Langsung ke konten
Hadis dengan penjelasan

Kenapa ada orang-orang yang mengangkat penglihatannya ke arah langit dalam salat mereka?" Lalu peringatan beliau bertambah keras sampai-sampai beliau bersabda, 'Hendaklah mereka berhenti melakukannya, karena kalau tidak, niscaya akan tersambar pengelihatannya (sehingga menjadi buta)!'

عَن أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «مَا بَالُ أَقْوَامٍ يَرْفَعُونَ أَبْصَارَهُمْ إِلَى السَّمَاءِ فِي صَلاَتِهِمْ»، فَاشْتَدَّ قَوْلُهُ فِي ذَلِكَ، حَتَّى قَالَ: «لَيَنْتَهُنَّ عَنْ ذَلِكَ أَوْ لَتُخْطَفَنَّ أَبْصَارُهُمْ».
Anas bin Mālik -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Kenapa ada orang-orang yang mengangkat penglihatannya ke arah langit dalam salat mereka?" Lalu peringatan beliau bertambah keras sampai-sampai beliau bersabda, 'Hendaklah mereka berhenti melakukannya, karena kalau tidak, niscaya akan tersambar pengelihatannya (sehingga menjadi buta)!'"
HR. BukhariDerajatSahih
Penjelasan

Nabi ﷺ memperingatkan orang yang melihat ke atas ketika salat saat berdoa atau lainnya. Kemudian beliau mempertegas larangan dan ancamannya terhadap orang yang melakukan hal itu, yaitu dikhawatirkan penglihatan mereka akan dicabut dengan cepat, tanpa mereka rasakan ternyata mereka telah kehilangan nikmat penglihatan.

Faedah
  1. 1- Keindahan dakwah Nabi ﷺ dan penjelasan beliau terhadap kebenaran, yaitu beliau tidak mengungkap siapa yang melakukan kesalahan karena yang menjadi tujuan adalah menerangkan kebenaran dan itu telah terwujud. Juga, karena cara tersebut menutupi orang yang bersalah dan lebih mudah untuk diterima.
  2. 2- Larangan tegas dan ancaman keras terhadap orang yang melihat ke atas ketika salat.
  3. 3- Disebutkan dalam 'Aunul-Ma'būd: "Ilat larangan tersebut adalah ketika ia mengangkat pandangan ke atas maka ia telah keluar dari wibawa kiblat serta telah berpaling dari kiblat dan posisi salat."
  4. 4- Mengangkat pandangan ke atas berlawanan dengan khusyuk dalam salat.
  5. 5- Agungnya kedudukan salat, dan orang yang mengerjakan salat wajib dalam keadaan beradab yang sempurna terhadap Allah ﷻ.
Rujukan

صحيح البخاري (1/ 150) (750). كشاف القناع عن متن الإقناع، لمنصور بن يونس البهوتي (2/ 404). توضيح الأحكام شرح بلوغ المرام، لعبد الله البسام (2/ 101). فتح ذي الجلال والإكرام شرح بلوغ المرام، لابن عثيمين (1/ 587). منار القاري شرح مختصر صحيح البخاري، لحمزة قاسم (2/ 159).

Hadis ini di HadeethEnc.com
Kesalahan-kesalahan Orang yang Salat

Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com