Langsung ke konten
Hadis dengan penjelasan

Ahl-us-Sunnah's (Sunni) Stance on Religious Innovators

2 hadis

Akan muncul di akhir zaman sekelompok orang yang berusia muda dan memiliki pikiran dangkal. Mereka mengucapkan sebaik-baik ucapan manusia, tetapi mereka melesat keluar dari Islam seperti anak panah yang melesat dari busur

عَنْ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: إِذَا حَدَّثْتُكُمْ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَلَأَنْ أَخِرَّ مِنَ السَّمَاءِ أَحَبُّ إِلَيَّ مِنْ أَنْ أَكْذِبَ عَلَيْهِ، وَإِذَا حَدَّثْتُكُمْ فِيمَا بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ فَإِنَّ الحَرْبَ خَدْعَةٌ، سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: «يَأْتِي فِي آخِرِ الزَّمَانِ قَوْمٌ حُدَثَاءُ الأَسْنَانِ سُفَهَاءُ الأَحْلاَمِ، يَقُولُونَ مِنْ خَيْرِ قَوْلِ البَرِيَّةِ، يَمْرُقُونَ مِنَ الإِسْلاَمِ كَمَا يَمْرُقُ السَّهْمُ مِنَ الرَّمِيَّةِ، لاَ يُجَاوِزُ إِيمَانُهُمْ حَنَاجِرَهُمْ، فَأَيْنَمَا لَقِيتُمُوهُمْ فَاقْتُلُوهُمْ، فَإِنَّ قَتْلَهُمْ أَجْرٌ لِمَنْ قَتَلَهُمْ يَوْمَ القِيَامَةِ».
Ali -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Apabila aku menyampaikan hadis dari Rasulullah ﷺ kepada kalian, sungguh jatuh dari langit lebih aku sukai daripada berdusta atas nama beliau. Tetapi, apabila aku berbicara kepada kalian terkait urusan antara aku dan kalian, maka sungguh perang itu adalah tipu daya. Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Akan muncul di akhir zaman sekelompok orang yang berusia muda dan memiliki pikiran dangkal. Mereka mengucapkan sebaik-baik ucapan manusia, tetapi mereka melesat keluar dari Islam seperti anak panah yang melesat dari busur. Iman mereka tidak melebihi tenggorokan. Di mana pun kalian bertemu mereka, bunuhlah mereka. Membunuh mereka adalah pahala bagi orang yang membunuh mereka nanti di hari Kiamat."
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan

Amirul Mukminin Ali bin Abi Ṭālib -raḍiyallāhu 'anhu- mengabarkan, apabila kalian mendengarku menyampaikan hadis dari Nabi ﷺ, maka aku tidak akan menggunakan kiasan maupun kata-kata sindiran. Tetapi aku akan berkata lugas dan terang. Sungguh, aku jatuh dari langit lebih mudah dan lebih ringan bagiku daripada menyampaikan hadis dari Rasulullah ﷺ dengan cara berdusta atas nama beliau. Namun apabila aku berbicara tentang urusan antara aku dan manusia, maka sungguh perang itu tipu daya sehingga aku mungkin menggunakan kiasan dan kata-kata sindiran. Aku telah mendengar Nabi ﷺ bersabda: Akan muncul di akhir zaman pemuda-pemuda yang berusia muda dan lemah akal. Mereka berbicara dengan Al-Qur`an serta banyak membacanya, tetapi mereka keluar dari Islam dan melampaui batasan-batasannya seperti anak panah yang keluar dari busur. Iman mereka tidak melebihi tenggorokan. Di mana pun kalian bertemu mereka, bunuhlah mereka. Membunuh mereka menjadi sebab adanya pahala bagi orang yang membunuh mereka nanti di hari Kiamat.

Faedah
  1. 1- Menerangkan sebagian sifat-sifat orang-orang khawarij.
  2. 2- Di dalam hadis ini terdapat salah satu bukti kenabian, yaitu Nabi ﷺ mengabarkan sesuatu yang akan terjadi di tengah umat sepeninggal beliau, lalu hal itu terjadi seperti yang beliau kabarkan.
  3. 3- Boleh menggunakan kata-kata tauriyah (ambigu) dan sindiran dalam perang. Tipu daya dalam perang adalah dengan menggunakan kata tauriyah serta tipu muslihat tanpa membatalkan perjanjian dan jaminan dikarenakan adanya larangan terhadap hal tersebut.
  4. 4- An-Nawawiy berkata menjelaskan kalimat: "Mereka mengucapkan sebaik-baik ucapan manusia", "Maknanya: yaitu secara lahir. Seperti perkataan mereka: tidak ada hukum selain milik Allah, dan ucapan-ucapan semisalnya yang merupakan ajakan kepada Kitab Allah Ta'ala."
  5. 5- Ibnu Ḥajar berkata menjelaskan sabda beliau "Iman mereka tidak melampaui tenggorokan", "Maksudnya iman tersebut tidak mengakar ke dalam hati, karena sesuatu yang terhenti di tenggorokan dan tidak melewatinya tidak sampai ke dalam hati."
  6. 6- Al-Qāḍī berkata, "Para ulama telah berijmak bahwa orang-orang khawarij dan para ahli bidah semisalnya, apabila mereka memberontak pada pemerintah, menyelisihi pandangan jemaah umat Islam, serta tidak taat, mereka wajib diperangi setelah mereka diingatkan dan ditegakkan hujah."
Rujukan

صحيح البخاري (4/ 200) (3611). صحيح مسلم (2/ 746) (1066). النهاية في غريب الحديث والأثر (259)(866). البحر المحيط الثجاج في شرح صحيح الإمام مسلم بن الحجاج (20/ 264) (20/ 258). إرشاد الساري لشرح صحيح البخاري (6/ 58).

Hadis ini di HadeethEnc.com

Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga hawa nafsunya mengikuti ajaran yang aku bawa

عَنْ أَبِي مُحَمَّدٍ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرِو بْنِ العَاصِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يَكُونَ هَوَاهُ تَبَعًا لِمَا جِئْتُ بِهِ».
Abu Muhammad Abdullah bin 'Amr bin al-'Āṣ -raḍiyallāhu 'anhuma- meriwayatkan: Rasulullah ﷺ bersabda, "Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga hawa nafsunya mengikuti ajaran yang aku bawa."
Kami meriwayatkannya dalam kitab Al-Ḥujjah dengan sanad sahihDerajatAn-Nawawi berkata, "Hadis sahih."
Penjelasan

Nabi ﷺ menjelaskan bahwa seseorang tidak disebut telah memiliki kesempurnaan keimanan yang wajib hingga rasa cintanya mengikuti apa yang dibawa oleh Rasul ﷺ berupa: perintah-perintah, larangan-larangan, dan lainnya. Sebab itu, ia harus mencintai perkara yang beliau perintahkan serta membenci perkara yang beliau larang.

Faedah
  1. 1- Hadis ini merupakan kaidah dalam hal sikap untuk menerima syariat dan tunduk kepadanya.
  2. 2- Peringatan bagi manusia dari sikap yang menjadikan akal dan adat kebiasaan sebagai hukum serta dari sikap mendahulukannya atas ajaran yang dibawa oleh Rasulullah ﷺ. Pelaku hal tersebut dianggap keimanannya telah sirna.
  3. 3- Wajib berhukum dengan syariat dalam segala perkara, hal ini berdasarkan sabda beliau, "Apa yang aku bawa."
  4. 4- Iman itu bertambah dengan melakukan ketaatan dan berkurang dengan melakukan kemaksiatan.
Rujukan

الحجة على تارك المحجة لأبي الفتح نصر بن إبراهيم المقدسي، برقم (25). فتح الباري لابن حجر (13/289). جامع العلوم والحكم (3/1146). شرح النووي على مسلم (1/77).

Hadis ini di HadeethEnc.com

Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com