan dari kubur, pemberi syafaat pertama, dan paling pertama diterima syafaatnya.
  11. Aku memiliki lima nama. Aku adalah Muhammad dan Ahmad. Aku juga Al-Māḥī (penghapus) yang dengan perantaraku Allah menghapuskan kekafiran. Aku juga Al Ḥāsyir (penghimpun) karena manusia akan dibangkitkan setelahku, dan aku juga Al-'Āqib (penutup).
  12. Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- telah menyebutkan pada kami nama-nama bagi dirinya, sebagiannya kami hafal. Beliau bersabda, "Aku adalah Muhammad, Ahmad, Al-Muqaffī, Al-Ḥāsyir, dan Nabi Ar-Raḥmah."
  13. Demi Tuhan yang jiwaku berada di tangan-Nya! Sudah sangat dekat waktunya Isa bin Maryam turun di tengah-tengah kalian sebagai hakim yang adil, lalu ia menghancurkan salib, membunuh babi, dan menggugurkan jizyah, serta harta akan melimpah ruah hingga tidak ada seorang pun mau menerimanya
  14. Aku adalah Ḍimām bin Ṡa'labah dari Bani Sa'ad bin Bakar
  15. Wahyu diturunkan kepada Rasulullah ﷺ ketika beliau berusia 40 tahun
  16. Tulislah! Demi Allah yang jiwaku ada di tangan-Nya, tidak keluar dari mulutku kecuali kebenaran
  17. 'Sesungguhnya aku adalah orang yang paling takut dan paling tahu tentang Allah di antara kalian.'
  18. Tidak ada seorang nabi pun kecuali akan diberi mukjizat yang dapat membuat manusia beriman

Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com