Ḥumrān, mantan budak Uṡmān bin 'Affān, meriwayatkan bahwa dia pernah melihat Uṡmān meminta air untuk wudu. Lantas ia menuangkan air dari wadahnya ke kedua tangannya lalu membasuhnya tiga kali, lalu memasukkan tangan kanannya ke air wudu kemudian berkumur-kumur, memasukkan air ke hidung dan mengeluarkannya. Setelah itu, ia membasuh wajahnya tiga kali dan kedua tangannya sampai siku tiga kali. Lalu ia mengusap kepalanya, kemudian membasuh masing-masing kaki tiga kali. Setelah itu, ia berkata, "Aku melihat Nabi ﷺ berwudu seperti wuduku ini, dan beliau bersabda, 'Siapa yang berwudu seperti wuduku ini lalu menunaikan salat dua rakaat tanpa memikirkan hal-hal keduniaan dalam dirinya pada kedua rakaat itu, maka akan diampuni dosanya yang telah lalu.'"
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan
Uṡmān -raḍiyallāhu 'anhu- mengajarkan tata cara wudu Nabi ﷺ dengan cara praktik langsung agar lebih jelas. Ia lantas meminta air di bejana, lalu menuangkan air itu di kedua tangannya sebanyak tiga kali. Setelah itu, ia memasukkan tangan kanannya di bejana untuk mengambil air lalu berkumur-kumur dengannya dan mengeluarkannya. Kemudian ia menghirup air dengan napasnya ke bagian dalam hidung kemudian menyemburkannya keluar. Selanjutnya, ia membasuh mukanya sebanyak tiga kali, kemudian membasuh kedua tangan bersama sikunya sebanyak tiga kali, kemudian mengusapkan tangannya di atas kepala setelah dibasahi air sebanyak satu kali, kemudian membasuh kedua kaki bersama dua mata kakinya sebanyak tiga kali.
Setelah selesai, Uṡmān -raḍiyallāhu 'anhu- mengabari mereka bahwa dia pernah melihat Nabi ﷺ berwudu seperti wudu itu dan beliau ﷺ memberi mereka kabar gembira bahwa siapa yang berwudu seperti wudunya lalu salat dua rakaat dengan khusyuk dan menghadirkan hati di hadapan Allah ﷻ, maka Allah akan memberinya ganjaran atas wudu yang sempurna itu serta salat yang khusyuk dengan pengampunan terhadap dosa-dosanya yang telah lalu.
Faedah
1- Anjuran mencuci kedua tangan sebelum dimasukkan ke dalam wadah air di awal wudu sekalipun bukan saat bangun tidur. Apabila dia baru bangun tidur malam, maka diwajibkan untuk mencucinya.
2- Seorang pengajar harus menempuh cara termudah untuk memberikan pemahaman dan kekuatan ilmu pada pelajar, di antaranya pengajaran dengan praktik.
3- Orang yang salat harus menolak pikiran yang berkaitan dengan kesibukan dunia, karena kesempurnaan salat terletak pada kehadiran hati. Jika tidak seperti itu, pikiran itu tidak mungkin bebas darinya. Karena itu, ia wajib berusaha khusyuk dan tidak ikut larut di dalam pikiran keduniaan.
4- Anjuran memulai wudu dengan anggota bagian kanan.
5- Perintah mengurutkan antara kumur-kumur dan menghirup air ke dalam hidung dan mengeluarkannya.
6- Anjuran membasuh muka, kedua tangan dan kedua kaki tiga kali, tetapi yang wajib hanya sekali.
7- Ampunan dari Allah terhadap semua dosa yang telah lalu didapatkan dari kumpulan dua hal: wudu dan salat dua rakaat sebagaiman tata cara yang disebutkan dalam hadis.
8- Setiap anggota wudu memiliki batasan. Batasan muka ialah dari tempat tumbuh rambut kepala yang biasa hingga turunan jenggot dan dagu secara vertikal, dan dari telinga ke telinga secara horizontal. Batasan tangan ialah dari ujung jari-jari hingga siku, yaitu persendian antara lengan bawah dan lengan atas. Batasan kepala ialah dari tempat tumbuh rambut yang biasa dari sisi muka hingga bagian atas tengkuk dan usapan telinga bagian dari kepala. Batasan kaki ialah dari telapak kaki seluruhnya hingga persendian antara telapak kaki dengan betis.
Rujukan
صحيح البخاري (1/ 44) (164).
صحيح مسلم (1/ 204) (226).
الإلمام بشرح عمدة الأحكام، لإسماعيل الأنصاري (1/ 16).
تيسير العلام شرح عمدة الأحكام، للبسام (ص26).
تنبيه الأفهام شرح عمدة الأحكام، لابن عثيمين (1/ 24).
Yaḥyā bin 'Umārah Al-Māzini meriwayatkan, ia berkata, "Aku pernah menyaksikan 'Amr bin Abu Hasan bertanya kepada Abdullah bin Zaid mengenai wudu Nabi ﷺ? Lantas Abdullah bin Zaid meminta satu wadah air. Dia memperagakan praktik wudu Nabi ﷺ kepada mereka. Ia menuangkan air dari wadah itu ke kedua tangannya lalu membasuh kedua tangannya tiga kali. Setelah itu ia memasukkan tangannya ke wadah lalu berkumur-kumur, memasukkan air ke hidung dan membuangnya tiga kali dengan tiga kali cidukan. Kemudian ia memasukkan tangannya lalu membasuh wajahnya tiga kali. Selanjutnya ia memasukkan tangannya ke wadah lalu membasuh keduanya hingga siku. Lantas ia memasukkan tangannya ke wadah lalu mengusap kepala. Dia mengusap bagian kepalanya dari bagian depan lalu ke belakang satu kali, lalu membasuh kedua kakinya hingga dua mata kaki."
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan
Abdullah bin Zaid -raḍiyallāhu 'anhu- menerangkan tata cara wudu Nabi ﷺ langsung dengan cara praktik. Dia meminta bejana kecil berisi air, lalu pertama-tama membasuh dua telapak tangan, dengan memiringkan wadah tersebut dan menuangkan air seraya membasuh keduanya tiga kali. Kemudian dia memasukkan tangannya di wadah, lalu mengambil tiga kali cidukan seraya berkumur-kumur, memasukkan ke dalam hidung dan mengeluarkannya di setiap cidukan. Kemudian dia mengambil air dari bejana seraya membasuh wajah tiga kali. Selanjutnya dia mengambil air lagi, lalu membasuh kedua tangan sampai siku, masing-masing dua kali. Kemudian dia memasukkan tangannya lagi di wadah lalu mengusap kepala dengan dua tangannya, dimulai dari depan kepala sampai tengkuknya bagian atas leher, lalu menariknya kembali ke tempat pertama mulai. Kemudian membasuh kedua kaki beserta dua mata kaki.
Faedah
1- Seorang guru seharusnya menggunakan sarana termudah untuk mewujudkan pemahaman dan pengetahuan yang kukuh, di antaranya ialah pengajaran dengan metode praktik.
2- Boleh mengulang pembasuhan tiga kali di beberapa anggota wudu dan dua kali di anggota lainnya, sedangkan yang wajib ialah satu kali.
3- Pembasuhan anggota wudu harus dilakukan secara berurutan seperti yang disebutkan di dalam hadis.
4- Batasan wajah secara vertikal ialah dari tempat normal tumbuhnya rambut hingga ke bawah jenggot dan dagu, dan secara horizontal dari telinga ke telinga satunya.
Rujukan
صحيح البخاري (1/ 48) (186).
صحيح مسلم (1/ 210) (235).
الإلمام بشرح عمدة الأحكام، لإسماعيل الأنصاري (1/ 18).
الإفهام في شرح عمدة الأحكام، لابن باز (ص72).
تيسير العلام شرح عمدة الأحكام، لعبد الله البسام (ص29).
تنبيه الأفهام شرح عمدة الأحكام، لابن عثيمين (1/ 27).
شرح العمدة للسعدي (ص 50).
عن عبْدِ خيْرٍقال: أتانا علي رضي الله عنه وقد صلَّى فدعا بطَهور، فقلنا ما يصنع بالطَّهور وقد صلَّى ما يُريد، إلا ليعلِّمَنا، فأُتِي بإناء فيه ماء وطَسْت، فأفْرَغَ من الإناء على يمينه، فغسل يديه ثلاثا، ثم تَمَضْمَضَ واسْتَنْثَر ثلاثا، فمَضْمَض ونَثَرَ من الكفِّ الذي يأخُذ فِيه، ثم غسل وجهه ثلاثا، ثم غسل يده اليمنى ثلاثا، وغسل يده الشِّمال ثلاثا، ثم جعل يده في الإناء فمسَحَ بِرأسه مرَّة واحدة، ثم غسل رجله اليمنى ثلاثا، ورِجْلَه الشمال ثلاثا. ثم قال: «مَنْ سرَّه أن يعْلَم وُضُوء رسول الله صلى الله عليه وسلم فهو هذا».
Dari Abdu Khair, ia berkata, "Ali -raḍiyallāhu 'anhu- mendatangi kami setelah dia salat, lalu dia meminta diberikan air wudu. Maka kami pun berkata, "Apa yang akan dilakukannya dengan air wudu padahal dia sudah salat?. Tidaklah dia menginginkan sesuatu melainkan untuk mengajari kami." Lalu diambilkanlah untuknya seember air dan wadah. Kemudian ia menuangkan air itu di tangan kanannya, lalu membasuh kedua tangannya sebanyak tiga kali. Lantas dia berkumur-kumur, memasukkan air ke hidung dan mengeluarkannya sebanyak tiga kali. Dia berkumur-kumur dan mengeluarkan air dari hidung dengan tangan yang ia gunakan menciduk air. Kemudian dia membasuh wajahnya tiga kali. Lalu membasuh tangan kanannya tiga kali dan membasuh tangan kirinya tiga kali. Lantas mencelupkan tangannya ke dalam wadah air dan mengusapkan keduanya di kepalanya hanya sekali saja. Kemudian membasuh kaki kanannya tiga kali dan kaki kirinya tiga kali. Setelah itu, ia berkata, “Siapa ingin mengetahui tata cara wudu Rasulullah -ṣallallāhu 'alahi wa sallam- maka inilah tata cara wudu beliau.”
Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah - Diriwayatkan oleh Nasā`i - Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh AhmadDerajatHadis sahih
Penjelasan
Hadis panjang ini menjelaskan tata cara wudu Rasulullah -ṣallallāhu 'alahi wa sallam-, di dalamnya Abdu Khair menyatakan; bahwa Ali bin Abi Ṭālib -raḍiyallāhu 'anhu- mendatangi mereka setelah beliau salat dan langsung meminta air wudu. Maka mereka pun merasa janggal mengingat Ali bin Abi Ṭālib -raḍiyallāhu 'anhu- sudah salat sebelumnya. Kemudian mereka akhirnya mengerti bahwa Ali bin Abi Ṭālib -raḍiyallāhu 'anhu- hendak mengajarkan tata cara wudu Rasulullah -ṣallallāhu 'alahi wa sallam- sehingga mereka mengambilkan seember air. Lantas Ali bin Abi Ṭālib -raḍiyallāhu 'anhu- menuangkan air ke tangan kanannya dan membasuh kedua tangannya tiga kali. Lantas berkumur, memasukkan air ke hidung dan mengeluarkannya sebanyak tiga kali. Dia berkumur-kumur dan mengeluarkan air dari hidung dengan tangan yang ia gunakan menciduk air. Kemudian membasuh wajahnya tiga kali. Batasan wajah adalah dari tempat berawal tumbuhnya rambut (atas dahi) hingga dagu dan bagian luar jenggot, serta dari telinga (kanan) hingga telinga (kiri). Kemudian membasuh tangan kanannya sampai sikunya tiga kali dan tangan kiri sampai siku juga tiga kali. Kedua siku termasuk yang wajib dibasuh. Kemudian mengusap kepala sekali. Lalu membasuh kaki kanan tiga kali dan kaki kiri juga tiga kali. Setelah selesai wudu, Ali bin Abi Ṭālib -raḍiyallāhu 'anhu- menyatakan bahwa itulah tata cara wudu Rasulullah -ṣallallāhu 'alahi wa sallam-.
Rujukan
سنن أبي داود, المحقق: محمد محيي الدين عبد الحميد, المكتبة العصرية، صيدا – بيروت.
السنن الصغرى للنسائي "المجتبى"، تحقيق: عبد الفتاح أبو غدة، نشر: مكتب المطبوعات الإسلامية – حلب، الطبعة: الثانية، 1406ه – 1986م.
مسند الإمام أحمد بن حنبل، تحقيق: شعيب الأرنؤوط - عادل مرشد، وآخرون، نشر: مؤسسة الرسالة، الطبعة: الأولى، 1421هـ - 2001م.
سنن ابن ماجه, تحقيق: محمد فؤاد عبد الباقي, الناشر: دار إحياء الكتب العربية - فيصل عيسى البابي الحلبي.
معجم اللغة العربية المعاصرة، للدكتور أحمد مختار عبد الحميد عمر بمساعدة فريق عمل، الناشر: عالم الكتب، الطبعة: الأولى، 1429 هـ - 2008 م.
تاج العروس من جواهر القاموس, محمّد بن محمّد الحسيني، الملقّب بمرتضى الزَّبيدي, مجموعة من المحققين, الناشر: دار الهداية.
توضيح الأحكام مِن بلوغ المرام، تأليف: عبد الله بن عبد الرحمن بن صالح البسام، الناشر: مكتبة الأسدي، مكة المكرّمة الطبعة: الخامِسَة، 1423 هـ - 2003 م
فتح ذي الجلال والإكرام شرح بلوغ المرام لمحمد بن صالح بن محمد العثيمين، تحقيق: صبحي بن محمد رمضان، وأُم إسراء بنت عرفة، ط1، المكتبة الإسلامية، مصر، 1427ه.
منحة العلام في شرح بلوغ المرام، تأليف : عبد الله بن صالح الفوزان، الناشر : دار ابن الجوزي الطبعة : الأولى ، 1427 هـ، 1431 هـ.
تسهيل الإلمام بفقه الأحاديث من بلوغ المرام، تأليف: صالح بن فوزان بن عبد الله الفوزان، الطبعة: الأولى، 1427، 2006 م.
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Apabila salah seorang kalian bangun tidur, hendaklah ia menyemburkan air dari hidungnya tiga kali karena setan bermalam di dalam hidungnya."
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan
Nabi ﷺ menganjurkan orang yang bangun tidur agar melakukan istinṡār tiga kali. Istinṡār adalah mengeluarkan air dari hidung setelah memasukkannya karena setan bermalam di dalam hidung seluruhnya.
Faedah
2- Perintah kepada semua orang yang bangun tidur agar melakukan istinṡār (menyemburkan air dari hidung) untuk menghilangkan bekas setan dari hidungnya. Apabila ia akan berwudu, maka perintah istinṡār lebih ditekankan.
3- Istinṡār bagian dari kesempurnaan faedah istinsyāq (menghirup air ke dalam hidung) karena istinsyāq adalah membersihkan bagian dalam hidung, sedangkan istinṡār dapat mengeluarkan kotoran tersebut bersama air.
4- Mengkhususkan hal itu pada tidur malam, yaitu diambil dari lafaz "yabīt" karena istilah itu hanya berlaku pada tidur malam. Selain itu, karena tidur malam berpotensi lama dan nyenyak.
5- Di dalam hadis ini terdapat dalil yang menunjukkan bahwa setan dapat menyentuh manusia, sementara ia tidak merasakannya.
Rujukan
صحيح البخاري (4/ 126) (3295).
صحيح مسلم (1/ 212) (238).
توضيح الأحكام، للشيخ للبسام (1/ 211).
سُبل السلام، للصنعاني (1/ 64).
فتح ذي الجلال والإكرام بشرح بلوغ المرام، لابن عثيمين (1/ 179).
منحة العلَّام، لعبد الله الفوزان (1/ 166).
عن عبد الله بن زيد رضي الله عنه مرفوعاً: «أن النبي صلى الله عليه وسلم أُتِيَ بِثُلُثَيْ مُدٍّ فجعل يَدْلُكُ ذِرَاعَه».
Dari Abdullah bin Zaid -raḍiyallāhu 'anhu- secara marfū', "Bahwasanya Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah diberi dua pertiga mudd (air) lalu beliau menggosok lengannya."
Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaimah - Diriwayatkan oleh AhmadDerajatHadis sahih
Penjelasan
Dalam hadis ini Abdullah bin Zaid -raḍiyallāhu 'anhu- mengabarkan tentang ukuran air yang digunakan untuk wudu Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Bahwasannya beliau berwudu dengan dua pertiga mudd, karena sudah mencukupi tanpa berlebihan. Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menggosok lengannya agar air bisa mengalir ke seluruh bagian tubuh yang dibasuh.
Rujukan
مسند الإمام أحمد، تأليف: أحمد بن محمد بن حنبل، تحقيق: شعيب الأرناؤوط وغيره، الناشر: الناشر: مؤسسة الرسالة ، الطبعة: الأولى، 1421 هـ.
صحيح ابن خزيمة، تأليف: أبو بكر محمد بن إسحاق بن خزيمة ، المحقق: د. محمد مصطفى الأعظمي، الناشر: المكتب الإسلامي، بيروت.
توضيح الأحكام مِن بلوغ المرام، تأليف: عبد الله بن عبد الرحمن بن صالح البسام، الناشر: مكتبة الأسدي، مكة المكرّمة الطبعة: الخامِسَة، 1423 هـ - 2003 م.
التعليقات الحسان على صحيح ابن حبان وتمييز سقيمه من صحيحه، وشاذه من محفوظه، محمد ناصر الدين الألباني، الناشر: دار باوزير للنشر والتوزيع، الطبعة: الأولى، 1424 هـ - 2003 م.
عن عبد الله بن زيد رضي الله عنه يَذْكُر أنه: «رأى رسول الله صلى الله عليه وسلم توضأ فَمَضْمَض، ثم اسْتَنْثَرَ، ثم غسل وجهه ثلاثا، ويَدَه اليُمنى ثلاثا والأخرى ثلاثا، ومسح برأسه بماء غير فَضْلِ يَدِهِ، وغسل رجْلَيْه حتى أنْقَاهُما».
Dari Abdullah bin Zaid -raḍiyallāhu 'anhu- ia menyebutkan bahwa dirinya pernah melihat Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- berwudu, beliau berkumur-kumur, lalu mengeluarkan air dari hidung, lalu membasuh muka sebanyak tiga kali, kemudian tangan kanannya sebanyak tiga kali, dan sebelah kirinya tiga kali, lalu mengusap kepalanya dengan air bukan bekas dari tangannya, dan membasuh kedua kakinya hingga beliau membersihkan keduanya dari kotoran.
Diriwayatkan oleh MuslimDerajatHadis sahih
Penjelasan
Abdullah bin Zaid -raḍiyallāhu 'anhu- memberitahukan tentang tata cara berwudu Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Dia memberitahukan bahwa beliau berwudu, lantas beliau memasukkan air ke dalam mulutnya lalu memutarnya dan menggerak-gerakkannya. Lalu beliau memasukkan air ke hidungnya dan mengeluarkannya, kemudian beliau membasuh wajahnya sebanyak tiga kali, lalu membasuh tangan sebelah kanannya sampai siku sebanyak tiga kali, lalu tangan sebelah kiri sampai siku sebanyak tiga kali, kemudian mengusap kepalanya dengan menggunakan air yang baru, lalu membasuh kedua kakinya sampai kedua mata kaki hingga hilang kotoran dari keduanya.
Rujukan
المنهاج شرح صحيح مسلم، تأليف: محيي الدين يحيى بن شرف النووي، الناشر: دار إحياء التراث العربي، الطبعة: الثانية 1392هـ.
مرعاة المفاتيح شرح مشكاة المصابيح، تأليف: عبيد الله بن محمد المباركفوري، الناشر: إدارة البحوث العلمية والدعوة والإفتاء، الطبعة: الثالثة - 1404هـ.
فتح ذي الجلال والإكرام، شرح بلوغ المرام، تأليف: محمد بن صالح بن محمد العثيمين، الناشر: المكتبة الإسلامية، تحقيق: صبحي بن محمد رمضان، وأُم إسراء بنت عرفة.
توضِيحُ الأحكَامِ مِن بُلوُغ المَرَام، للبسام، نشر: مكتَبة الأسدي، مكّة المكرّمة، الطبعة: الخامِسَة، 1423هـ - 2003 م.
عن المغيرة بن شعبة رضي الله عنه : أن النبي صلى الله عليه وسلم توضأ، فمسح بِنَاصِيَتِهِ، وعلى العِمَامة والخُفَّين.
Dari Mugīrah bin Syu'bah -raḍiyallāhu 'anhu-, bahwa Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah berwudu, beliau mengusap jambul (bagian depan rambutnya), serban, dan kedua khuf (sepatu).
Diriwayatkan oleh MuslimDerajatHadis sahih
Penjelasan
Mugīrah bin Syu'bah -raḍiyallāhu 'anhu- mengabarkan bahwa Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengusap jambulnya (ketika berwudu), yaitu rambut bagian depan lalu menyempurnakannya dengan mengusap di atas serban. Beliau -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- tidak hanya sebatas mengusap sebagian rambutnya saja, akan tetapi menyempurnakannya dengan mengusap 'imamah. Juga bagian dari petunjuk beliau -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- adalah mengusap diatas kedua khuf (sepatu) sebagaimana dijelaskan dalam hadis ini dan hadis lainnya.
Rujukan
صحيح مسلم، تأليف: مسلم بن الحجاج النيسابوري، تحقيق: محمد فؤاد عبد الباقي الناشر: دار إحياء التراث العربي – بيروت.
سبل السلام شرح بلوغ المرام، تأليف: محمد بن إسماعيل بن صلاح الصنعاني، الناشر: دار الحديث الطبعة: بدون طبعة وبدون تاريخ.
توضيح الأحكام مِن بلوغ المرام، تأليف: عبد الله بن عبد الرحمن بن صالح البسام، الناشر: مكتبة الأسدي، مكة المكرّمة الطبعة: الخامِسَة، 1423 هـ - 2003 م.
منحة العلام في شرح بلوغ المرام، تأليف: عبد الله بن صالح الفوزان، الناشر: دار ابن الجوزي الطبعة: الأولى، 1427 هـ - 1431 هـ.
تسهيل الإلمام بفقه الأحاديث من بلوغ المرام، تأليف: صالح بن فوزان بن عبد الله الفوزان، الطبعة: الأولى، 1427 هـ - 2006 م.
عن جابر بن عبد الله رضي الله عنهما قال: كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا توضأ أدار الماء على مِرْفَقَيْهِ.
Dari Jābir bin Abdillah -raḍiyallāhu 'anhumā- ia berkata, "Dahulu Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- jika berwudu, beliau mengucurkan air ke kedua sikunya."
Diriwayatkan oleh Baihaqi - Diriwayatkan oleh DaruquṭniDerajatHadis sahih
Penjelasan
Hadis tersebut menjelaskan bahwa di antara kewajiban wudu adalah membasuh kedua tangan hingga kedua siku, dan penegasan untuk meratakan air sampai ke kedua siku menjadi penjelas bahwa kedua siku termasuk anggota wudu saat membasuh kedua tangan.
Rujukan
سنن الدارقطني، تحقيق: شعيب الأرنؤوط وآخرون، ط1، مؤسسة الرسالة، بيروت، لبنان، 1424 هـ.
سنن البيهقي الكبرى، أحمد بن الحسين بن علي أبو بكر البيهقي، مكتبة دار الباز - مكة المكرمة ، 1414 – 1994، تحقيق: محمد عبد القادر عطا.
السلسلة الصحيحة، المؤلف: محمد ناصر الدين الألباني، الناشر: مكتبة المعارف – الرياض, الطبعة الأولى, 1422ه.
تسهيل الإلمام بفقه الأحاديث من بلوغ المرام للحافظ أحمد بن علي بن حجر العسقلاني، شرحه الشيخ د. صالح بن فوزان الفوزان، اعتنى بإخراجه: عبد السلام السليمان، ط 1، 1427ه/2006م.
توضيح الأحكام من بلوغ المرام للحافظ أحمد بن علي بن حجر العسقلاني، عبدالله بن عبد الرحمن البسام ، مكتبة الأسدي، مكة، ط الخامسة، 1423هـ.
منحة العلام في شرح بلوغ المرام، تأليف عبد الله بن صالح الفوزان، ط 1، 1427هـ، دار ابن الجوزي - الرياض.
Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com