Langsung ke konten
Hadis dengan penjelasan

Termasuk jihad yang paling agung ialah menyampaikan kata-kata yang adil pada penguasa yang zalim

عَنْ أَبِي سَعِيدٍ الخُدْرِيِّ رضي الله عنه أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «إِنَّ مِنْ أَعْظَمِ الجِهَادِ كَلِمَةَ عَدْلٍ عِنْدَ سُلْطَانٍ جَائِرٍ».
Abu Sa‘īd Al-Khudriy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Nabi ﷺ bersabda, "Termasuk jihad yang paling agung ialah menyampaikan kata-kata yang adil pada penguasa yang zalim."
HR. Abu Daud, Tirmizi, Ibnu Majah, dan AhmadDerajatHasan li gairihi
Penjelasan

Nabi ﷺ menerangkan bahwa termasuk jenis jihad paling agung dan bermanfaat di jalan Allah Ta'ala ialah perkataan yang adil dan benar di sisi penguasa atau pemimpin yang zalim, karena merupakan bentuk melaksanakan syiar amar makruf nahi mungkar, baik menggunakan ucapan, tulisan, perbuatan atau sarana lainnya yang dapat mewujudkan kemaslahatan dan menghilangkan mafsadat.

Faedah
  1. 1- Amar makruf nahi mungkar termasuk jihad.
  2. 2- Menasihati penguasa termasuk jihad yang paling besar, tetapi wajib dilakukan dengan ilmu, bijak, dan tabayun.
  3. 3- Al-Khaṭṭābiy berkata, "Hal ini menjadi jihad yang paling utama karena orang yang melawan musuh merasakan kebimbangan antara harap dan takut, ia tidak tahu apakah akan menang atau kalah. Selain itu, pengawal penguasa menaklukkannya, sehingga ketika ia mengatakan kebenaran atau mengajaknya pada yang benar maka ia mempertaruhkan diri pada kebinasaan. Sebab itu, hal itu merupakan jenis jihad yang paling utama lantaran adanya dominasi ketakutan. Ada juga yang berpendapat bahwa hal itu menjadi jihad yang paling utama karena apabila pemimpin menjalankan perkataannya, besar kemungkinan faedahnya akan luas menjangkau orang banyak sehingga kemaslahatan akan terwujud."
Rujukan

سنن الترمذي (4/ 45) (2174). سنن أبي داود (6/ 400) (4344). سنن ابن ماجه (5/ 144) (4011). مسند أحمد (17/ 227) (11143). بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، لسليم الهلالي (1/ 283). شرح رياض الصالحين، لابن عثيمين (2/ 453). نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، لمجموعة من الباحثين (1/ 216).

Hadis ini di HadeethEnc.com
Keutamaan Amar Makruf dan Nahi Munkar

Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com