Bermalam di Mina pada malam-malam tasyrik adalah salah satu kewajiban haji yang dilakukan oleh Nabi - ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Sesungguhnya menetap di Mina pada malam-malam tersebut termasuk ketaatan kepada Allah -Ta'ālā- dan merupakan bagian dari syiar (ritual) haji. Mengingat perbuatan memberi minum kepada para jamaah haji termasuk ibadah yang memiliki keutamaan, karena merupakan pelayanan terhadap para jamaah haji di rumah Allah dan para tamu-Nya, maka Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memberikan keringanan kepada pamannya Al-'Abbās untuk tidak bermalam di Mina karena melakukan tugas memberi minum. Ia pun memberikan minuman kepada para jamaah haji, dan itu merupakan kepentingan umum yang menunjukkan bahwa orang lain yang tidak melakukan hal seperti itu dan tidak ada uzur, maka ia tidak mendapatkan keringanan ini.
تيسير العلام، للبسام، الناشر: مكتبة الصحابة، الإمارات، مكتبة التابعين، القاهرة الطبعة، العاشرة، 1426هـ - 2006 م. تنبيه الأفهام، للعثيمين، طبعة مكتبة الصحابة الإمارات، مكتبة التابعين، القاهرة، الطبعة الأولى 1426هـ. صحيح البخاري، لأبي عبد الله محمد بن إسماعيل البخاري، تحقيق محمد زهير بن ناصر الناصر، الناشر: دار طوق النجاة، الطبعة: الأولى 1422هـ. صحيح مسلم، المحقق: محمد فؤاد عبد الباقي، الناشر: دار إحياء التراث العربي – بيروت. تأسيس الأحكام، أحمد بن يحيى النجمي، دار المنهاج، القاهرة، مصر، الطبعة الأولى.