Rasulullah ﷺ mengabari kita bahwa orang yang mengucapkan kalimat tauhid disertai pemahaman terhadap maknanya dan mengamalkan konsekuensinya, bersaksi atas kehambaan Muhammad ﷺ dan kerasulannya, mengakui kehambaan Isa dan kerasulannya, juga bersaksi bahwa Allah menciptakannya dengan kalimat "jadilah" maka dia pun ada, bahwa dia adalah roh di antara roh-roh yang diciptakan Allah, serta membebaskan ibunya dari semua tuduhan yang disematkan orang-orang Yahudi padanya, sekaligus beriman bahwa surga itu benar adanya serta neraka juga benar adanya dengan meyakini keduanya sudah ada dan keduanya adalah nikmat Allah dan siksa-Nya, lalu dia meninggal di atas keyakinan itu, maka tempat kembalinya adalah surga, walaupun dia kurang dalam ketaatan dan memiliki dosa.
- 1- Allah Ta'ala menciptakan Isa bin Maryam dengan kalimat "jadilah" tanpa ayah.
- 2- Menggabungkan antara status Nabi Isa dan Muhammad -semoga Allah melimpahkan selawat dan salam pada keduanya- bahwa keduanya sama-sama hamba Allah dan utusan-Nya; keduanya adalah utusan yang tidak boleh didustakan serta hamba yang tidak boleh disembah.
- 3- Keutamaan tauhid dan penghapusannya terhadap dosa, dan tempat kembali orang yang bertauhid ialah surga walaupun ia terjerumus dalam sebagian dosa.
صحيح البخاري (4/ 165) (3435). صحيح مسلم (1/ 57) (28). الملخص في شرح كتاب التوحيد، لصالح الفوزان (ص25). الجديد في شرح كتاب التوحيد، لمحمد القرعاوي (ص36).