Umar bin Al-Khaṭṭāb -raḍiyallāhu 'anhu- membahas tentang orang yang menyembunyikan isi hatinya yang batil pada waktu wahyu turun, bahwa perkara orang itu tidak tersembunyi dari Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- karena ada wahyu yang turun. "Sesungguhnya manusia pada zaman Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- ada orang-orang munafik yang menampakkan kebaikan dan menyembunyikan keburukan. Hanya saja Allah -Ta'ālā-menguak cacat mereka dengan wahyu yang diturunkan kepada Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, tetapi ketika wahyu terhenti, maka orang-orang menjadi tidak mengetahui siapa orang munafik, karena kemunafikan itu dalam hati. Umar -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, "Sekarang kami memberi keputusan kepada kalian sesuai dengan perbuatan yang tampak bagi kami. Jadi, siapa yang menampakkan perbuatan baik kepada kami, maka kami akan memperlakukannya dengan baik sesuai dengan yang diperlihatkannya kepada kami, meskipun isi hatinya buruk. Siapa yang memperlihatkan keburukan, maka kami akan memperlakukannya dengan keburukan yang telah diperlihatkannya kepada kami. Kami tidak memiliki tanggung-jawab terhadap niatnya. Niat diserahkan kepada Rabb alam semesta -'Azza wa Jalla- yang mengetahui apa yang disembunyikan dan dibisikkan oleh jiwa manusia.
- صحيح البخاري -للإمام أبي عبد الله محمد بن إسماعيل البخاري، عناية محمد زهير الناصر، دار طوق النجاة، الطبعة الأولى، 1422هـ. - نزهة المتقين بشرح رياض الصالحين/ تأليف مصطفى سعيد الخن-مصطفى البغا-محي الدين مستو-علي الشربجي-محمد أمين لطفي-مؤسسة الرسالة-بيروت –لبنان-الطبعة الرابعة عشرة1407. - بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين – سليم بن عيد الهلالي دار ابن الجوزي –الطبعة الأولى 1418. - دليل الفالحين لطرق رياض الصالحين - محمد علي بن محمد بن علان الصديقي-اعتنى بها: خليل مأمون شيحا-دار المعرفة للطباعة والنشر والتوزيع، بيروت – لبنان-الطبعة: الرابعة، 1425 هـ - 2004 م.