Hadis ini mengandung penjelasan tentang keutamaan saling mencintai karena Allah. Maksudnya semua itu dilakukan oleh kedua belah pihak. Hal ini sebagaimana ditunjukkan oleh bentuk kata "At-Tafā'ul", jika memang dimaksudkan karena mencari keridaan Allah, bukan untuk tujuan yang fana dan bukan untuk tujuan apapun. Maka ia pasti mendapatkan kecintaan Allah -Ta'ālā-. Ini merupakan balasan yang paling besar sehingga menunjukkan kemuliaannya. Dalam riwayat lain disebutkan, "Barangsiapa mencintai, membenci, memberi dan menahan, maka imannya telah sempurna." Pada perkataannya, "Aku berkata, "Demi Allah, aku mencintaimu karena Allah." Dia berkata, "Apakah benar karena Allah?" Aku jawab, "Iya, karena Allah", mengandung bukti bahwa sumpah terucap melalui lisan mereka untuk memastikan berita, dan ditegaskan dengan pengulangannya, serta permohonan penegasannya. Perkataannya, "Lantas ia menarik ujung selendangku," yang dimaksud dengan ujung selendang adalah bagian pinggirnya. Perkataannya, "Untuk mendekatkanku kepadanya," menunjukkan makna mendekatkan kepadanya dan menjadikannya akrab serta memperlihatkan penerimaan terhadap apa yang diberitakan kepadanya. Dia juga menyampaikan berita gembira dengan apa yang disabdakan oleh Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bagi orang yang melakukan perbuatan tersebut. Perkataannnya, "Bergembiralah!" maksudnya dengan apa yang sudah engkau lakukan karena sesungguhnya aku pernah mendengar Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Allah 'Azza wa Jalla berfirman," atas dasar makna penyandaran apa yang diberitakannya kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dari Rabbnya, supaya Abu Idrīs merasa yakin sehingga sempurnalah berita gembira tersebut. Sebab, ucapan tersebut berasal dari sabda Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dari Rabbnya, bukan hasil ijtihad Mu'āż -raḍiyallāhu 'anhu-. Firman Allah -'Azza wa Jalla-, "Kecintaan-Ku pasti diperoleh," maksudnya, kecintaan-Ku tetap untuk mereka. "Untuk orang yang saling mencintai karena-Ku, saling berkumpul karena-Ku," maksudnya duduknya mereka karena Zat Allah -'Azza wa Jalla- berupa saling tolong-menolong dalam mengingat Allah Ta'ālā, menegakkan hukum-hukum-Nya, memenuhi janji-Nya, melaksanakan perintah-Nya, memelihara syariat-Nya, mengikuti perintah-perintah-Nya dan menjauhi larangan-larangan-Nya. Firman Allah -Tabāraka wa Ta'ālā-, "Yang saling mengunjungi karena-Ku," maksudnya -hanya Allah yang lebih tahu- kunjungan yang dilakukan di antara mereka karena Allah dan karena Zat-Nya, mencari keridhaan-Nya berupa kecintaan karena-Nya atau saling tolong-menolong dalam menaati-Nya. Firman Allah -Tabāraka wa Ta'ālā-, "Dan yang saling memberi karena-Ku." maksudnya, mereka mengorbankan dirinya demi keridaan-Nya berupa kesepakatan untuk berjihad melawan musuhnya dan hal lainnya yang telah diperintahkan kepada mereka, serta dia memberikan hartanya jika hal itu diperlukan.
بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين لسليم الهلالي، ط1، دار ابن الجوزي، الدمام، 1415ه. تطريز رياض الصالحين، للشيخ فيصل المبارك، ط1، تحقيق: عبد العزيز بن عبد الله آل حمد، دار العاصمة، الرياض، 1423هـ. دليل الفالحين لطرق رياض الصالحين، لمحمد علي بن محمد بن علان، ط4، اعتنى بها: خليل مأمون شيحا، دار المعرفة، بيروت، 1425ه. رياض الصالحين للنووي، ط1، تحقيق: ماهر ياسين الفحل، دار ابن كثير، دمشق، بيروت، 1428هـ. رياض الصالحين، ط4، تحقيق: عصام هادي، وزارة الأوقاف والشؤون الإسلامية القطرية، دار الريان، بيروت، 1428هـ. صحيح الترغيب والترهيب، لمحمد ناصر الدين الألباني، ط5، مكتبة المعارف، الرياض. كنوز رياض الصالحين، مجموعة من الباحثين برئاسة حمد بن ناصر العمار، ط1، كنوز إشبيليا، الرياض، 1430هـ. مسند الإمام أحمد بن حنبل، تحقيق: شعيب الأرنؤوط و عادل مرشد، وآخرون، تحت إشراف: د عبد الله بن عبد المحسن التركي، ط1، مؤسسة الرسالة، 1421هـ. المنتقى شرح الموطأ، لأبي الوليد الباجي، ط1، مطبعة السعادة، مصر، 1332هـ. الموطأ، للإمام مالك بن أنس، تحقيق: محمد مصطفى الأعظمي، ط1، مؤسسة زايد بن سلطان آل نهيان للأعمال الخيرية والإنسانية، الإمارات، 1425ه. نزهة المتقين شرح رياض الصالحين لمجموعة من الباحثين، ط14، مؤسسة الرسالة، 1407هـ.