Nabi ﷺ menerangkan bahwa orang yang membaca setelah selesai salat fardu: 1- Subḥānallāh (sebanyak 33 kali); yang berarti menyucikan Allah dari segala kekurangan. 2- Alḥamdulillāh (sebanyak 33 kali); yang berarti pujian kepada-Nya dengan sifat-sifat kesempurnaan disertai mencintai dan mengagungkan-Nya. 3- Allāhu akbar (sebanyak 33 kali); yang berarti Allah paling besar dan paling mulia dari segala sesuatu. Lalu menyempurnakan jumlahnya menjadi 100 dengan membaca: Lā ilāha illallāh waḥdahu lā syarīka lah, lahul-mulku wa lahul-ḥamdu wa huwa 'alā kulli syai`in qadīr (Artinya: tidak ada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah saja, tidak ada sekutu bagi-Nya, Dia semata pemilik kerajaan yang sempurna, yang berhak terhadap pujian disertai cinta dan pengagungan, tidak ada selain-Nya, dan Dia Mahakuasa, tidak ada sesuatu pun yang mengalahkan-Nya). Siapa yang membaca semua ini, niscaya akan dihapus dan diampuni kesalahan-kesalahannya, walaupun banyak seperti buih putih yang mengambang di atas laut ketika bergelombang dan berombak.
- 1- Anjuran membaca zikir ini setelah salat-salat fardu.
- 2- Zikir ini adalah sebab pengampunan dosa.
- 3- Besarnya karunia, rahmat dan ampunan Allah Ta'ala.
- 4- Zikir ini adalah sebab pengampunan dosa-dosa kecil, adapun dosa besar, ia tidak dapat digugurkan kecuali oleh tobat.
صحيح مسلم (1/ 418) (597). سبل السلام شرح بلوغ المرام، لمحمد الصنعاني (1/ 295 ). توضيح الأحكام مِن بلوغ المرام، للبسام (2/ 304). فتح ذي الجلال والإكرام شرح بلوغ المرام، لابن عثيمين (2/ 182).