Langsung ke konten
Hadis dengan penjelasan

Sifat Malu Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-

1 hadis

Nabi ﷺ lebih pemalu daripada gadis yang masih di tempat pingitannya. Apabila beliau melihat sesuatu yang tidak disukai, kami mengetahui hal itu di muka beliau

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الخُدْرِيِّ رضي الله عنه قَالَ: كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَشَدَّ حَيَاءً مِنَ العَذْرَاءِ فِي خِدْرِهَا، فَإِذَا رَأَى شَيْئًا يَكْرَهُهُ عَرَفْنَاهُ فِي وَجْهِهِ.
Abu Sa'īd Al-Khudriy -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, "Nabi ﷺ lebih pemalu daripada gadis yang masih di tempat pingitannya. Apabila beliau melihat sesuatu yang tidak disukai, kami mengetahui hal itu di muka beliau."
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan

Abu Sa'īd Al-Khudriy -raḍiyallāhu 'anhu- mengabarkan bahwa Nabi ﷺ lebih pemalu daripada seorang gadis yang belum menikah dan belum berinteraksi dengan laki-laki karena masih dipingit di rumahnya. Lantaran tingginya rasa malu beliau, ketika tidak menyukai sesuatu maka rona muka beliau berubah sekaligus tidak berbicara. Bahkan, sahabat-sahabat beliau mengetahui hal itu di muka beliau.

Faedah
  1. 1- Menjelaskan sifat malu yang dimiliki oleh Nabi ﷺ, dan itu merupakan akhluk agung.
  2. 2- Sifat malu Nabi ﷺ ini terjadi selama larangan-larangan Allah tidak dilanggar. Apabila larangan Allah dilanggar, beliau ﷺ akan marah dan memerintahkan sahabat-sahabatnya serta melarang mereka.
  3. 3- Anjuran untuk berperangai dengan sifat malu karena sifat malu dapat membawa seseorang untuk mengerjakan yang baik dan meninggalkan yang buruk.
Rujukan

صحيح البخاري (8/ 26) (6102). صحيح مسلم (4/ 1809) (2320). بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، لسليم الهلالي (2/ 11). شرح رياض الصالحين، لابن عثيمين (4/ 32). نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، لمجموعة من الباحثين (1/ 562).

Hadis ini di HadeethEnc.com

Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com