Langsung ke konten
Hadis dengan penjelasan

Hukum Menyusui

1 hadis

Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mendatangiku dan bersamaku ada seorang laki-laki. Lantas beliau bertanya, "Wahai Aisyah! Siapa laki-laki ini?" Aku menjawab, "Dia saudara sesusuanku." Rasul bersabda, "Wahai Aisyah! Perhatikan siapa saja saudara-saudaramu, karena sesungguhnya susuan (yang menyebabkan hubungan mahram) adalah susuan yang dapat menghilangkan rasa lapar."

عن عائشة- رضي الله عنها- قالت: «دخل علي رسول الله صلى الله عليه وسلم وعندي رجل، فقال: يا عائشة، من هذا؟ قلت: أخي من الرضاعة، فقال: يا عائشة: انظرن من إخوانكن؟ فإنما الرضاعة من المجاعة».
Dari Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mendatangiku dan bersamaku ada seorang laki-laki. Lantas beliau bertanya, "Wahai Aisyah, siapa ini?" Aku menjawab, Dia saudara sesusuanku. Lalu Rasulullah bersabda, "Wahai Aisyah! Perhatikan siapa saja saudara-saudaramu, karena sesungguhnya susuan (yang menyebabkan hubungan mahram) adalah susuan yang dapat menghilangkan rasa lapar."
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan

Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mendatangi Aisyah dan beliau mendapati bersamanya saudara sesusuannya -dan beliau tidak mengenalnya-, maka wajah Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- berubah karena tidak suka dengan keadaan tersebut dan cemburu atas mahramnya. Aisyah pun mengetahui sebab berubahnya wajah beliau maka Aisyah memberitahukan bahwasanya dia adalah saudara sesusuannya, maka Rasulullah berkata, wahai Aisyah perhatikan dan telitilah dalam masalah persusuan, karena ada juga persusuan yang tidak menyebabkan hubungan mahram, karena persusuan yang menyebabkan hubungan mahram adalah susuan yang menumbuhkan daging dan menguatkan tulang, yaitu ketika bayi masih membutuhkan air susu ibu dan menjadikannya makanan pokoknya, maka ketika itu bayi menjadi bagian dari ibu yang menyusuinya dan menjadi salah satu anaknya dan anak tersebut sebagai mahramnya. Yang dimaksud dengan mahram di sini adalah dia menjadi mahram bagi perempuan yang menyusuinya dan keluarga perempuan tersebut, sehingga wanita tidak perlu berhijab darinya, dan dia boleh beduaan dengan perempuan itu dan menjadi mahramnya untuk bepergian. Hukum ini mencakup wanita yang menyusui, suaminya yang menjadi penyebab adanya air susu, anak-anak keduanya, saudara-saudara keduanya, bapak dan ibu keduanya.

Rujukan

- صحيح البخاري، للإمام أبي عبد الله محمد بن إسماعيل البخاري، عناية محمد زهير الناصر، دار طوق النجاة، الطبعة الأولى، 1422هـ. - صحيح مسلم، للإمام مسلم بن الحجاج، حققه ورقمه محمد فؤاد عبد الباقي، دار عالم الكتب - الرياض، الطبعة الأولى، 1417هـ. - الإلمام بشرح عمدة الأحكام، للشيخ إسماعيل الأنصاري، مطبعة السعادة - الطبعة الثانية، 1392ه. - تيسير العلام شرح عمدة الأحكام، عبد الله البسام، تحقيق محمد صبحي حسن حلاق، مكتبة الصحابة، الشارقة، الطبعة العاشرة، 1426ه.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com