Langsung ke konten
Hadis dengan penjelasan

Wahai Rasulullah, mengapa orang-orang telah bertahalul dari umrahnya sementara anda belum bertahalul dari umrah anda? Beliau menjawab, "Sesungguhnya aku telah mengempalkan rambutku dan mengalungi hewan kurbanku, maka aku tidak akan bertahalul hingga aku menyembelih (hewan kurbanku)".

عن حَفْصَة زَوْج النَّبِي رضي الله عنها قالت: «يَا رَسُولَ اللَّه، مَا شَأن النَّاس حَلُّوا مِنَ العُمرَة، وَلَم تَحِلَّ أنت مِنْ عُمْرَتِكَ؟ فَقَال: إنِّي لَبَّدْتُ رَأْسِي، وَقَلَّدتُ هَدْيِي، فَلا أَحِلُّ حَتَّى أَنْحَرَ».
Dari Ḥafṣah, istri Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- ia berkata, "Wahai Rasulullah, mengapa orang-orang telah bertahalul dari umrahnya sementara anda belum bertahalul dari umrah anda? Beliau menjawab, "Sesungguhnya aku telah mengempalkan rambutku dan mengalungi hewan kurbanku, maka aku tidak akan bertahalul hingga aku menyembelih (hewan kurbanku)."
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan

Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- berihram umrah dan haji dalam haji Wadak. Beliau menggiring hewan kurban, mengempal rambut dengan sesuatu agar tidak terurai karena waktu ihram beliau akan lama. Sebagian sahabat berihram seperti ihram beliau, sedang sebagian lain berihram umrah untuk kemudian menunaikan haji dengan santai (haji tamattu`). Mayoritas mereka tidak membawa hewan kurban dan sebagian mereka membawanya. Ketika mereka tiba di Makkah, lalu tawaf dan sa'i, beliau memerintah orang-orang yang tidak membawa hewan kurban yang berihram haji ifrad dan qiran agar mereka mengubah haji mereka menjadi umrah dan tahalul. Sedangkan beliau -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan sebagian sahabat yang membawa hewan kurban tetap berada dalam ihram mereka, tidak tahalul. Maka istri beliau, Ḥafṣah, menanyakan, mengapa orang-orang bertahalul sementara beliau tidak? Beliau menjawab, "Aku telah mengempalkan rambutku, mengalungi hewan kurbanku dan menggiringnya. Ini menghalangiku bertahalul sebelum hewan kurban sampai ke tempatnya, yakni hari selesainya haji di hari Nahr (10 Zulhijah)."

Rujukan

تيسير العلام شرح عمدة الأحكام، عبد الله بن عبد الرحمن البسام، تحقيق: محمد صبحي حلاق، مكتبة الصحابة، الإمارات، مكتبة التابعين، القاهرة، الطبعة: العاشرة 1426هـ، 2006م. تنبيه الأفهام شرح عمدة الأحكام، محمد بن صالح العثيمين، مكتبة الصحابة، الإمارات، الطبعة: الأولى 1426هـ، 2005م. عمدة الأحكام من كلام خير الأنام -صلى الله عليه وسلم- لعبد الغني المقدسي، دراسة وتحقيق: محمود الأرناؤوط، مراجعة وتقديم: عبد القادر الأرناؤوط، دار الثقافة العربية، دمشق، بيروت، مؤسسة قرطبة، الطبعة: الثانية 1408هـ، 1988م. صحيح البخاري، محمد بن إسماعيل البخاري الجعفي، تحقيق: محمد زهير الناصر، دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم: محمد فؤاد عبد الباقي)، الطبعة: الأولى 1422هـ. صحيح مسلم، مسلم بن الحجاج القشيري النيسابوري، تحقيق محمد فؤاد عبد الباقي، دار إحياء التراث العربي، بيروت، الطبعة: 1423هـ.

Hadis ini di HadeethEnc.com
Tata Cara Haji

Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com