Abdullah bin Zaid -raḍiyallāhu 'anhu- menerangkan tata cara wudu Nabi ﷺ langsung dengan cara praktik. Dia meminta bejana kecil berisi air, lalu pertama-tama membasuh dua telapak tangan, dengan memiringkan wadah tersebut dan menuangkan air seraya membasuh keduanya tiga kali. Kemudian dia memasukkan tangannya di wadah, lalu mengambil tiga kali cidukan seraya berkumur-kumur, memasukkan ke dalam hidung dan mengeluarkannya di setiap cidukan. Kemudian dia mengambil air dari bejana seraya membasuh wajah tiga kali. Selanjutnya dia mengambil air lagi, lalu membasuh kedua tangan sampai siku, masing-masing dua kali. Kemudian dia memasukkan tangannya lagi di wadah lalu mengusap kepala dengan dua tangannya, dimulai dari depan kepala sampai tengkuknya bagian atas leher, lalu menariknya kembali ke tempat pertama mulai. Kemudian membasuh kedua kaki beserta dua mata kaki.
- 1- Seorang guru seharusnya menggunakan sarana termudah untuk mewujudkan pemahaman dan pengetahuan yang kukuh, di antaranya ialah pengajaran dengan metode praktik.
- 2- Boleh mengulang pembasuhan tiga kali di beberapa anggota wudu dan dua kali di anggota lainnya, sedangkan yang wajib ialah satu kali.
- 3- Pembasuhan anggota wudu harus dilakukan secara berurutan seperti yang disebutkan di dalam hadis.
- 4- Batasan wajah secara vertikal ialah dari tempat normal tumbuhnya rambut hingga ke bawah jenggot dan dagu, dan secara horizontal dari telinga ke telinga satunya.
صحيح البخاري (1/ 48) (186). صحيح مسلم (1/ 210) (235). الإلمام بشرح عمدة الأحكام، لإسماعيل الأنصاري (1/ 18). الإفهام في شرح عمدة الأحكام، لابن باز (ص72). تيسير العلام شرح عمدة الأحكام، لعبد الله البسام (ص29). تنبيه الأفهام شرح عمدة الأحكام، لابن عثيمين (1/ 27). شرح العمدة للسعدي (ص 50).