Langsung ke konten
Hadis dengan penjelasan

Keutamaan Surah dan Ayat

17 hadis

Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah mengutus seorang sahabat untuk memimpin pasukan sariyah (perang yang tidak diikuti Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-). Sahabat ini senantiasa mengimami salat pasukannya dan mengakhiri bacaannya dengan (surah) Qul Huwallāhu Aḥad.

عن عائشة رضي الله عنها «أن رسول الله صلى الله عليه وسلم بعث رجلا على سَرِيَّةٍ فكان يَقْرَأ لأصحابه في صلاتهم، فَيَخْتِمُ بـ«قل هو الله أحد» فلما رجعوا ذكروا ذلك لرسول الله صلى الله عليه وسلم فقال: سَلُوهُ لأَيِّ شيء صَنَع ذلك؟ فسألُوه، فقال: لِأنَّها صِفَةُ الرحمن عز وجل ، فأنا أُحِب أَنْ أَقْرَأ بها، فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم : أَخْبِرُوه: أنَّ الله تعالى يُحِبُّه».
Dari Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā-, "Bahwasanya Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah mengutus seorang sahabat untuk memimpin pasukan sariyah (perang yang tidak diikuti Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-). Sahabat ini senantiasa mengimami salat pasukannya dan mengakhiri bacaannya dengan (surah) Qul Huwallāhu Aḥad. Ketika kembali ke Madinah mereka melaporkannya kepada Rasulullah. Lantas beliau bersabda, "Tanyakan kepadanya apa alasan dia melakukan itu?" Maka mereka menanyakan kepadanya, lalu ia menjawab, "Karena di dalamnya terdapat sifat Allah dan aku senang membacanya." Maka Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Beritahukan kepadanya bahwa Allah menyintainya."
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan

Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengangkat salah seorang sahabat menjadi pemimpin ekspedisi untuk mengatur siasat perang dan memutuskan perkara di antara mereka agar tidak terjadi kekacauan dan kisruh. Beliau senantiasa memilih orang yang paling cakap agamanya, keilmuannya dan strategi perangnya. Oleh sebab itu, semua pemimpin pasukan perang pasti menjadi imam salat sekaligus menjadi mufti karena keutamaan agama dan kapasitas keilmuannya. Pemimpin yang ditunjuk itu selalu membaca surah "Qul Huwallāhu Aḥad" di rakaat kedua dalam salat berjemaah karena rasa cintanya kepada Allah, nama-nama dan sifat-sifat-Nya. Dan siapapun yang menyintai sesuatu pasti selalu ingat dan menyebutnya. Ketika kaum Muslimin kembali dari perang, mereka menemui Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan melaporkan kebiasaan sang pemimpin. Lantas Rasulullah bersabda, "Tanyakan kepadanya apa alasannya melakukan itu, apakah kebetulan saja ataukah ada alasan khusus?" Sang pemimpin menjawab, "Aku membacanya karena surah tersebut mengandung sifat-sifat Allah, sehingga aku senang mengulang-ulanginya." Maka Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Beritahukan kepadanya, sebagaimana ia mengulang-ulang membaca surah tersebut karena kecintaannya -sebab surah ini mencakup sifat-sifat Allah yang otomatis menunjukkan nama-nama Allah di dalamnya- maka Allah menyintainya." Alangkah besarnya keutamaan surah itu .

Rujukan

تيسير العلام للبسام الناشر: مكتبة الصحابة، الإمارات - مكتبة التابعين، القاهرة الطبعة- العاشرة، 1426 هـ - 2006 م. تنبيه الأفهام للعثيمين، طبعة مكتبة الصحابة - الإمارات - مكتبة التابعين- القاهرة- الطبعة الأولى 1426. الإلمام بشرح عمدة الأحكام لإسماعيل الأنصاري -طبعة دار الفكر- دمشق -الأولى 1381. صحيح البخاري، أبو عبد الله محمد بن إسماعيلالجعفي البخاري - تحقيق محمد زهير بن ناصر الناصر -الناشر : دار طوق النجاة - الطبعة الأولى 1422هـ. صحيح مسلم، أبو الحسين مسلم بن الحجاج القشيري النيسابوري، المحقق: محمد فؤاد عبد الباقي - الناشر: دار إحياء التراث العربي – بيروت. تأسيس الأحكام، أحمد بن يحيى النجمي- دار المنهاج- القاهرة- مصر -الطبعة الأولى.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Bergembiralah (wahai Muhammad) dengan dua cahaya yang telah dikaruniakan kepadamu, yang belum pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelummu, (yaitu): Al-Fātiḥah dan penutup Surah Al-Baqarah. Tidaklah engkau membaca satu huruf dari dua surah ini (yang berisi permohonan) melainkan pasti diberikan apa yang engkau mohon.'

عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ رضي الله عنهما قَالَ: «بَيْنَمَا جِبْرِيلُ قَاعِدٌ عِنْدَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ سَمِعَ نَقِيضًا مِنْ فَوْقِهِ، فَرَفَعَ رَأْسَهُ، فَقَالَ: هَذَا بَابٌ مِنَ السَّمَاءِ فُتِحَ الْيَوْمَ لَمْ يُفْتَحْ قَطُّ إِلَّا الْيَوْمَ، فَنَزَلَ مِنْهُ مَلَكٌ، فَقَالَ: هَذَا مَلَكٌ نَزَلَ إِلَى الْأَرْضِ لَمْ يَنْزِلْ قَطُّ إِلَّا الْيَوْمَ، فَسَلَّمَ، وَقَالَ: أَبْشِرْ بِنُورَيْنِ أُوتِيتَهُمَا لَمْ يُؤْتَهُمَا نَبِيٌّ قَبْلَكَ: فَاتِحَةُ الْكِتَابِ، وَخَوَاتِيمُ سُورَةِ الْبَقَرَةِ، لَنْ تَقْرَأَ بِحَرْفٍ مِنْهُمَا إِلَّا أُعْطِيتَهُ».
Ibnu 'Abbās -raḍiyallāhu 'anhumā- meriwayatkan, "Ketika Jibril -'alaihis-salām- duduk di sisi Nabi ﷺ, ia mendengar ada suara dari atasnya. Lantas Jibril mengangkat kepalanya lalu berkata, 'Ini adalah suara sebuah pintu langit yang dibuka hari ini, dan pintu ini sama sekali belum pernah dibuka sebelumnya kecuali hari ini.' Lalu turunlah satu malaikat dari pintu itu. Jibril berkata, 'Ini adalah malaikat yang turun ke bumi, sama sekali ia belum pernah turun kecuali hari ini.' Malaikat itu mengucapkan salam lalu berkata, 'Bergembiralah (wahai Muhammad) dengan dua cahaya yang telah dikaruniakan kepadamu, yang belum pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelummu, (yaitu): Al-Fātiḥah dan penutup Surah Al-Baqarah. Tidaklah engkau membaca satu huruf dari dua surah ini (yang berisi permohonan) melainkan pasti diberikan apa yang engkau mohon.'"
HR. MuslimDerajatSahih
Penjelasan

Malaikat Jibril -'alaihissalām- duduk di sisi Nabi ﷺ, lantas ia mendengar suara dari langit seperti suara pintu ketika dibuka. Jibril mengangkat kepala dan pandangannya ke langit, kemudian mengabarkan kepada Nabi ﷺ bahwa itu adalah suara pintu di langit yang dibuka hari itu, ia belum pernah dibuka sebelumnya kecuali hari itu. Lalu dari pintu tersebut turun satu malaikat menuju bumi, ia belum pernah turun sebelumnya kecuali hari itu. Ia mengucapkan salam kepada Nabi ﷺ dan berkata, "Bergembiralah dengan dua cahaya yang diberikan kepadamu, belum pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelummu: surah Al-Fātiḥah dan dua ayat penutup surah Al-Baqarah." Kemudian malaikat itu berkata, "Tidak ada orang yang membaca satu huruf pun dari keduanya kecuali Allah Ta'ala akan berikan kebaikan, doa, dan permintaan yang dikandungnya."

Faedah
  1. 1- Keutamaan surah Al-Fātiḥah dan penutup surah Al-Baqarah serta anjuran untuk membacanya dan mengamalkan kandungannya.
  2. 2- Langit memiliki banyak pintu yang menjadi jalur turun perintah Allah, dan tidak akan dibuka kecuali dengan perintah dari Allah Ta'ala.
  3. 3- Menjelaskan kemuliaan Nabi ﷺ di hadapan Tuhannya, yaitu Allah memuliakan beliau dengan sesuatu yang belum pernah diberikan kepada nabi-nabi sebelumnya dengan memberi beliau dua cahaya tersebut.
  4. 4- Di antara metode dakwah ialah memberi kabar gembira berupa kebaikan.
Rujukan

صحيح مسلم (1/ 554) (806). بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، لسليم الهلالي (2/ 244). شرح رياض الصالحين، لابن عثيمين (4/ 700). مرقاة المفاتيح شرح مشكاة المصابيح، لعلي القاري (4/ 1464). نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، لمجموعة من الباحثين (2/ 760). كنوز رياض الصالحين، لمجموعة من الباحثين (13/ 122).

Hadis ini di HadeethEnc.com

Seseorang tengah membaca surah Al-Kahfi sedang di dekatnya terdapat kuda yang diikat dengan dua tali.

عن البراء بن عازب –رضي الله عنهما- قال: كانَ رجلٌ يَقرَأُ سُورةَ الكهفِ، وعندَه فَرَسٌ مَربُوطٌ بِشَطَنَيْنِ، فَتَغَشَّتْهُ سَحَابَةٌ فَجَعَلَتْ تَدْنُو، وجَعلَ فَرَسُه يَنفِرُ منها، فلمّا أصبحَ أتَى النبيَّ صلى الله عليه وسلم فَذَكرَ ذلك له، فقالَ: «تِلكَ السَّكِينةُ تَنَزَّلَتْ للقُرآنِ».
Dari Al-Barā` bin 'Āzib -raḍiyallāhu 'anhumā- mengatakan, "Seseorang tengah membaca surah Al-Kahfi sedang di dekatnya terdapat kuda yang diikat dengan dua tali. Lalu awan kecil menutupinya dan mendekat sehingga kudanya lari menjauhi awan ini. Pada pagi harinya, ia mendatangi Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, lalu menceritakan peristiwa tersebut pada beliau. Maka beliau bersabda, "Itu adalah ketenangan yang turun karena Al-Qur'ān."
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan

Al-Barā` bin 'Āzib -raḍiyallāhu 'anhumā- menuturkan kisah aneh yang terjadi di zaman Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- di mana ada seseorang yang tengah membaca surat al-Kahfi dan di sampingnya terdapat seekor kuda yang terikat dengan tali. Lalu sesuatu seperti awan datang menaunginya, ia terus mendekat padanya sedikit demi sedikit hingga membuat kuda tersebut terperanjat dan lari lantaran takut dari apa yang dilihatnya. Di pagi harinya, orang tersebut mendatangi Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- lalu menceritakannya pada beliau. Maka Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menjelaskan bahwa itu adalah ketenangan yang turun pada saat Alquran dibaca, sebagai karamah sahabat yang tengah membaca Al-Qur'ān ini dan kesaksian dari Allah bahwa firman-Nya adalah benar. Nama sahabat yang membaca Al-Qur'ān ini adalah Usaid bin Ḥuḍair -raḍiyallāhu 'anhu-.

Rujukan

- رياض الصالحين من كلام سيد المرسلين؛ للإمام أبي زكريا النووي، تحقيق د. ماهر الفحل، دار ابن كثير-دمشق، الطبعة الأولى، 1428هـ. - شرح رياض الصالحين؛ للشيخ محمد بن صالح العثيمين، مدار الوطن، الرياض، 1426هـ. - صحيح البخاري –الجامع الصحيح-؛ للإمام أبي عبدالله محمد بن إسماعيل البخاري، عناية محمد زهير الناصر، دار طوق النجاة، الطبعة الأولى، 1422هـ. - صحيح مسلم؛ للإمام مسلم بن الحجاج، حققه ورقمه محمد فؤاد عبدالباقي، دار عالم الكتب-الرياض، الطبعة الأولى، 1417هـ. - فتح الباري، تأليف الحافظ أحمد بن علي بن حجر العسقلاني، دار المعرفة. -كنوز رياض الصالحين؛ فريق علمي برئاسة أ.د. حمد العمار، دار كنوز إشبيليا-الرياض، الطبعة الأولى، 1430هـ. - نزهة المتقين شرح رياض الصالحين؛ تأليف د. مصطفى الخِن وغيره، مؤسسة الرسالة-بيروت، الطبعة الرابعة عشر، 1407هـ. - صحيح مسلم المحقق: محمد فؤاد عبد الباقي - الناشر: دار إحياء التراث العربي – بيروت. - بهجة الناظرين, سليم بن عيد الهلالي، الناشر: دار ابن الجوزي ، سنة النشر: 1418 هـ- 1997م. - دليل الفالحين لطرق رياض الصالحين, محمد علي بن محمد البكري الصديقي الشافعي, اعتنى بها: خليل مأمون شيحا, الناشر: دار المعرفة للطباعة والنشر والتوزيع، بيروت – لبنان، الطبعة: الرابعة، 1425 هـ - 2004 م.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Janganlah kalian menjadikan rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya setan itu lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya Surah Al-Baqarah

عن أبي هريرة رضي الله عنه: أن رسول الله صلى الله عليه وسلم قال: «لَا تَجْعَلُوا بُيُوتَكُمْ مَقَابِرَ، إِنَّ الشَّيْطَانَ يَنْفِرُ مِنَ الْبَيْتِ الَّذِي تُقْرَأُ فِيهِ سُورَةُ الْبَقَرَةِ».
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Janganlah kalian menjadikan rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya setan itu lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya Surah Al-Baqarah."
HR. MuslimDerajatSahih
Penjelasan

Nabi ﷺ melarang mengosongkan rumah dari ibadah salat sehingga seperti kuburan yang tidak dikerjakan salat di sana. Kemudian beliau ﷺ menyebutkan bahwa setan lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya Surah Al-Baqarah.

Faedah
  1. 1- Anjuran memperbanyak ibadah dan salat sunah di rumah.
  2. 2- Tidak boleh mengerjakan salat di kuburan karena merupakan sarana kesyirikan dan sikap berlebihan terhadap penghuninya kecuali salat jenazah.
  3. 3- Larangan salat di kuburan telah dimengerti di kalangan sahabat, oleh karena itu Nabi ﷺ melarang menjadikan rumah seperti kubur yang tidak ada salat di sana.
Rujukan

صحيح مسلم (1/ 539) (780). بهجة الناظرين، لسليم الهلالي (2/ 240). شرح رياض الصالحين، لابن عثيمين (4/ 682). نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، لمصطفى الخِن وغيره (2/ 757). مرقاة المفاتيح شرح مشكاة المصابيح، لعلي القاري (4/ 1460).

Hadis ini di HadeethEnc.com

Di antara kandungan Al-Qur`ān ada surah berjumlah 30 ayat yang dapat memberi syafaat bagi seseorang hingga dosanya diampuni

عن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «مِنَ القُرْآنِ سُورَةٌ ثَلاثُونَ آيَةً شَفَعَتْ لِرَجُلٍ حَتَّى غُفِرَ لَهُ، وَهِي: تبارك الذي بيده الملك». وفي رواية أبي داود: «تشفع».
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, dari Rasulullah -ṣallallāhu 'alahi wa sallam- bersabda, “Di antara kandungan Al-Qur`ān ada surah berjumlah 30 ayat yang dapat memberi syafaat bagi seseorang hingga dosanya diampuni”. Yaitu surah "Tabārakallażi biyadihil-mulk". Dalam riwayat Abu Daud; "...akan memberikan syafaat..."
Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah - Diriwayatkan oleh Tirmiżi - Diriwayatkan oleh Abu Daud - Diriwayatkan oleh AhmadDerajatHadis hasan
Penjelasan

Rasulullah -ṣallallāhu 'alahi wa sallam- menjelaskan bahwa ada salah satu surah dalam Al-Qur`ān yang terdiri dari 30 ayat, ia bisa memberi syafaat / pertolongan kepada seseorang hingga Allah memberikan ampunan padanya; di mana orang tersebut selalu rutin membaca dan memperhatikan surah ini. Ketika ia meninggal dunia, surah ini memberikan syafaat padanya lalu ia pun terhindarkan dari azab-Nya. Di awal hadis ini, Rasulullah sengaja tidak menyebutkan nama surah tersebut, lalu beliau menyebut namanya di penghujung hadis; dengan tujuan agar lebih mempertegas kemuliaan dan keagungannya dan agar membuat (setiap Muslim) lebih konsisten dalam membacanya.

Rujukan

1/ بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين؛ تأليف سليم الهلالي، دار ابن الجوزي. 2/ تحفة الأحوذي بشرج جامع الترمذي؛ للإمام محمد عبدالرحمن المباركفوري، أشرف عليه عبدالوهاب عبداللطيف، دار الفكر. 3/ جامع الأصول في أحاديث الرسول؛ للإمام مجد الدين ابن الأثير الجزري، حققه عبدالقادر الأرناؤوط، نشر مكتبة الحلواني وغيرها، 1392هـ. 4/ سنن أبي داود, أبو داود سليمان بن الأشعث بن إسحاق بن بشير بن شداد بن عمرو الأزدي السِّجِسْتاني, المحقق: محمد محيي الدين عبد الحميد, المكتبة العصرية، صيدا – بيروت. 5/ سنن الترمذي، تأليف: محمد بن عيسى الترمذي، تحقيق أحمد شاكر وغيره ، الناشر: شركة مكتبة ومطبعة مصطفى البابي الحلبي، الطبعة: الثانية، 1395 هـ. 6/ مسند الإمام أحمد بن حنبل، تحقيق: شعيب الأرنؤوط - عادل مرشد، وآخرون، نشر: مؤسسة الرسالة، الطبعة: الأولى، 1421هـ - 2001م. 7/ دليل الفالحين لطرق رياض الصالحين؛ لمحمد بن علان الشافعي، دار الكتاب العربي-بيروت. 8/ رياض الصالحين من كلام سيد المرسلين؛ للإمام أبي زكريا النووي، تحقيق د. ماهر الفحل، دار ابن كثير-دمشق، الطبعة الأولى، 1428هـ. 9/ سنن ابن ماجه؛ للحافظ محمد بن يزيد القزويني، حققه محمد فؤاد عبدالباقي، دار إحياء الكتب العربية. 10/ صحيح سنن أبي داود؛ تأليف الشيخ محمد ناصر الدين الألباني، غراس-الكويت، الطبعة الأولى، 1423هـ. 11/ كنوز رياض الصالحين؛ فريق علمي برئاسة أ.د. حمد العمار، دار كنوز إشبيليا-الرياض، الطبعة الأولى، 1430هـ. 12/ نزهة المتقين شرح رياض الصالحين؛ تأليف د. مصطفى الخِن وغيره، مؤسسة الرسالة-بيروت، الطبعة الرابعة عشر، 1407هـ.

Hadis ini di HadeethEnc.com

Siapa yang menghafal sepuluh ayat dari awal Surah Al-Kahfi, niscaya ia dilindungi dari Dajal." Dalam riwayat lain: " ... dari akhir Surah Al-Kahfi

عن أبي الدرداء رضي الله عنه أن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «مَنْ حَفِظَ عَشْرَ آيَاتٍ مِنْ أَوَّلِ سُورَةِ الكَهْفِ، عُصِمَ مِنَ الدَّجَّالِ». وفي رواية: «مِنْ آخِرِ سُورَةِ الكَهْف».
Abu Ad-Dardā` -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Siapa yang menghafal sepuluh ayat dari awal Surah Al-Kahfi, niscaya ia dilindungi dari Dajal." Dalam riwayat lain: " ... dari akhir Surah Al-Kahfi."
HR. MuslimDerajatSahih
Penjelasan

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa orang yang menghafal sepuluh ayat di luar kepala dari awal Surah Al-Kahfi, maka ia akan dijaga dan dilindungi dari fitnah Dajal yang akan keluar di akhir zaman dan mengklaim diri sebagai tuhan. Fitnah Dajal adalah fitnah paling besar yang ada di muka bumi sejak Adam diciptakan hingga Kiamat terjadi karena Allah ﷻ memberinya sebagian kemampuan luar biasa yang digunakan menyesatkan orang yang mengikutinya. Hal itu karena awal Surah Al-Kahfi mengandung keajaiban-keajaiban dan ayat-ayat yang lebih besar dari fitnah Dajal kepada manusia. Orang yang menadaburinya tidak akan terfitnah dengan Dajal. Dalam riwayat lainnya: ... sepuluh ayat dari akhir Surah Al-Kahfi, yaitu mulai firman Allah Ta'ala: "Apakah orang kafir menyangka bahwa mereka dapat mengambil ...."

Faedah
  1. 1- Menjelaskan keutamaan Surah Al-Kahfi, yaitu ayat-ayat pembuka atau ayat-ayat penutupnya dapat melindungi dari fitnah Dajal.
  2. 2- Mengabarkan perkara Dajal dan menjelaskan apa yang dapat melindungi diri darinya.
  3. 3- Dorongan untuk menghafal Surah Al-Kahfi secara utuh, tetapi jika tidak mampu maka menghafal sepuluh ayat pertama dan yang terakhir.
  4. 4- Al-Qurṭubiy berkata ketika menerangkan sebab hal itu, "Ada yang mengatakan karena di dalamnya terdapat keajaiban dan kejadian luar biasa dalam kisah Ashabul Kahfi. Orang yang menelaahnya, ia tidak akan merasa aneh dan terkesima dengan urusan Dajal sehingga ia tidak akan terfitnah. Yang lain mengatakan, yaitu karena firman Allah Ta'ala: 'Untuk memperingatkan siksa yang sangat pedih dari sisi-Nya', yaitu berpegang pada pengkhususan siksa dengan kepedihan dan sumbernya yang berasal dari Allah. Hal itu sesuai dengan apa yang dilakukan Dajal berupa klaim sebagai tuhan dan berkuasa serta fitnahnya yang besar. Oleh karena itu, Nabi ﷺ menyatakan urusannya besar, beliau memperingatkannya dan berlindung dari fitnahnya. Sehingga makna hadis ini: Orang yang membaca ayat-ayat ini, menadaburinya, dan memahami maknanya, ia akan mewaspadainya sehingga ia aman darinya."
Rujukan

صحيح مسلم (1/ 555) (809). بهجة الناظرين، لسليم الهلالي (2/ 243). شرح النووي على مسلم (6/ 92). فيض القدير شرح الجامع الصغير، لعبدالرؤوف المناوي (6/ 119). كنوز رياض الصالحين، لمجموعة من الباحثين (13/ 115). مرقاة المفاتيح شرح مشكاة المصابيح، لملا القاري (4/ 1465). نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، لمصطفى الخن (2/ 760).

Hadis ini di HadeethEnc.com

Siapa saja yang membaca dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah pada malam hari, niscaya kedua ayat itu telah mencukupinya

عن أبي مسعود رضي الله عنه قال: قال النبي صلى الله عليه وسلم: «مَنْ قَرَأَ بِالْآيَتَيْنِ مِنْ آخِرِ سُورَةِ الْبَقَرَةِ فِي لَيْلَةٍ كَفَتَاهُ».
Abu Mas'ūd -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Nabi ﷺ bersabda, "Siapa saja yang membaca dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah pada malam hari, niscaya kedua ayat itu telah mencukupinya."
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan

Nabi ﷺ mengabarkan bahwa orang yang membaca dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah di malam hari maka Allah akan menjaganya dari keburukan dan hal-hal yang tidak disukai. Ada yang berpendapat maksudnya ialah mencukupkannya dari qiamulail. Ada juga yang berpendapat maksudnya adalah mencukupkannya dari semua wirid. Yang lain lagi berpendapat bahwa kedua ayat tersebut ialah kadar minimal bacaan Al-Qur`an pada qiamulail. Masih ada lagi pendapat lainnya, tetapi barangkali semua yang disebutkan benar dan dicakup oleh redaksi tersebut.

Faedah
  1. 1- Menjelaskan keutamaan ayat-ayat terakhir Surah Al-Baqarah yang dimulai dari firman Allah: "Āmanar-rasūl ... ", hingga akhir surah.
  2. 2- Akhir Surah Al-Baqarah akan menjaga orang yang membacanya dari keburukan dan setan ketika dibaca di malam hari.
  3. 3- Waktu malam dimulai dengan tenggelam matahari dan berakhir dengan terbit fajar.
Rujukan

صحيح البخاري (6/ 188) (5008-5009). صحيح مسلم (1/ 554) (807). فتح الباري بشرح صحيح البخاري، لابن حجر (9/ 56). بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، لسليم الهلالي (2/ 240). تطريز رياض الصالحين، لفيصل آل مبارك (ص593). مرقاة المفاتيح شرح مشكاة المصابيح، لملا علي القاري (4/ 1465). نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، لمصطفى الخِن وغيره (2/ 757).

Hadis ini di HadeethEnc.com

Maukah engkau aku ajarkan surah yang paling agung di dalam Al-Qur`ān?

عن أبي سعيد رافع بن المعلى رضي الله عنه قال: قال لي رسول الله صلى الله عليه وسلم : «أَلاَ أُعَلِّمُكَ أَعْظَمَ سُورَةٍ في القُرْآن قَبْلَ أنْ تَخْرُجَ مِنَ الْمَسْجِد؟» فَأخَذَ بِيَدِي، فَلَمَّا أرَدْنَا أنْ نَخْرُجَ، قُلْتُ: يَا رَسُولَ اللهِ، إنَّكَ قُلْتَ: لأُعَلِّمَنَّكَ أعْظَمَ سُورَةٍ في القُرْآنِ؟ قالَ: «الحَمْدُ للهِ رَبِّ العَالَمِينَ، هِيَ السَّبْعُ المَثَانِي وَالقُرْآنُ العَظِيمُ الَّذِي أُوتِيتُهُ».
Dari Abu Sa'īd Rāfi' bin Al-Mu'alla -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda kepadaku, "Maukah engkau aku engkau surah yang paling agung di dalam Al-Qur`ān sebelum engkau keluar masjid?" Lalu beliau memegang tanganku. Ketika kami hendak keluar, aku berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau mengatakan, "Aku akan mengajarkanmu surat yang paling agung di dalam Al-Qur`ān?" Beliau menjawab, "Alḥamdulillāhi Rabbil 'Ālamīn (Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam) adalah As-Sab'u Al-Maṡānī (tujuh ayat yang diulang-ulang) dan Al-Qur`ān Al-Aẓīm (Al-Qur`ān yang agung) yang telah diberikan kepadaku."
Diriwayatkan oleh BukhariDerajatHadis sahih
Penjelasan

Dari Abu Sa'īd Rāfi' bin Al-Mu'alla -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, "Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda kepadaku, "Maukah," diucapkan untuk menarik lawan bicara terhadap apa yang akan disampaikan kepadanya setelah itu. Sabdanya, "Maukah engkau aku ajarkan surah yang paling agung di dalam Al-Qur`ān sebelum engkau keluar masjid?" Sesungguhnya beliau mengatakan hal itu kepadanya tanpa lebih dahulu memberitahukannya agar lebih mendorongnya untuk mencurahkan pikirannya dalam menerima dan memperhatikannya secara total. Sabdanya, "Lalu beliau memegang tanganku." Yakni, setelah mengatakan demikian dan kami sudah berjalan. Sabdanya, "Ketika kami hendak keluar, aku berkata, "Wahai Rasulullah, sesungguhnya engkau mengatakan, "Aku akan mengajarkanmu surat yang paling agung di dalam Al-Qur`ān?" Sabdanya, "Beliau menjawab, "Alḥamdulillāhi Rabbil 'Ālamīn (Segala puji bagi Allah tuhan semesta alam)," Yakni, surah Al-Fātiḥah. Surah Al-Fātiḥah menjadi surat paling agung karena menghimpun semua tujuan Al-Qur`ān. Karena itu, Al-Fātiḥah dinamakan Ummul Qur`ān (induk Al-Qur`ān). Selanjutnya beliau memberi isyarat keunggulan Al-Fātiḥah dari surah-surah lainnya sehingga menjadi surah paling agung, yaitu dengan sabdanya, "Ia adalah As-Sab'u Al-Maṡānī (tujuh ayat yang diulang-ulang)," Yakni, dinamakan demikian. Al-Maṡānī adalah bentuk jamak dari Muṡnātu yang berasal dari kata At-Taṡniyah; atau karena ia diulang-ulang dalam salat di setiap rakaat; atau karena surah ini diikuti oleh surah lainnya; atau dinamakan demikian karena mencakup dua bagian: pujian dan doa; atau karena terkumpul di dalamnya kefasihan dalam struktur dan balagah dalam makna; atau karena Al-Fātiḥah diulang-ulang sepanjang masa, ia diulang-ulang sehingga tidak terputus dan dipelajari sehingga tidak musnah; atau karena faedahnya yang terus baru dari waktu ke waktu sehingga tidak ada akhir baginya; atau juga Al-Maṡānī adalah bentuk jamak dari Maṡnāhu yang berasal dari kata Aṡ-ṡanā` (pujian), karena mencakup apa yang menjadi pujian kepada Allah -Ta'ālā-, seakan-akan surat ini memuji Allah dengan nama-nama-Nya dan sifat-sifat-Nya yang baik; atau juga berasal dari kata Aṡ-ṡanāya, karena Allah mengecualikannya (mengkhususkannya) untuk umat ini dan lain sebagainya. Sabdanya, "dan Al-Qur`ān Al-Aẓīm (Al-Qur`ān yang agung)," yakni, ia juga dinamakan demikian. Sabdanya, "yang telah diberikan kepadaku." Al-Fātiḥah dinamakan Al-Qur`ān Al-Aẓīm karena menghimpun semua yang berkaitan dengan hal-hal yang ada di dunia dan akhirat, hukum-hukum, dan berbagai keyakinan.

Rujukan

1-بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين؛ تأليف سليم الهلالي، دار ابن الجوزي.ط 1-1415 2-دليل الفالحين لطرق رياض الصالحين؛ لمحمد بن علان الشافعي، دار الكتاب العربي-بيروت. 3-رياض الصالحين من كلام سيد المرسلين؛ للإمام أبي زكريا النووي، تحقيق د. ماهر الفحل، دار ابن كثير-دمشق، الطبعة الأولى، 1428هـ. 4-صحيح البخاري –الجامع الصحيح-؛ للإمام أبي عبدالله محمد بن إسماعيل البخاري، عناية محمد زهير الناصر، دار طوق النجاة، الطبعة الأولى، 1422هـ. 5-نزهة المتقين شرح رياض الصالحين؛ تأليف د. مصطفى الخِن وغيره، مؤسسة الرسالة-بيروت، الطبعة الرابعة عشر، 1407هـ.

Hadis ini di HadeethEnc.com
8 dari 17
17 hadis
  1. Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pernah mengutus seorang sahabat untuk memimpin pasukan sariyah (perang yang tidak diikuti Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-). Sahabat ini senantiasa mengimami salat pasukannya dan mengakhiri bacaannya dengan (surah) Qul Huwallāhu Aḥad.
  2. Bergembiralah (wahai Muhammad) dengan dua cahaya yang telah dikaruniakan kepadamu, yang belum pernah diberikan kepada seorang nabi pun sebelummu, (yaitu): Al-Fātiḥah dan penutup Surah Al-Baqarah. Tidaklah engkau membaca satu huruf dari dua surah ini (yang berisi permohonan) melainkan pasti diberikan apa yang engkau mohon.'
  3. Seseorang tengah membaca surah Al-Kahfi sedang di dekatnya terdapat kuda yang diikat dengan dua tali.
  4. Janganlah kalian menjadikan rumah kalian sebagai kuburan. Sesungguhnya setan itu lari dari rumah yang dibacakan di dalamnya Surah Al-Baqarah
  5. Di antara kandungan Al-Qur`ān ada surah berjumlah 30 ayat yang dapat memberi syafaat bagi seseorang hingga dosanya diampuni
  6. Siapa yang menghafal sepuluh ayat dari awal Surah Al-Kahfi, niscaya ia dilindungi dari Dajal." Dalam riwayat lain: " ... dari akhir Surah Al-Kahfi
  7. Siapa saja yang membaca dua ayat terakhir dari Surah Al-Baqarah pada malam hari, niscaya kedua ayat itu telah mencukupinya
  8. Maukah engkau aku ajarkan surah yang paling agung di dalam Al-Qur`ān?
  9. Tidakkah engkau mengetahui ayat-ayat yang telah diturunkan malam ini yang belum pernah ada sama sekali sebelumnya? Yaitu, Qul A'ūżu Birabbil Falaq dan Qul A'ūżu Birabbinnās.
  10. Bacalah Al-Qur`an, karena ia akan datang pada hari Kiamat sebagai pemberi syafaat bagi para pembacanya
  11. ‘Wahai Abu Munżir, tahukah engkau, ayat manakah yang paling agung dari kitabullah yang engkau hafal?’ Aku menjawab, ‘Yaitu, 'Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyu al-qayyūm ...’. [QS. Al-Baqarah: 255]. Beliau menepuk dadaku dan bersabda, ‘Demi Allah, semoga ilmu mudah kaupelajari, wahai Abu Munżir.’”
  12. Apabila Nabi ﷺ pergi ke tempat tidurnya di setiap malam, beliau menggabungkan kedua telapak tangannya, kemudian beliau meniup keduanya seraya membaca surah Qul huwallāhu aḥad, Qul a'ūżu bi rabbil-falaq, dan Qul a'ūżu bi rabbin-nās
  13. Allah Ta'ala berfirman, 'Aku membagi salat antara Aku dengan hamba-Ku menjadi dua bagian, dan bagi hamba-Ku apa yang dia minta
  14. Demi Tuhan yang jiwaku ada di tangan-Nya! Sungguh surah itu setara sepertiga Al-Qur`an
  15. Akan tetapi, katakanlah, 'Kami mendengar dan kami taat, wahai Tuhan kami, kami memohon ampunan-Mu dan hanya kepada-Mu kami kembali.'
  16. Ada satu ayat dalam kitab kalian yang kalian baca, seandainya ayat itu diturunkan kepada kami orang-orang Yahudi pasti hari itu akan kami jadikan hari raya
  17. Telah diturunkan kepadaku beberapa ayat yang belum pernah dilihat sama sekali semisalnya, yaitu al-Mu'awwiżatain (Al-Falaq dan An-Nās)

Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com