Langsung ke konten
Hadis dengan penjelasan

Para Nabi dan Rasul Terdahulu -'alaihim as-salām-

18 hadis

Apakah kalian bertanya kepadaku tentang orang-orang berkualitas dari bangsa Arab? Sesungguhnya orang-orang terbaik dari mereka di masa jahiliyah adalah orang-orang yang terbaik di masa Islam jika mereka memahami (Islam).

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قِيلَ: يا رسُول الله، مَن أَكرم النَّاس، قال: اتقاهم، فقالوا: لَيس عن هذا نَسأُلُك، قال: «فَيُوسُفُ نَبِيُّ الله ابنُ نَبِيِّ الله ابنِ نَبِيِّ الله ابنِ خَلِيلِ اللهِ» قالوا: لَيس عَن هذا نَسأَلُك، قال: «فعَن مَعَادِن العَرَب تسأَلُوني؟ خِيَارُهُم في الجاهِليَّة خِيَارُهُم في الإِسلام إذا فَقُهُوا».
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, Ada yang bertanya, "Wahai Rasulullah, siapakah manusia paling mulia?" Beliau menjawab, "Orang yang paling bertakwa dari mereka." Mereka berkata, "Bukan itu yang kami tanyakan." Beliau bersabda, "Kalau begitu, manusia yang paling mulia adalah Yusuf Nabi Allah, putra dari Nabi Allah, cucu dari Nabi Allah, putra dari kekasih Allah (Ibrahim)." Mereka berkata, "Bukan itu yang kami tanyakan." Beliau bersabda, "Apakah kalian bertanya kepadaku tentang orang-orang berkualitas dari kalangan bangsa Arab? Sesungguhnya orang-orang terbaik dari mereka di masa jahiliyah adalah orang-orang yang terbaik di masa Islam jika mereka memahami (Islam)."
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan

Dalam hadis ini (disebutkan) bahwa manusia yang paling mulia dari segi keturunan, kualitas dan asal adalah orang terbaik pada masa jahiliyah, tetapi dengan syarat jika mereka memiliki pemahaman dalam urusan agama. Contohnya Bani Hasyim, mereka diketahui sebagai klan Quraisy pilihan dalam Islam, tetapi dengan syarat mereka memiliki pemahaman mendalam dalam urusan agama Allah dan mempelajari hukum-hukumnya. Jika mereka tidak memiliki pemahaman agama, maka kemuliaan garis keturunan tidak ada artinya bagi pemiliknya. Meskipun seseorang memiliki nasab tinggi dan termasuk bangsa Arab pilihan secara garis keturunan dan kualitas, maka dia tidak termasuk manusia paling mulia di sisi Allah dan bukan pula manusia pilihan. Dengan demikian, manusia bisa mulia dengan nasabnya, tetapi dengan syarat paham dalam urusan agama.

Rujukan

بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين لسليم الهلالي، ط1، دار ابن الجوزي، الدمام، 1415هـ. تطريز رياض الصالحين للشيخ فيصل المبارك، ط1، تحقيق: عبد العزيز بن عبد الله آل حمد، دار العاصمة، الرياض، 1423هـ. دليل الفالحين لطرق رياض الصالحين لمحمد علي بن محمد بن علان، ط4، اعتنى بها: خليل مأمون شيحا، دار المعرفة، بيروت، 1425هـ. رياض الصالحين للنووي، ط1، تحقيق: ماهر ياسين الفحل، دار ابن كثير، دمشق، بيروت، 1428هـ. كنوز رياض الصالحين، مجموعة من الباحثين برئاسة حمد بن ناصر العمار، ط1، كنوز إشبيليا، الرياض، 1430هـ. شرح العقيدة الواسطية لابن عثيمين، تحقيق: سعد فواز الصميل، ط5، دار ابن الجوزي، الرياض، المملكة العربية السعودية، 1419هـ. شرح رياض الصالحين للشيخ ابن عثيمين، دار الوطن للنشر، الرياض، 1426هـ. صحيح البخاري، تحقيق: محمد زهير بن ناصر الناصر، ط1، دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم: محمد فؤاد عبد الباقي)، 1422هـ. صحيح مسلم، تحقيق: محمد فؤاد عبد الباقي، دار إحياء التراث العربي، بيروت. نزهة المتقين شرح رياض الصالحين لمجموعة من الباحثين، ط14، مؤسسة الرسالة، 1407هـ.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Tatkala Allah menciptakan Adam -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, Dia berfirman, “Pergilah dan ucapkan salam kepada mereka -beberapa malaikat yang sedang duduk- lalu ‎dengarkanlah salam penghormatan mereka kepadamu; karena itu sebagai salam penghormatanmu dan ‎keturunanmu!”

عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «لما خلق الله آدم صلى الله عليه وسلم قال: اذهب فَسَلِّمْ على أولئك -نَفَرٍ من الملائكة جلوس- فاستمع ما يُحَيُّونَكَ؛ فإنها تَحِيَّتُكَ وتحية ذُرِّيتِكَ. فقال: السلام عليكم، فقالوا: السلام عليك ورحمة الله، فَزَادُوهُ: ورحمة الله».
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, dari Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, beliau bersabda, "Tatkala Allah menciptakan Adam -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, Dia berfirman, 'Pergilah dan ucapkan salam kepada mereka -beberapa malaikat yang sedang duduk- lalu ‎dengarkanlah salam penghormatan mereka kepadamu; karena itu sebagai salam penghormatanmu dan ‎keturunanmu!' Maka Adam berkata, “As-Salāmu ‘alaikum.” Mereka menjawab, “As-‎Salāmu ‘alaika wa rahmatullāh,” mereka menambah “wa rahmatullāh."‎‎‎
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan

Makna hadis: Ketika Allah menciptakan Adam, ‎Allah memerintahkannya untuk menemui beberapa (nafar) malaikat. Nafar itu adalah istilah untuk bilangan antara tiga sampai sembilan. Lalu Adam memberi ‎penghormatan kepada mereka dengan salam dan ia (Adam) ‎mendengarkan jawaban mereka kepadanya. Maka jadilah salam ‎penghormatan yang berlangsung antara dirinya dan mereka sebagai salam ‎penghormatan yang disyariatkan untuknya dan untuk keturunannya ‎yang akan datang dari orang-orang yang berada di atas agama ‎para rasul dan mengikuti mereka. Adam berkata, “As-Salāmu ‘alaikum”, maka mereka menjawab, ‎‎“As-Salāmu ‘alaika wa rahmatullāh,” mereka menambahkan, “wa rahmatullāh” ‎Maka jadilah redaksi ini yang disyariatkan ketika mengucapkan salam dan ‎menjawabnya.‎ Dalam hadis-hadis lain terdapat tambahan "waraḥmatullāhi wa barakātuh", baik ketika memulai ataupun ketika menjawabnya.

Rujukan

بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، للهلالي، نشر: دار ابن الجوزي. صحيح البخاري، نشر: دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم محمد فؤاد عبد الباقي)، الطبعة: الأولى، 1422ه. منار القاري شرح مختصر صحيح البخاري، لحمزة محمد قاسم، عني بتصحيحه ونشره: بشير محمد عيون، الناشر: مكتبة دار البيان، دمشق - الجمهورية العربية السورية، مكتبة المؤيد، الطائف - المملكة العربية السعودية، عام النشر: 1410 هـ - 1990 م.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Ya Allah! Ampunilah kaumku karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui.

عن أبي عبد الرحمن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال: كَأَنِّي أَنْظُر إلى رسول الله صلى الله عليه وسلم يَحْكِي نَبِيًّا من الأنبياء، صلوات الله وسلامه عليهم، ضربه قومه فَأَدْمَوْهُ، وهو يمَسحُ الدَم عن وجهِهِ، يقول: «اللهم اغفر لِقَوْمِي؛ فإنهم لا يعلمون».
Dari Abu Abdurraḥmān Abdullah bin Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, "Seakan-akan aku sedang melihat Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bercerita tentang seorang Nabi yang dipukul oleh kaumnya hingga ia terluka dan berdarah, kemudian ia mengusap darah tersebut dari wajahnya sambil berdoa, Ya Allah ampunilah kaumku karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui (kebenaran)."
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan

Nabi kita -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menceritakan tentang seorang Nabi yang dipukuli oleh kaumnya kemudian ia mengusap darah di wajahnya dan mendoakan ampunan untuk mereka. Ini adalah puncak kesabaran dan kelembutan, bahkan ia tidak sekedar mendoakan kebaikan untuk mereka akan tetapi ia juga memberikan uzur untuk mereka disebabkan rasa kasihan atas mereka yang tidak mengetahui hakikat kebenaran yang sesungguhnya.

Rujukan

صحيح البخاري، محمد بن إسماعيل البخاري الجعفي، تحقيق: محمد زهير الناصر، دار طوق النجاة. صحيح مسلم، مسلم بن الحجاج القشيري النيسابوري، تحقيق محمد فؤاد عبد الباقي، دار إحياء التراث العربي بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، سليم بن عيد الهلالي، دار ابن الجوزي، الطبعة الأولى، 1418ه. دليل الفالحين لطرق رياض الصالحين، محمد علي بن البكري، اعتنى بها: خليل مأمون شيحا، دار المعرفة . شرح رياض الصالحين، محمد بن صالح العثيمين، مدار الوطن، الرياض، 1426هـ. المنهاج شرح صحيح مسلم بن الحجاج، أبو زكريا محيي الدين النووي، دار إحياء التراث العربي، بيروت، الطبعة الثانية، 1399ه. تطريز رياض الصالحين، فيصل بن عبد العزيز المبارك، المحقق: عبد العزيز بن عبد الله آل حمد، دار العاصمة للنشر والتوزيع، الرياض، الطبعة الأولى، 1423هـ - 2002 م. - نزهة المتقين شرح رياض الصالحين؛ تأليف د. مصطفى الخِن وغيره، مؤسسة الرسالة-بيروت، الطبعة الرابعة عشرة، 1407هـ.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Sebaik-baik hari padanya matahari terbit adalah hari Jumat

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «خَيْرُ يَوْمٍ طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ يَوْمُ الْجُمُعَةِ، فِيهِ خُلِقَ آدَمُ، وَفِيهِ أُدْخِلَ الْجَنَّةَ، وَفِيهِ أُخْرِجَ مِنْهَا، وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ إِلَّا فِي يَوْمِ الْجُمُعَةِ».
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Sebaik-baik hari padanya matahari terbit adalah hari Jumat. Pada hari itu Adam diciptakan, pada hari itu ia dimasukkan ke dalam surga, dan pada hari itu ia dikeluarkan darinya. Di samping itu, hari Kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat."
HR. MuslimDerajatSahih
Penjelasan

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa sebaik-baik hari padanya matahari terbit ialah hari Jumat. Di antara kekhususannya: pada hari itu Allah menciptakan Adam -'alaihissalām-, pada hari itu ia dimasukkan ke dalam surga, dan pada hari itu ia dikeluarkan dari surga dan diturunkan ke bumi. Selain itu, hari Kiamat tidak akan terjadi kecuali pada hari Jumat.

Faedah
  1. 1- Keutamaan hari Jumat dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam sepekan.
  2. 2- Mendorong dan memperbanyak amal saleh di hari Jumat serta bersiap meraih rahmat Allah Ta'ala dan menolak siksanya.
  3. 3- Ada yang mengatakan bahwa kekhususan-kekhususan hari Jumat yang disebutkan dalam hadis ini bukan merupakan keutamaan hari Jumat karena pengeluaran Adam dari surga dan terjadinya kiamat bukan terhitung keutamaan. Namun, sebagian ulama mengatakan, justru semuanya merupakan keutamaan hari Jumat, karena keluarnya Adam dari surga adalah sebab munculnya keturunannya dari kalangan para rasul, nabi-nabi, dan orang-orang saleh, pun terjadinya kiamat adalah sebab penyegeraan ganjaran kebaikan orang-orang saleh serta perolehan berbagai kemuliaan yang Allah siapkan bagi mereka.
  4. 4- Ada juga beberapa kekhususan lain bagi hari Jumat selain yang disebutkan dalam riwayat ini. Di antaranya: pada hari itu Adam diberikan ampunan dan pada hari itu nyawanya dicabut. Juga pada hari itu terdapat satu waktu, tidaklah seorang mukmin mendapatkannya dalam keadaan berdoa seraya meminta sesuatu kepada Allah, kecuali Allah akan mengabulkannya.
  5. 5- Sebaik-baik hari sepanjang tahun ialah hari Arafah. Ada yang mengatakan, hari kurban. Sedangkan sebaik-baik hari dalam sepekan ialah hari Jumat, dan sebaik-baik malam ialah malam lailatulqadar.
Rujukan

صحيح مسلم (2/ 585) (854). بهجة الناظرين، لسليم الهلالي (2/ 313). نزهة المتقين، لمجموعة من الباحثين (2/ 824). مرعاة المفاتيح شرح مشكاة المصابيح، لعبيد الله المباركفوري (4/ 422). شرح رياض الصالحين، لابن عثيمين (5/ 164).

Hadis ini di HadeethEnc.com

Semoga Allah merahmati Nabi Musa, beliau disakiti lebih dari ini, dan dia tetap tetap sabar.

عن عبد الله بن مسعود رضي الله عنه قال: لما كان يوم حُنين آثر رسول الله صلى الله عليه وسلم ناسًا في القِسْمَة، فأعطى الأَقْرَع بن حَابِس مئة من الإبل، وأعطى عُيينة بن حِصن مثل ذلك، وأعطى نَاسًا من أشراف العَرب وآثَرَهُم يومئذ في القِسْمَة. فقال رجل: والله إن هذه قِسْمَة ما عُدل فيها، وما أُريد فيها وجه الله، فقلت: والله لأُخبرن رسول الله صلى الله عليه وسلم فأتيته فأخبرته بما قال، فتغير وجهه حتى كان كالصِّرفِ. ثم قال: «فمن يَعْدِل إذا لم يعدل الله ورسوله؟» ثم قال: «يَرحم الله موسى، قد أُوذي بأكثر من هذا فصبر». فقلت: لا جَرم لا أرفع إليه بعدها حديثًا.
Dari Abdullah bin Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, "Ketika perang Ḥunain, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memberi bagian lebih hasil rampasan perang untuk beberapa sahabat. Beliau memberi Al-Aqra' bin Ḥābis seratus unta. Memberi 'Uyainah bin Ḥiṣn juga seperti itu. Dan memberi bagian lebih kepada beberapa pemuka Arab. Lantas seseorang berkata, "Demi Allah, ini pembagian yang tidak adil dan tidak diridai Allah." Maka aku berkata, "Demi Allah, aku akan melaporkannya kepada Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Aku pun melaporkan apa yang dia katakan tadi. Maka wajah beliau berubah dan memerah. Kemudian beliau bersabda, "Lalu siapa yang bisa adil jika Allah dan Rasul-Nya tidak adil?!" Lantas beliau melanjutkan, "Semoga Allah merahmati Nabi Musa; beliau disakiti lebih dari ini, dan dia tetap bersabar." Maka aku pun berkata, "Tidak ada dosa, bila saya tidak melaporkan lagi kepada beliau suatu pembicaraan setelahnya."
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan

Abdullah bin Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu- menceritakan bahwa saat para sahabat usai perang Ḥunain, yaitu perang Ṭā`if setelah pembebasan kota Makkah. Rasulullah memerangi penduduk Ṭā`if dan berhasil menghimpun harta rampasan perang yang sangat banyak sekali, berupa unta, kambing, dirham dan dinar. Kemudian Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- singgah di Ji'rānah, yaitu daerah ujung tanah Haram dari arah Ṭā`if. Beliau singgah di sana dan membagikan ganimah kepada orang-orang yang turut berperang. Beliau memberi Al-Aqra' bin Ḥābis seratus unta. Dan memberi 'Uyainah bin Ḥiṣn juga seratus unta, serta memberi para pemuka Arab bagian untuk menundukkan hati-hati mereka dalam menerima Islam. Jika mereka menjadi baik islamnya sebab pemberian itu, maka akan banyak orang yang tertarik masuk Islam dari pengikut mereka. Yang demikian itu merupakan kekuatan dan keagungan bagi agama Islam. Adapun para sahabat lain yang telah kokoh keimanannya, maka beliau tidak memberi apa-apa karena yakin akan keimanan mereka. Pemberian harta rampasan perang kepada para pemimpin dan pemuka kaum ini dikritisi oleh seseorang seraya berkata, "Demi Allah, pembagian ini tidak adil dan tidak diridai Allah." Ketika Abdullah bin Mas'ūd mendengar kata-kata ini, maka dia segera menemui Nabi dan sebelumnya bersumpah untuk melaporkan ucapannya itu. Ketika Ibnu Mas'ūd memberitahukan omongan orang itu, seketika wajah beliau memerah dan bersabda, "Siapa yang bisa adil jika Allah dan Rasul-Nya tidak adil?" Ini sebagai bentuk pengingkaran terhadap perkataan tersebut. Kemudian beliau meneruskan, "Semoga Allah merahmati Nabi Musa, beliau disakiti lebih dari ini, tetapi tetap bersabar." Saat Ibnu Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu- melihat kemarahan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, maka dia berkata, "Jika sekali lagi saya mendengar ucapan-ucapan kritis dan jelek dari orang-orang itu, maka aku tidak akan melaporkannya kepada Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- selama tidak membahayakan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan Islam.

Rujukan

كنوز رياض الصالحين، مجموعة من الباحثين برئاسة حمد بن ناصر العمار، كنوز إشبيليا، الرياض، الطبعة: الأولى 1430هـ، 2009م. بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، سليم بن عيد الهلالي، دار ابن الجوزي، الطبعة: الأولى 1418 هـ، 1997م. تطريز رياض الصالحين، فيصل بن عبد العزيز المبارك، تحقيق: عبد العزيز بن عبد الله آل حمد، دار العاصمة للنشر والتوزيع، الرياض، الطبعة: الأولى 1423هـ، 2002م. نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، مجموعة من الباحثين، مؤسسة الرسالة، بيروت، الطبعة: الطبعة الأولى. شرح رياض الصالحين، محمد بن صالح العثيمين، مدار الوطن، الرياض، 1426هـ. دليل الفالحين لطرق رياض الصالحين، محمد علي بن البكري بن علان، نشر دار الكتاب العربي، لم أقف على رقم الطبعة. رياض الصالحين من كلام سيد المرسلين، أبو زكريا محيي الدين النووي، تحقيق ماهر الفحل، دار ابن كثير، دمشق، بيروت، الطبعة: الأولى 1428هـ، 2007م. صحيح البخاري، محمد بن إسماعيل البخاري الجعفي، تحقيق: محمد زهير الناصر، دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم: محمد فؤاد عبد الباقي)، الطبعة: الأولى 1422هـ. صحيح مسلم، مسلم بن الحجاج القشيري النيسابوري، تحقيق محمد فؤاد عبد الباقي، دار إحياء التراث العربي، بيروت،الطبعة: لا يوجد بيان لرقم الطبعة، 1423هـ.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Tidaklah seseorang makan makanan yang lebih baik dari makan hasil usahanya sendiri. Sesungguhnya Nabiyullah Daud -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dulunya makan dari hasil kerja tangannya.

عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «كان داود -عليه السلام- لا يأكلُ إلا من عمل يده». وعن المقدام بن معد يكرب رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «ما أكل أحد طعاما قط خيرا من أن يأكل من عمل يده، وإن نبي الله داود صلى الله عليه وسلم كان يأكل من عمل يده».
Dari Abu Hurairah, dari Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, ia berkata, "Dulu Daud -'Alaihissalām- tidak makan kecuali dari hasil kerja tangannya." Dari Al-Miqdām bin Ma'di Karib -raḍiyallāhu 'anhu-, dari Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, ia berkata, "Tidaklah seseorang makan makanan yang lebih baik dari makan hasil usahanya sendiri. Sesungguhnya Nabiyullah Daud -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dulunya makan dari hasil kerja tangannya."
Diriwayatkan oleh BukhariDerajatSahih dengan dua riwayatnya
Penjelasan

Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengabarkan kepada kita bahwa Daud -'alaihissalām- tidak makan kecuali dari hasil kerja tangannya. Dia adalah seorang pengrajin yang pandai membuat baju perang dan berbagai alat jihad lainnya. Jika para Nabi -ṣalawātullāhi wa salāmu 'alaihi- makan dari hasil tangan mereka berupa olahan tangan, pertanian, menggembala kambing atau pekerjaan-pekerjaan lainnya, maka orang yang derajatnya berada di bawah mereka tentu lebih utama untuk melakukan berbagai pekerjaan itu demi menjaga martabat mereka dari meminta-minta kepada orang.

Rujukan

بهجة الناظرين، تأليف: سليم بن عيد الهلالي، الناشر: دار ابن الجوزي ، سنة النشر: 1418 هـ- 1997م نزهة المتقين، تأليف: جمعٌ من المشايخ، الناشر: مؤسسة الرسالة، الطبعة الأولى: 1397 هـ، الطبعة الرابعة عشر 1407 هـ صحيح البخاري، تأليف: محمد بن إسماعيل البخاري، تحقيق: محمد زهير الناصر، الناشر: دار طوق النجاة الطبعة: الأولى، 1422هـ رياض الصالحين، تأليف: محيي الدين يحيى بن شرف النووي ، تحقيق: د. ماهر بن ياسين الفحل ، الطبعة: الأولى، 1428 هـ تيسير الكريم الرحمن في تفسير كلام المنان، تأليف: عبد الرحمن بن ناصر آل سعدي، تحقيق: عبد الرحمن بن معلا اللويحق، الناشر: مؤسسة الرسالة، الطبعة: الأولى، 1420هـ التنوير شرح الجامع الصغير، تأليف: محمد بن إسماعيل الصنعاني، تحقيق: د/ محمد إسحاق محمد إبراهيم ، الناشر: مكتبة دار السلام، الطبعة: الأولى، 1432 هـ فتح الباري شرح صحيح البخاري، تأليف: أحمد بن علي بن حجر، رقمه وبوب أحاديث: محمد فؤاد عبد الباقي، الناشر: دار المعرفة - بيروت، 1379 هـ.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Zakariya -'alaihissalām- adalah tukang kayu.

عن أبي هريرة رضي الله عنه أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «كان زكريا -عليه السلام- نجَّارا».
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- bahwa Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Zakariya -'alaihissalām- adalah tukang kayu."
Diriwayatkan oleh MuslimDerajatHadis sahih
Penjelasan

Di dalam hadis ini Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menyebutkan bahwa profesi yang digeluti oleh Nabi Zakariya -'alaihissalām- untuk mendapatkan kasab (penghasilan)nya ialah tukang kayu.

Rujukan

- رياض الصالحين من كلام سيد المرسلين؛ للإمام أبي زكريا النووي، تحقيق د. ماهر الفحل، دار ابن كثير-دمشق، الطبعة الأولى، 1428ه. - بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين؛ تأليف سليم الهلالي، دار ابن الجوزي- الطبعة الأولى1418ه. - نزهة المتقين شرح رياض الصالحين؛ تأليف د. مصطفى الخِن وغيره، مؤسسة الرسالة-بيروت، الطبعة الرابعة عشرة، 1407هـ. - صحيح مسلم، للإمام مسلم بن الحجاج، تحقيق محمد فؤاد عبد الباقي، دار إحياء التراث العربي. - كنوز رياض الصالحين، لحمد بن ناصر العمار، دار كنوز إشبيليا- الطبعة الأولى1430ه. - شرح رياض الصالحين؛ للشيخ محمد بن صالح العثيمين، مدار الوطن، الرياض، 1426هـ.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Janganlah bertanya kepadaku tentang apa yang aku diamkan pada kalian. Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa karena mereka banyak bertanya dan menyelisihi nabi-nabi mereka

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه عَنِ النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: «دَعُونِي مَا تَرَكْتُكُمْ، إِنَّمَا هَلَكَ مَنْ كَانَ قَبْلَكُمْ بِسُؤَالِهِمْ وَاخْتِلَافِهِمْ عَلَى أَنْبِيَائِهِمْ، فَإِذَا نَهَيْتُكُمْ عَنْ شَيْءٍ فَاجْتَنِبُوهُ، وَإِذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ».
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Nabi ﷺ bersabda, "Janganlah bertanya kepadaku tentang apa yang aku diamkan pada kalian. Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa karena mereka banyak bertanya dan menyelisihi nabi-nabi mereka. Jika aku melarang sesuatu, maka jauhilah. Jika aku memerintahkan sesuatu, maka lakukanlah semampu kalian."
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan

Nabi ﷺ menyebutkan bahwa jenis syariat terbagi tiga: perkara yang didiamkan, larangan, dan perintah. - Pertama: perkara yang didiamkan oleh syariat, yaitu hal tidak ada penjelasan hukumnya, karena hukum asal pada sesuatu ialah tidak wajib. Pada zaman Nabi ﷺ, wajib meninggalkan pertanyaan tentang sesuatu yang belum terjadi lantaran dikhawatirkan dengan sebab itu akan turun syariat yang mewajibkan ataupun yang mengharamkan, karena Allah mendiamkannya sebagai bentuk rahmat pada para hamba. Adapun setelah kematian beliau ﷺ, jika pertanyaan itu untuk meminta fatwa atau pengajaran tentang perkara agama yang dibutuhkan, maka hukumnya boleh, bahkan diperintahkan. Tetapi jika merupakan wujud penolakan dan pemaksaan diri, maka itu yang dimaksudkan dengan tidak menanyakannya di dalam hadis ini karena dapat berujung seperti yang terjadi pada Bani Israel saat mereka diperintahkan agar menyembelih seekor sapi. Sekiranya mereka menyembelih sapi apa saja, mereka pasti melaksanakan perintah tersebut dengan mudah. Tetapi karena mereka berlebih-lebihan dalam bertanya, sehingga mereka pun dipersulit. - Kedua: larangan, yaitu orang yang meninggalkannya diberikan pahala dan orang yang melakukannya akan diberikan hukuman, sehingga ia wajib dijauhi seluruhnya. - Ketiga: perintah, yaitu orang yang mengerjakannya diberikan pahala dan orang yang meninggalkannya diberikan hukuman, sehingga ia wajib dikerjakan sesuai kadar kemampuan.

Faedah
  1. 1- Hendaklah menyibukkan diri dengan perkara paling penting yang dibutuhkan, meninggalkan yang tidak dibutuhkan pada waktu itu, dan tidak sibuk menanyakan hukum persoalan yang belum terjadi.
  2. 2- Diharamkannya pertanyaan yang dapat menyebabkan permasalahan menjadi rumit dan membuka pintu syubhat yang dapat menimbulkan banyak perselisihan.
  3. 3- Perintah meninggalkan seluruh larangan karena tidak ada kesulitan untuk meninggalkannya, karena itu larangan mengerjakannya bersifat mutlak.
  4. 4- Perintah mengerjakan perkara yang diperintahkan sesuai kadar kemampuan karena kadang mengandung kesulitan atau tidak sanggup untuk dilakukan, karena itu perintahnya dibatasi sesuai dengan kemampuan.
  5. 5- Larangan banyak bertanya. Ulama telah membagi pertanyaan menjadi dua. Salah satunya, pertanyaan untuk mendapatkan pengajaran tentang perkara agama yang dibutuhkan. Hal ini diperintahkan. Pertanyaan-pertanyaan para sahabat termasuk dalam kategori ini. Yang kedua, pertanyaan sebagai bentuk penolakan dan pemaksaan diri. Hal inilah yang dilarang.
  6. 6- Mengingatkan umat Islam dari perbuatan menyelisihi nabi mereka, sebagaimana yang terjadi pada umat-umat sebelumnya.
  7. 7- Banyak bertanya tentang sesuatu yang tidak dibutuhkan dan menyelisihi para nabi adalah sebab kebinasaan, apalagi pada perkara yang tidak mungkin didapat, semisal perkara gaib yang tidak diketahui kecuali oleh Allah dan perkara-perkara hari Kiamat.
  8. 8- Larangan bertanya tentang perkara-perkara rumit. Al-Auzā'iy berkata, "Apabila Allah hendak menghalangi hamba-Nya dari keberkahan ilmu, Dia lemparkan pada lisannya perkara-perkara yang tidak dibutuhkan. Sungguh, aku telah melihat mereka sebagai orang yang paling minim ilmu." Ibnu Wahb meriwayatkan, Aku mendengar Malik berkata, "Debat kusir dalam ilmu akan menghilangkan cahaya ilmu dari hati seseorang."
Rujukan

صحيح البخاري (9/ 94) (7288). صحيح مسلم (2/ 975) (1337). بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، لسليم الهلالي (1/ 236). نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، لمجموعة من الباحثين (1/ 181). شرح رياض الصالحين، لابن عثيمين (2/ 268).

Hadis ini di HadeethEnc.com
8 dari 18
18 hadis
  1. Apakah kalian bertanya kepadaku tentang orang-orang berkualitas dari bangsa Arab? Sesungguhnya orang-orang terbaik dari mereka di masa jahiliyah adalah orang-orang yang terbaik di masa Islam jika mereka memahami (Islam).
  2. Tatkala Allah menciptakan Adam -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, Dia berfirman, “Pergilah dan ucapkan salam kepada mereka -beberapa malaikat yang sedang duduk- lalu ‎dengarkanlah salam penghormatan mereka kepadamu; karena itu sebagai salam penghormatanmu dan ‎keturunanmu!”
  3. Ya Allah! Ampunilah kaumku karena sesungguhnya mereka tidak mengetahui.
  4. Sebaik-baik hari padanya matahari terbit adalah hari Jumat
  5. Semoga Allah merahmati Nabi Musa, beliau disakiti lebih dari ini, dan dia tetap tetap sabar.
  6. Tidaklah seseorang makan makanan yang lebih baik dari makan hasil usahanya sendiri. Sesungguhnya Nabiyullah Daud -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dulunya makan dari hasil kerja tangannya.
  7. Zakariya -'alaihissalām- adalah tukang kayu.
  8. Janganlah bertanya kepadaku tentang apa yang aku diamkan pada kalian. Sesungguhnya orang-orang sebelum kalian binasa karena mereka banyak bertanya dan menyelisihi nabi-nabi mereka
  9. Ketika Nabi Ayyub -'alaihissalām- mandi dengan telanjang, tiba-tiba belalang emas jatuh menimpa tubuhnya
  10. Kisah Musa -'alaihis-salām- bersama Khiḍir
  11. Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memerintahkannya untuk membunuh cecak dan beliau bersabda, "Dahulu cecak itu meniup-niup api (agar semakin berkobar) membakar Nabi Ibrahim."
  12. Ketika Adam meninggal dunia, para malaikat memandikannya dengan air dalam bilangan ganjil dan mereka membuat liang lahat untuknya. Mereka berkata, "Ini sunah Adam pada anaknya."
  13. Seorang laki-laki tanya, "Wahai Rasulullah! Apakah Adam seorang nabi?" Beliau menjawab, "Ya." Laki-laki itu bertanya lagi, "Berapa jarak antara Adam dengan Nuh?" Beliau menjawab, "Sepuluh abad." Dia bertanya lagi, "Berapa jarak antara Nuh dengan Ibrahim?" Beliau menjawab, "Sepuluh abad." Dia bertanya, "Wahai Rasulullah! Berapakah jumlah para rasul?" Beliau menjawab, "Jumlah mereka: 315."
  14. Tidak seorang pun dari keturunan Adam yang dilahirkan kecuali dia ditusuk oleh setan saat dilahirkan, sehingga dia berteriak menangis karena tusukan setan tersebut, kecuali Maryam dan putranya.
  15. Sesungguhnya Al-Khaḍir dinamakan demikian karena dia pernah duduk di atas tanah gersang berwarna putih, lalu tiba-tiba bergetar dari belakangnya dan berubah menjadi hijau.
  16. Orang mulia putra orang mulia putra orang mulia putra orang mulia ialah: Yusuf bin Ya'qūb bin Isḥāq bin Ibrahim -'alaihimus-salām-.
  17. Demi Tuhan yang jiwaku berada di tangan-Nya! Sudah sangat dekat waktunya Isa bin Maryam turun di tengah-tengah kalian sebagai hakim yang adil, lalu ia menghancurkan salib, membunuh babi, dan menggugurkan jizyah, serta harta akan melimpah ruah hingga tidak ada seorang pun mau menerimanya
  18. Apa saja yang aku larang, maka jauhilah, dan apa saja yang aku perintahkan, lakukanlah semampu kalian

Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com