عن أنس بن مالك رضي الله عنه عن رسول الله صلى الله عليه وسلم أنه كان إذا أكل طعاما، لعق أصابعه الثلاث. قال: وقال: «إذا سقطت لُقمة أحدكم فليُمِطْ عنها الأذى، وليأكلها ولا يَدَعْهَا للشيطان» وأمر أن تُسْلَتَ القَصْعَةُ، قال: «فإنكم لا تدرون في أيِّ طعامكم البركة»
وعن جابر بن عبد الله رضي الله عنه أن رسولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم قالَ: "إنّ الشيطانَ يَحضُرُ أحدَكُم عندَ كلِ شيءٍ من شَأنِه، حتى يَحضُرَهُ عندَ طعامِهِ، فإذا سَقطتْ لقمةُ أحدِكُم فليَأخُذْها فَلْيُمِطْ ما كانِ بها من أذى، ثم ليَأكُلْها ولا يَدَعْها للشيطانِ، فإذا فَرَغَ فليَلْعَقْ أصابعَهُ، فإنه لا يَدري في أيِّ طَعامه البركة"
Dari Anas bin Malik dan Jabir bin Abdullah - raḍiyallāhu 'anhuma-, dari Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bahwasanya beliau jika selesai makan maka beliau menjilat ketiga jarinya. Beliau bersabda, "Jika ada butiran makanan kalian yang jatuh, maka buanglah kotoran yang menempel padanya dan makanlah makanan itu, jangan biarkan makanan itu untuk setan!" Beliau pun memerintahkan untuk membersihkan (menghabiskan makanan di) piring. Beliau bersabda, "Sesungguhnya kalian tidak tahu di bagian makanan kalian yang manakah terdapat keberakahan."
Bahwasanya Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Sesungguhnya setan hadir dalam setiap kondisi kalian, termasuk saat makan. Jika ada butiran makanan kalian yang jatuh, maka bersihkan dari kotoran yang ada kemudian makanlah, dan jangan biarkan dia untuk setan. Jika selesai makan, jilatlah jari-jarinnya, karena dia tidak tahu, di bagian makanan yang manakah terdapat keberkahan."
Diriwayatkan oleh Muslim dengan dua riwayatnyaDerajatSahih dengan dua riwayatnya
Penjelasan
Dalam hadis ini terdapat peringatan agar menjauhi setan yang selalu menggoda setiap tingkah laku manusia. Hendaknya manusia waspada dan menghindarinya serta jangan tertipu oleh rayuannya. Makanan yang berada di hadapan seseorang di dalamnya terdapat berkah. Dia tidak tahu apakah berkah tersebut terdapat pada makanan yang telah dia makan atau pada yang tersisa di jarinya, atau yang berada di dasar piring atau pada butiran-butiran yang jatuh. Maka hendaknya dia perhatikan itu semua demi meraih keberkahannya.
Asalnya arti dari berkah adalah bertambah dan tetapnya kebaikan serta dapat dimanfaatkan. Yang dimaksud di sini adalah makanan yang dapat mengenyangkan dan tidak menyebabkan penyakit serta memberinya kekuatan untuk taat kepada Allah.
Di dalamnya terdapat pelajaran yang disebutkan oleh sejumlah ahli kesehatan bahwa jari jemari saat makan mengeluarkan enzim yang dapat membantu proses pencernaan.
Rujukan
بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين؛ تأليف سليم الهلالي، دار ابن الجوزي.
تطريز رياض الصالحين؛ تأليف فيصل آل مبارك، تحقيق د. عبدالعزيز آل حمد، دار العاصمة-الرياض، الطبعة الأولى، 1423هـ.
رياض الصالحين من كلام سيد المرسلين؛ للإمام أبي زكريا النووي، تحقيق د. ماهر الفحل، دار ابن كثير-دمشق، الطبعة الأولى، 1428هـ.
شرح رياض الصالحين؛ للشيخ محمد بن صالح العثيمين، مدار الوطن-الرياض، 1426هـ.
شرح صحيح مسلم؛ للإمام محي الدين النووي، دار الريان للتراث-القاهرة، الطبعة الأولى، 1407هـ.
صحيح مسلم؛ للإمام مسلم بن الحجاج، حققه ورقمه محمد فؤاد عبدالباقي، دار عالم الكتب-الرياض، الطبعة الأولى، 1417هـ.
فتح الباري بشرح صحيح البخاري؛ للحافظ أحمد بن علي بن حجر العسقلاني، دار المعرفة-بيروت.
كنوز رياض الصالحين؛ فريق علمي برئاسة أ.د. حمد العمار، دار كنوز إشبيليا-الرياض، الطبعة الأولى، 1430هـ.
نزهة المتقين شرح رياض الصالحين؛ تأليف د. مصطفى الخِن وغيره، مؤسسة الرسالة-بيروت، الطبعة الرابعة عشر، 1407هـ.
Hadis ini di HadeethEnc.comعن عائشة رضي الله عنه قالت: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «خُلقت الملائكة من نور، وخُلق الجَانُّ من مَارِجٍ من نار، وخُلق آدم مما وُصِفَ لكم».
Dari Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā-, ia berkata, "Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang telah diterangkan kepada kalian."
Diriwayatkan oleh MuslimDerajatHadis sahih
Penjelasan
Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengabarkan tentang titik permulaan penciptaan makhluk. Beliau menyebutkan bahwa para malaikat diciptakan dari cahaya karena itu mereka semua tidak bermaksiat kepada Allah dan tidak menyombongkan diri untuk beribadah kepada-Nya. Adapun jin diciptakan dari api. Karena itu, banyak jin yang disifati dengan kesembronoan, kesia-siaan dan permusuhan. Sedangkan Adam diciptakan sebagaimana yang telah diterangkan kepada kalian. Yaitu diciptakan dari tanah liat/lempung seperti tembikar. Sebab prosesnya dari tanah menjadi tanah liat/lempung lalu menjadi tembikar, maka dari sanalah Adam -'alaihissalām- diciptakan.
Rujukan
- صحيح مسلم؛ للإمام مسلم بن الحجاج، حققه ورقمه محمد فؤاد عبد الباقي، دار عالم الكتب-الرياض، الطبعة الأولى، 1417هـ.
- رياض الصالحين من كلام سيد المرسلين؛ للإمام أبي زكريا النووي، تحقيق د. ماهر الفحل، دار ابن كثير-دمشق، الطبعة الأولى، 1428ه.
- بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين؛ تأليف سليم بن عيد الهلالي، دار ابن الجوزي- الطبعة الأولى1418ه.
- نزهة المتقين شرح رياض الصالحين؛ تأليف د. مصطفى الخِن وغيره، مؤسسة الرسالة-بيروت، الطبعة الرابعة عشرة، 1407هـ.
- شرح رياض الصالحين؛ للشيخ محمد بن صالح العثيمين، مدار الوطن، الرياض، 1426هـ.
-التَّنويرُ شَرْحُ الجَامِع الصَّغِيرِ محمد بن إسماعيل الصنعاني، المحقق: د. محمَّد إسحاق محمَّد إبراهيم مكتبة دار السلام، الرياض -الطبعة: الأولى، 1432 هـ - 2011 م.
Hadis ini di HadeethEnc.comعن عياض بن حمار المجاشعي رضي الله عنه ، أن رسول الله صلى الله عليه وسلم ، قال ذات يوم في خطبته: «ألَا إن ربي أمرني أن أُعَلِّمَكم ما جَهِلتم، ممَّا علَّمني يومي هذا، كلُّ مالٍ نَحَلتُه عبدًا حلال، وإني خلقتُ عبادي حُنَفاء كلهم، وإنهم أتتهم الشياطين فاجتالتهم عن دينهم، وحَرَّمت عليهم ما أحللتُ لهم، وأمرتهم أن يُشركوا بي ما لم أُنزِّل به سلطانا، وإن الله نظر إلى أهل الأرض، فمَقَتهم عربهم وعَجَمهم، إلَّا بقايا من أهل الكتاب، وقال: إنما بعثتُك لأبتليَك وأبتلي بك، وأنزلتُ عليك كتابًا لا يغسله الماءُ، تقرؤه نائمًا ويقظان، وإنَّ اللهَ أمرني أن أحرِق قُرَيشًا، فقلت: رب إذا يَثْلُغوا رأسي فيدعوه خُبْزة، قال: استخرجهم كما استخرجوك، واغزهم نُغزك، وأنفق فسننفق عليك، وابعث جيشا نبعث خمسة مثله، وقاتل بمن أطاعك مَن عصاك، قال: وأهل الجنة ثلاثة ذو سلطان مُقْسِط مُتَصَدِّق مُوَفَّق، ورجل رحيم رقيق القلب لكل ذي قربى ومسلم، وعفيف متعفِّف ذو عيال، قال: وأهل النار خمسة: الضعيف الذي لا زَبْر له، الذين هم فيكم تبعا لا يبتغون أهلا ولا مالا، والخائن الذي لا يخفى له طمع، وإن دقَّ إلا خانه، ورجل لا يُصبح ولا يمسي إلا وهو يخادعك عن أهلك ومالك «وذكر» البخل أو الكذب والشِّنظير الفحَّاش».
Dari 'Iyāḍ bin Ḥimār Al-Mujāsyi’ī -raḍiyallāhu ‘anhu-, bahwasanya Rasulullah -șallallāhu ‘alaihi wa sallam- pada suatu hari dalam khutbahnya bersabda, "Ketahuilah, sesungguhnya Rabb-ku telah memerintahkan kepadaku untuk mengajarkan apa saja yang kalian tidak tahu dari apa-apa yang telah Dia ajarkan kepadaku pada hari ini; 'Setiap harta yang Aku berikan kepada hamba-Ku adalah halal. Dan sesungguhnya Aku telah ciptakan hamba-hamba-Ku semuanya dalam keadaan hanif (beragama tauhid), kemudian setan datang kepada mereka lalu mengeluarkan mereka dari agama mereka, mengharamkan apa saja yang Aku halalkan bagi mereka, dan memerintahkan mereka untuk melakukan menyekutukan-Ku padahal Aku tidak pernah menurunkan keterangan tentangnya.' Sesungguhnya Allah melihat kepada penduduk bumi, maka Dia pun murka kepada mereka, kepada bangsa arab maupun bangsa ajamnya (selain arab), kecuali sebagian dari Ahli Kitab. Dia berfirman, "Sesungguhnya Aku mengutusmu untuk mengujimu dan menguji orang lain denganmu, dan Aku menurunkan kepadamu sebuah kitab yang tidak bisa dihapus dengan air, kamu bisa membacanya tatkala tidur dan terjaga.' Sesungguhnya Allah memerintahkanku untuk membakar kaum Quraisy, lalu aku berkata, “Wahai Rabb-ku, jika demikian mereka akan memecahkan kepalaku hingga seperti sepotong roti.” Allah menjawab, “Keluarkan mereka sebagaimana mereka mengeluarkan (mengusir)mu, perangilah mereka, (karena) Kami menjadikanmu untuk berperang, berinfaklah maka Kami akan berinfak untukmu, utuslah pasukan perang, akan Kami utus lima kali pasukan yang engkau utus, dan berperanglah bersama-sama dengan orang yang mentaatimu terhadap orang yang membangkang padamu (bermaksiat kepadamu). Dia berkata, "Penduduk surga ada tiga golongan, yaitu: penguasa yang adil, dermawan dan mendapatkan petunjuk dari Allah; seorang yang penyayang dan lembut hatinya kepada setiap kerabatnya dan setiap Muslim; dan seseorang yang menjaga diri dari kemaksiatan, tidak mengemis meskipun memiliki banyak tanggungan." Dia berkata, "Sedangkan penghuni neraka ada lima golongan: orang lemah yang tiada menggunakan akalnya, mereka hanya menjadi pengikut dan tiada berusaha mencari harta dan mengurus keluarga; pengkhianat yang tamak, biarpun perkara kecil dikhianatinya juga; orang yang di waktu pagi dan petang senantiasa menipumu keluarga dan hartamu; (dan dia menyebutkan) Orang bakhil (pelit) atau pembohong; dan orang yang suka berkata kotor."
Diriwayatkan oleh MuslimDerajatHadis sahih
Penjelasan
Suatu hari Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- berkhutbah di hadapan para sahabatnya, lalu beliau mengabarkan kepada mereka bahwa Allah -Ta'ālā- memerintahkannya untuk mengajarkan mereka tentang apa yang tidak mereka ketahui dari apa yang telah diajarkan oleh Rabb-nya kepada beliau pada hari itu. Di antara perkara yang telah diajarkan Rabb-nya adalah firman-Nya (dalam hadis qudsi): “Setiap harta yang Aku anugerahkan kepada seorang hamba adalah halal”, yakni Allah -Ta'ālā- berfirman bahwa setiap harta Aku berikan kepada salah seorang hamba-Ku maka harta tersebut halal baginya. Hal ini dimaksudkan untuk mengingkari tindakan mereka yang mengharamkan beberapa jenis binatang, dan bahwa tindakan mereka itu tidak menyebabkan binatang-binatang tersebut menjadi haram karena pengharaman mereka. Jadi, setiap harta yang dimiliki oleh seorang hamba, maka halal untuknya sampai ada hak (lain) yang berkaitan dengannya atau ada dalil tertentu yang mengeluarkannya dari keumuman (kehalalan) tersebut. Kemudian Allah -Ta'ālā- berfirman, "Dan sesungguhnya Aku telah menciptakan hamba-hamba-Ku semuanya dalam keadaan beragama hanif (tauhid)", yakni seluruhnya dalam keadaan Muslim (berserah diri). Dikatakan juga bahwa maknanya: dalam keadaan suci dari kemaksiatan. Ada juga yang mengatakan, maknanya: dalam keadaan lurus dan siap untuk menerima hidayah. Dikatakan juga: bahwa maknanya adalah ketika diambil perjanjian atas mereka (di alam ruh) saat Dia berfirman, “Bukankah Aku Rabb kalian.” Mereka menjawab, “Iya benar.” Firman Allah -Ta'ālā-, “Kemudian setan datang kepada mereka mengeluarkan mereka dari agama (tauhid) mereka, mengharamkan apa saja yang Aku halalkan bagi mereka, dan memerintahkan kepada mereka untuk menyekutukan-Ku, padahal Aku tidak pernah menurunkan keterangan tentangnya”, yakni setan datang kepada mereka lalu mempengaruhi mereka, menyesatkan mereka, dan menghilangkan dari mereka apa-apa yang dahulu ada pada diri mereka untuk menjerumuskan mereka kepada kebatilan, kemudian setan mengharamkan bagi mereka apa yang Allah halalkan untuk mereka dan memerintahkan mereka agar berbuat syirik kepada Allah dengan menyembah apa-apa yang tidak pernah Allah perintahkan untuk disembah, serta tidak ada satu dalil pun yang menunjukkan bahwa sesuatu itu berhak diibadahi. Sabda Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, “Sesungguhnya Allah melihat kepada penduduk bumi, Dia pun murka kepada mereka, kepada bangsa arabnya maupun bangsa ajamnya (selain arab), kecuali sebagian dari Ahli Kitab.” Yakni Allah -Ta'ālā- melihat kepada penduduk bumi sebelum pengutusan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, lalu Dia mendapati mereka kompak melakukan kesyirikan dan kesesatan, maka Allah menjadi murka kepada mereka kecuali sebagian dari Ahli Kitab, yaitu orang-orang yang masih berpegang teguh dengan agama mereka yang hak tanpa (adanya) perubahan, dan mayoritas Ahli Kitab berada di atas (agama yang) diselewengkan. Firman Allah -Ta'ālā-, “Sesungguhnya Aku mengutusmu untuk mengujimu dan menguji orang lain denganmu”, maknanya: Sesungguhnya Aku telah mengutusmu kepada manusia untuk mengujimu dengan apa yang tampak darimu dari pelaksanaan apa yang telah Aku perintahkan kepadamu berupa penyampaian risalah kenabian dan selain itu berupa jihad di jalan Allah dengan benar, bersabar di jalan Allah dan lain sebagainya. Dan Aku menguji denganmu orang-orang yang Aku utus engkau kepada mereka, maka di antara mereka ada orang yang tampak imannya dan ikhlas dalam ketaatannya, ada orang yang menyelisihi serta menampakkan permusuhan dan kekufuran, dan ada pula yang berbuat kemunafikan. Maksudnya adalah untuk mengujinya agar hal itu terjadi secara nyata. Karena sesungguhnya Allah -Ta'ālā- menghukum/menyiksa para hamba atas apa yang mereka kerjakan, bukan atas apa yang Dia ketahui sebelum terjadinya, meskipun Allah -Ta'ālā- tentu Maha Mengetahui segala sesuatu sebelum terjadinya. “Dan aku menurunkan sebuah kitab yang tidak bisa terhapus oleh air.” Maknanya: Aku telah menurunkan kepadamu Al-Qur`ān yang terjaga/tersimpan di dalam dada manusia, tidak akan hilang, bahkan akan tetap kekal sepanjang zaman. Firman Allah -Ta'ālā-, “Engkau membacanya tatkala tidur dan terjaga.” Maknanya: Al-Qur`ān itu terjaga untukmu dalam dua keadaan; tidur dan terjaga. Dikatakan pula bahwa maknanya: engkau membacanya dalam keadaan gampang dan mudah. Sabda Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, “Dan sesungguhnya Allah memerintahkanku untuk membakar kaum Quraisy.” Yakni Allah memerintahkanku untuk menghancurkan dan membunuh orang-orang kafir Quraisy. “Lalu aku berkata, “Wahai Rabbku, jika demikian maka mereka akan memecahkan kepalaku lalu membiarkannya sepotong roti.” Yakni mereka akan memecahkan kepalaku sebagaimana mereka memecahkan roti. Allah berfirman, “Keluarkan mereka sebagaimana mereka mengeluarkanmu.” Yakni Allah berkata kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, "Usirlah orang-orang kafir Quraisy seperti mereka telah mengusirmu sebagai balasan yang setimpal, meskipun di antara kedua bentuk pengusiran tersebut terdapat perbedaan yang jelas, karena sesungguhnya mereka mengusir beliau dengan kebatilan dan beliau mengusir mereka dengan kebenaran. “Perangi mereka niscaya Kami menolongmu untuk berperang.” Yakni berjihadlah melawan mereka niscaya Kami membantu dan menolongmu mengalahkan mereka. “Berinfaklah maka Kami akan berinfak untukmu.” Yakni infakkan apa yang menjadi usahamu di jalan Allah maka Kami akan memberikan untukmu penggantinya di dunia dan akhirat. “Utuslah pasukan perang niscaya akan Kami utus lima kali pasukan seperti yang engkau utus.” Yakni jika engkau mengutus pasukan untuk memerangi orang-orang kafir, maka Kami akan mengutus lima kali pasukan semisalnya dari kalangan Malaikat yang akan membantu kaum Muslimin sebagaimana yang Dia lakukan di (perang) Badr. “Dan berperanglah bersama orang yang mentaatimu terhadap orang yang mendurhakaimu”, yakni perangilah orang-orang yang mendurhakaimu dari kalangan orang-orang kafir bersama orang-orang yang menaatimu dari kalangan kaum Muslimin. Dia berkata, “Penduduk surga ada tiga golongan, yaitu: para penguasa yang adil, dermawan, dan mendapatkan petunjuk dari Allah; seseorang yang penyayang dan lembut hatinya kepada setiap kerabat dan setiap Muslim; dan seseorang menjaga diri dari kemaksiatan dan tidak mengemis meskipun memiliki banyak tanggungan.” Yakni penghuni surga ada tiga golongan, yaitu seseorang yang memiliki hukum dan kekuasaan, namun demikian ia bersikap adil di antara manusia, tidak menzalimi mereka dan ia berbuat baik kepada mereka. Sungguh orang ini telah disiapkan bagi dirinya sebab-sebab kebaikan dan dibukakan bagi dirinya pintu-pintu kebaikan; Orang yang penyayang terhadap anak kecil dan orang tua, lembut hatinya kepada setiap orang yang memiliki hubungan kekerabatan dengannya secara khusus dan kepada setiap Muslim secara umum; Serta seseorang yang memiliki keluarga (banyak tanggungan) lantas ia menjaga diri (dari kemaksiatan), menjauhi (perkara) yang haram, menjaga diri dari mengemis kepada manusia, dan bertawakal kepada Allah dalam urusannya dan urusan keluarganya. Rasa cintanya kepada keluarga dan rasa takutnya akan rezekinya tidak menyebabkan dirinya meninggalkan sikap tawakal lantas menggantinya dengan mengemis kepada makhluk, mencari harta dengan cara yang haram, dan membuatnya tersibukkan oleh mereka (keluarga) dari ilmu dan amal yang wajib dilakukannya. “Dan penghuni neraka ada lima golongan: Orang lemah yang tidak menggunakan akalnya, mereka hanya menjadi pengikut dan tidak berusaha mencari harta dan mengurus keluarga; pengkhianat yang tamak, meskipun perkara kecil dia tetap mengkhianatinya; orang yang diwaktu pagi dan petang senantiasa menipumu keluarga dan hartamu; Dan beliau menyebutkan juga orang yang bakhil (pelit) atau pembohong dan orang yang suka berkata kotor.” Yakni penghuni neraka itu ada lima golongan: Yang pertama: “Orang lemah yang tidak ada akalnya” yakni orang lemah yang tidak menggunakan akalnya untuk memperingatinya dan menahannya dari sesuatu yang tidak layak. “Mereka hanya menjadi pengikut di antara kalian; tidak berusaha mencari harta dan mengurus keluarga.” Yakni orang-orang yang tidak mencari istri, lalu mereka berpaling dari yang halal dan melakukan yang haram, mereka juga tidak mencari harta yang halal dengan berusaha dan mencari mata pencaharian yang baik. Yang kedua: “Pengkhianat yang tamak, meskipun perkara kecil dia tetap mengkhianantinya.” Yakni tidak ada sesuatupun yang tersembunyi baginya dari suatu hal yang orang bisa tamak dengannya, yang mana hal itu hampir-hampir tidak dapat ditemui, melainkan dia berusaha untuk mengintainya dan mencari-carinya hingga dia mendapatkannya lalu ia mengkhianatinya. Ini adalah bentuk pensifatan yang berlebihan tentang suatu pengkhianatan. Yang ketiga: penipu. Yang keempat: pembohong atau orang yang bakhil (pelit). Yang kelima: orang yang suka berkata keji/kotor lagi buruk akhlaknya.
Rujukan
صحيح مسلم، تحقيق: محمد فؤاد عبد الباقي، نشر: دار إحياء التراث العربي – بيروت.
المنهاج شرح صحيح مسلم بن الحجاج، للنووي، نشر: دار إحياء التراث العربي – بيروت، الطبعة: الثانية، 1392هـ.
مختار الصحاح، لزين الدين أبو عبد الله محمد الحنفي الرازي، تحقيق: يوسف الشيخ محمد، نشر: المكتبة العصرية - الدار النموذجية، بيروت – صيدا، لطبعة: الخامسة، 1420هـ / 1999م.
التمهيد لشرح كتاب التوحيد-صالح بن عبد العزيز آل الشيخ، -الناشر: دار التوحيد-الطبعة: الأولى، 1424هـ - 2003م.
الملخص في شرح كتاب التوحيد-صالح بن فوزان بن عبد الله الفوزان-دار النشر: دار العاصمة الرياض- الطبعة الأولى 1422هـ- 2001م.
القول المفيد على كتاب التوحيد-العثيمين-دار ابن الجوزي، المملكة العربية السعودية-الطبعة: الثانية, محرم 1424هـ.
Hadis ini di HadeethEnc.comعن ابن عمر رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «إذا طلعَ حاجبُ الشمس فدَعُوا الصلاةَ حتى تَبْرُزَ، وإذا غاب حاجبُ الشمس فدَعُوا الصلاةَ حتى تغيبَ، ولا تَحَيَّنُوا بصلاتِكم طُلُوعَ الشمسِ ولا غروبَها، فإنَّها تطلُعُ بيْن قَرْنَيْ شيطان، أو الشيطان».
Dari Ibnu Umar -raḍiyallāhu 'anhumā-, ia berkata, "Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "JJika bagian lingkar luar matahari mulai terbit, janganlah kalian salat hingga terang (sempurna terbitnya), dan jika bagian lingkar luar matahari mulai terbenam, janganlah kalian salat hingga benar-benar telah hilang! Dan janganlah kalian menunggu untuk salat saat terbit atau saat terbenam matahari, karena sesungguhnya matahari terbit di antara dua tanduk setan."
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan
Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memerintahkan kita apabila bagian lingkar luar matahari yang pertama kali muncul telah terbit, hendaknya kita tidak melakukan salat hingga matahari terbit seluruhnya dan meninggi. Jika bagian lingkar luar matahari terbenam, hendaknya kita tidak melakukan salat sampai matahari terbenam secara total. Beliau juga melarang kita mendirikan salat saat terbit dan terbenam matahari. Sebab larangan ini karena matahari terbit dan terbenam di antara dua tanduk setan, yakni di antara dua sisi kepalanya karena setan itu berdiri tegak di hadapan matahari saat terbit agar ketika matahari mulai memancarkan cahaya ia tepat berada di antara kedua tanduknya. Dengan demikian ia menjadi kiblat bagi orang yang sujud kepada matahari. Demikian juga saat terbenam. Salat dilarang pada waktu tersebut agar tidak menyerupai mereka dalam ibadah.
Rujukan
- صحيح البخاري، نشر: دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم محمد فؤاد عبد الباقي)، الطبعة: الأولى، 1422ه.
- صحيح مسلم، تحقيق: محمد فؤاد عبد الباقي، نشر: دار إحياء التراث العربي – بيروت.
- عمدة القاري شرح صحيح البخاري، لمحمود بن أحمد بن موسى الحنفى بدر الدين العينى، الناشر: دار إحياء التراث العربي – بيروت.
- مرقاة المفاتيح شرح مشكاة المصابيح، لعلي بن سلطان الملا الهروي القاري، الناشر: دار الفكر، بيروت – لبنان، الطبعة: الأولى، 1422هـ - 2002م.
- شرح الطيبي على مشكاة المصابيح المسمى بـ (الكاشف عن حقائق السنن), شرف الدين الحسين بن عبد الله الطيبي, المحقق: د. عبد الحميد هنداوي, الناشر: مكتبة نزار مصطفى الباز - مكة المكرمة - الرياض, الطبعة: الأولى، 1417 هـ - 1997 م.
Hadis ini di HadeethEnc.comعن عامر، قال: سألتُ عَلْقَمةَ: هل كان ابنُ مسعود شَهِدَ مع رسول الله صلى الله عليه وسلم ليلةَ الجنِّ؟ قال: فقال عَلْقَمةُ، أنا سألتُ ابنَ مسعود فقلتُ: هل شَهِدَ أحدٌ منكم مع رسول الله صلى الله عليه وسلم ليلةَ الجنِّ؟ قال: لا، ولكنَّا كنَّا مع رسول الله ذاتَ ليلة ففَقَدْناه فالتمسناه في الأودية والشِّعاب. فقلنا: استُطِير أو اغْتِيل. قال: فبِتْنَا بِشَرِّ ليلة بات بها قومٌ، فلما أصبحْنا إذا هو جاء من قِبَل حِرَاء. قال: فقلنا يا رسول الله فقدْناك فطلبْناك فلم نجدْك، فبِتْنَا بِشَرِّ ليلة بات بها قوم. فقال: «أتاني داعي الجنِّ فذهبتُ معه فقرأتُ عليهم القرآنَ» قال: فانطلقَ بنا فأرانا آثارَهم وآثارَ نِيرانِهم وسألوه الزاد فقال: «لكم كلُّ عظم ذُكر اسمُ الله عليه يقع في أيديكم أوفر ما يكون لحمًا، وكلُّ بَعْرة عَلَفٌ لدوابِّكم» . فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «فلا تسْتَنْجُوا بهما فإنَّهما طعامُ إخوانِكم».
Dari 'Āmir, ia berkata, aku bertanya kepada 'Alqamah, "Apakah Ibnu Mas'ūd ikut hadir bersama Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pada malam terjadinya pertemuan dengan jin?" Dia berkata, lalu 'Alqamah menjawab, aku bertanya kepada Ibnu Mas'ūd, "Apakah salah seorang dari kalian ikut hadir bersama Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pada malam terjadinya pertemuan dengan Jin?" Ibnu Mas'ūd menjawab, "Tidak, namun suatu hari kami berkumpul bersama Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, tiba-tiba kami kehilangan beliau, lalu kami cari-cari di lembah-lembah dan kampung-kampung. Kami lalu berkata, "Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- telah diculik atau dibunuh." Dia berkata, "Pada malam itu, tidur kami betul-betul terusik. Ketika pagi hari tiba, tampak Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- berjalan menuju kami dari arah Hirā`. Ibnu Mas'ud berkata, lalu kami berkata, "Ya Rasulullah, malam tadi kami betul-betul kehilangan anda, lalu kami cari-cari, akan tetapi kami tidak menemukan anda. Lalu kami tidur dengan perasaan menegangkan." Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- kemudian bersabda, "Malam tadi aku didatangi oleh utusan dari kelompok jin, lalu aku pergi bersamanya (menemui kaumnya) dan mengajarkan Al-Qur`ān kepada mereka." Ibnu Mas'ūd kemudian berkata kembali, "Lalu kami diajak oleh Rasulullah untuk melihat bekas-bekas tempat dan perapian mereka (kelompok jin)." Para jin itu juga bertanya kepada Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengenai makanan mereka. Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menjawab, "Makanan halal untuk kalian adalah semua tulang hewan yang kamu temui yang disembelih dengan menyebut nama Allah. Ketika tulang itu kalian ambil, akan penuh dengan daging. Dan kotoran binatang menjadi makanan bagi hewan kalian." Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- kemudian melanjutkan sabdanya, "Oleh karena itu, janganlah kalian beristinja dengan keduanya, karena keduanya itu adalah makanan sudara kalian (golongan jin)."
Diriwayatkan oleh MuslimDerajatHadis sahih
Penjelasan
Āmir Asy-Sya'bi -raḥimahullāh- bertanya kepada 'Alqamah -raḥimahullāh-. Keduanya termasuk tabiin yang mulia, "Apakah Abdullah bin Mas'ūd ikut hadir bersama Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pada malam di mana beliau bertemu dengan bangsa jin?" Lalu 'Alqamah memberitahunya bahwa dirinya telah bertanya kepada Ibnu Mas'ūd tentang hal tersebut, dan dia memberitahukan bahwa tidak ada seorangpun di antara mereka yang ikut menghadiri kejadian tersebut, akan tetapi pada suatu malam mereka pernah bersama Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, namun mereka tiba-tiba kehilangan beliau, lalu mencarinya di lembah-lembah, jalan-jalan, dan di antara pegunungan, akan tetapi mereka tidak menemukannya. Para sahabat merasa khawatir jika Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- telah dibunuh secara diam-diam atau diculik oleh bangsa jin. Pada malam itu, mereka tidur dalam keadaan sedih dan gelisah. Ketika pagi hari tiba, tampak Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- datang dari arah gunung Hirā`. Lalu para sahabat memberitahunya bahwa mereka kehilangan beliau dan telah mencarinya kesana kemari akan tetapi tidak berhasil menemukan beliau. Merekapun tidur dengan sangat tidak menyenangkan. Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memberitahu bahwa telah datang kepadanya utusan dari kelompok jin, lalu beliau pergi bersamanya (menemui kaumnya) dan mengajarkan Al-Qur`ān kepada mereka. Lalu Rasulullah pergi bersama para sahabat untuk melihat bekas-bekas tempat dan perapian mereka, dan kemudian beliau memberitahukan bahwa para jin itu telah bertanya kepadanya mengenai makanan mereka. Lalu Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memberitahu mereka bahwa makanan halal untuk mereka adalah semua tulang hewan yang mereka dapatkan yang disembelih dengan menyebut nama Allah, ketika tulang itu mereka ambil, akan penuh dengan daging. Sementara kotoran binatang menjadi makanan bagi hewan mereka. Kemudian Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melarang umatnya agar tidak beristinja dengan keduanya (tulang dan kotoran binatang), karena keduanya itu adalah makanan sudara mereka dari golongan jin.
Rujukan
-صحيح مسلم، تحقيق: محمد فؤاد عبد الباقي، نشر: دار إحياء التراث العربي – بيروت.
-تاج العروس من جواهر القاموس، للزبيدي، نشر: دار الهداية.
-المصباح المنير في غريب الشرح الكبير، لأحمد بن محمد بن علي الفيومي، الناشر: المكتبة العلمية – بيروت.
-المنهاج شرح صحيح مسلم بن الحجاج، للنووي، نشر: دار إحياء التراث العربي – بيروت، الطبعة: الثانية، 1392ه.
-مختار الصحاح، لزين الدين أبو عبد الله محمد بن أبي بكر بن عبد القادر الحنفي الرازي، تحقيق: يوسف الشيخ محمد، نشر: المكتبة العصرية - الدار النموذجية، بيروت – صيدا، لطبعة: الخامسة، 1420هـ / 1999م.
-عمدة القاري شرح صحيح البخاري، لمحمود بن أحمد بن موسى الحنفى بدر الدين العينى، الناشر: دار إحياء التراث العربي – بيروت.
-التوضيح لشرح الجامع الصحيح, عمر بن علي بن أحمد ابن الملقن, ت: دار الفلاح للبحث العلمي وتحقيق التراث, دار النوادر، دمشق – سوريا, الطبعة: الأولى، 1429 هـ - 2008 م.
-الإفصاح عن معاني الصحاح، ليحيى بن هبيرة بن محمد بن هبيرة الذهلي الشيباني، المحقق: فؤاد عبد المنعم أحمد، الناشر: دار الوطن، سنة النشر: 1417هـ.
Hadis ini di HadeethEnc.comعن جابر رضي الله عنه ، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «إنَّ إبليسَ يضعُ عرْشَه على الماء، ثم يَبْعَث سَراياه، فأدْناهم منه منزِلةً أعظمُهم فتنةً، يجيء أحدهم فيقول: فعلتُ كذا وكذا، فيقول: ما صنعتَ شيئًا. قال: ثم يجيء أحدهم فيقول: ما تركتُه حتى فَرَّقتُ بينه وبين امرأتِه، قال: فيُدْنِيه منه ويقول: نعم أنت». قال الأعمش: أراه قال: «فيَلْتَزِمُه».
Dari Jābir -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Sesungguhnya iblis meletakkan singgasananya di atas air kemudian mengutus pasukannya. Prajurit yang kedudukannya paling dekat dengannya adalah prajurit yang paling besar kejahatannya. Seorang prajuritnya datang lalu berkata, "Aku sudah melakukan ini dan itu." Iblis berkata, "Engkau belum melakukan apa-apa." Nabi bersabda, "Lantas prajurit yang lain datang lalu berkata, "Aku tidak meninggalkan (manusia) sampai aku memisahkan antara dia dengan istrinya." Nabi bersabda, "Selanjutnya iblis mendekatkan prajurit itu kepada dirinya dan berkata, "Ya, engkau telah melakukannya." Al-A'masy berkata, "Aku mengira beliau bersabda, "Lantas Iblis mendekapnya."
Diriwayatkan oleh MuslimDerajatHadis sahih
Penjelasan
Iblis meletakkan singgasananya -yaitu tahta kerajaannya- di atas air kemudian mengutus pasukannya dari bangsa Jin untuk menggoda manusia dan menyesatkan mereka. Jin yang paling dekat kedudukannya dengan Iblis adalah Jin yang paling besar tindakan penyesatannya kepada manusia. Salah satu setan datang lalu berkata kepada Iblis, "Aku sudah melakukan ini dan itu." Maksudnya, aku menyuruh mencuri dan minum khamar, misalnya. Iblis berkata kepadanya, "Engkau tidak melakukan perkara besar, atau sesuatu yang dapat diperhitungkan." Hingga datanglah salah satu setan dan berkata kepada Iblis, "Aku tidak meninggalkan fulan sampai aku memisahkan antara dia dengan istrinya dan menjadikannya menceraikan istrinya." Iblis pun mendekatkan setan kepada dirinya, mendekapnya, dan memeluknya serta berkata kepadanya, "Ya, engkau telah melakukannya." Yakni, engkaulah yang telah melaksanakan keinginanku dan mewujudkan angan-anganku dalam menyesatkan dan merusak manusia.
Rujukan
- صحيح مسلم، تحقيق: محمد فؤاد عبد الباقي، نشر: دار إحياء التراث العربي – بيروت.
- إكمال المعلم بفوائد مسلم لعياض بن موسى بن عياض بن عمرون اليحصبي السبتي، المحقق: الدكتور يحيى إسماعيل، الناشر: دار الوفاء للطباعة والنشر والتوزيع، مصر، الطبعة: الأولى، 1419 هـ - 1998 م.
- مرقاة المفاتيح شرح مشكاة المصابيح، لعلي بن سلطان الملا الهروي القاري، الناشر: دار الفكر، بيروت – لبنان، الطبعة: الأولى، 1422هـ - 2002م.
Hadis ini di HadeethEnc.comعن ابن عباس رضي الله عنهما قال: جاءَ رجُلُ إلى النبي صلى الله عليه وسلم فقال: يا رسولَ اللهِ، إن أحدنا يجدُ في نفسِهِ -يُعرِّضُ بالشَّيءِ- لأَن يكونَ حُمَمَةً أحَبُّ إليه من أن يتكلَّم بِهِ، فقال: «اللهُ أكبرُ، اللهُ أكبرُ، الحمدُ لله الذي ردَّ كيدَه إلى الوسوسَةِ».
Ibnu 'Abbās -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan, ia berkata, "Seorang laki-laki datang menemui Nabi ﷺ seraya berkata, "Wahai Rasulullah, di antara kami ada yang menemukan dalam dirinya -dia mengisyaratkan sesuatu-, dia lebih memilih menjadi abu daripada mengucapkannya." Maka beliau bersabda, "Allāhu akbar. Allāhu akbar. Seluruh pujian milik Allah yang telah menjadikan tipu daya setan sebatas bisikan."
HR. Abu Daud dan Nasai dalam Al-KubrāDerajatSahih
Penjelasan
Seorang laki-laki datang menemui Nabi ﷺ seraya berkata: Wahai Rasulullah, ada seseorang di antara kami yang menemukan dalam dirinya sesuatu yang melintas dalam jiwa, tetapi berat untuk diucapkan, sampai-sampai dia lebih memilih menjadi abu daripada dia mengucapkannya. Maka Rasulullah ﷺ bertakbir dua kali dan memuji Allah karena Dia menjadikan tipu daya setan itu hanya sebatas bisikan.
Faedah
- 1- Ini merupakan penjelasan bahwa setan mengintai orang beriman melalui bisikan untuk memalingkan mereka dari keimanan kepada kekafiran.
- 2- Penjelasan terkait kelemahan setan saat berhadapan dengan orang beriman; dia tidak memiliki kemampuan kecuali sebatas menghadirkan waswas.
- 3- Seorang yang beriman harus berpaling dari bisikan setan dan menolaknya.
- 4- Disyariatkan bertakbir pada sesuatu yang dianggap bagus, menakjubkan, atau perkara-perkara yang semisal.
- 5- Seorang muslim dianjurkan agar bertanya kepada orang yang berilmu tentang segala yang membingungkannya.
Rujukan
سنن أبي داود (7/ 435) (5112) السنن الكبرى للنسائي (9/ 249) (10435)، شرح سنن أبي داود للعباد (580/ 28)، صحيح مسلم (1/ 119) (132)، شرح سنن أبي داود لابن رسلان (19/370)، ومرقاة الصعود (3/1301).
Hadis ini di HadeethEnc.comعن عُثْمَانَ بْنَ أَبِي الْعَاصِ رضي الله عنه: أنه أَتَى النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللهِ، إِنَّ الشَّيْطَانَ قَدْ حَالَ بَيْنِي وَبَيْنَ صَلَاتِي وَقِرَاءَتِي يَلْبِسُهَا عَلَيَّ، فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «ذَاكَ شَيْطَانٌ يُقَالُ لَهُ خِنْزَِبٌ، فَإِذَا أَحْسَسْتَهُ فَتَعَوَّذْ بِاللهِ مِنْهُ، وَاتْفُلْ عَلَى يَسَارِكَ ثَلَاثًا»، قَالَ: فَفَعَلْتُ ذَلِكَ فَأَذْهَبَهُ اللهُ عَنِّي.
Uṡmān bin Abil-'Āṣ -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Dia pernah datang menemui Nabi ﷺ seraya berkata, "Wahai Rasulullah! Setan telah menghalangiku dari salatku dan bacaanku; ia merancukannya padaku." Maka Rasulullah ﷺ bersabda, "Itu adalah setan yang disebut Khinzab. Apabila engkau merasakannya, maka berlindunglah kepada Allah dan meludahlah ke sebelah kirimu tiga kali." Lantas aku melakukannya, maka Allah menghilangkannya dariku.
HR. MuslimDerajatSahih
Penjelasan
Uṡmān bin Abil-'Āṣ -raḍiyallāhu 'anhu- datang menemui Nabi ﷺ seraya bertanya, "Wahai Rasulullah, setan telah menghalangiku dari salatku; menghalangiku dari khusyuk, merancukan bacaanku dan membuatku ragu di dalamnya." Rasulullah ﷺ bersabda, "Itu adalah setan yang disebut Khinzab. Apabila engkau merasakannya, maka berlindunglah kepada Allah darinya dan meniuplah ke sebelah kirimu disertai dengan sedikit ludah sebanyak tiga kali." Uṡmān berkata, "Lantas aku melakukan apa yang diperintahkan Nabi ﷺ kepadaku, maka Allah menghilangkannya dariku."
Faedah
- 1- Pentingnya khusyuk dan kehadiran hati dalam salat, dan bahwa setan berjuang untuk memasukkan waswas dan keraguan di dalamnya.
- 2- Anjuran berlindung dari setan ketika ada bisikannya dalam salat disertai dengan meludah ke kiri tiga kali.
- 3- Menjelaskan sikap kembalinya para sahabat -raḍiyallāhu 'anhum- kepada Nabi ﷺ ketika mereka mengalami permasalahan supaya beliau memberi mereka solusi.
- 4- Hidupnya hati para sahabat dan bahwa obsesi mereka adalah akhirat.
Rujukan
صحيح مسلم (4/ 1728) (2203)، إكمال المعلم (7/110)، شرح النّووي على مسلم (14/190)، البحر المحيط الثجاج في شرح صحيح الإمام مسلم بن الحجاج (36/ 136).
Hadis ini di HadeethEnc.comSetiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com