عن جابر رضي الله عنه قال: سمعت رسول الله صلى الله عليه وسلم يقول: «أَفْضَلُ الذِّكْرِ: لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَأَفْضَلُ الدُّعَاءِ: الْحَمْدُ لِلهِ».
Jābir -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, ia berkata, Aku mendengar Rasulullah ﷺ bersabda, "Zikir yang paling utama ialah lā ilāha illallāh, dan doa paling utama ialah kalimat alḥamdulillāh."
HR. Tirmizi, Nasai dalam Al-Kubrā, dan Ibnu MajahDerajatHasan
Penjelasan
Nabi ﷺ mengabarkan kepada kita bahwa zikir yang paling utama ialah kalimat lā ilāha illallāh, maknanya ialah: tidak ada Tuhan yang berhak disembah kecuali Allah. Juga, doa yang paling utama ialah kalimat alḥamdulillāh, yaitu mengakui bahwa yang memberikan nikmat adalah Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā-, Dialah yang berhak menyandang sifat yang sempurna nan indah.
Faedah
- Anjuran untuk memperbanyak zikir kepada Allah dengan kalimat tauhid dan memperbanyak doa dengan kalimat pujian.
Rujukan
سنن الترمذي (5/ 393) (3383).
نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، لمصطفى الخِن وغيره (2/ 984).
زاد المعاد في هدي خير العباد، ابن قيم الجوزية (1/ 36).
Hadis ini di HadeethEnc.comعن سَمُرَة بن جندبٍ رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «أَحَبُّ الْكَلَامِ إِلَى اللهِ أَرْبَعٌ: سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، لَا يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ».
Samurah bin Jundub -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Perkataan yang paling dicintai Allah ada empat: subḥānallāh (Mahasuci Allah), alḥamdulillāh (segala puji bagi Allah), lā ilāha illallāh (tiada tuhan yang berhak disembah kecuali Allah), dan allāhu akbar (Allah Mahabesar). Tidak masalah dari mana pun engkau memulai."
HR. MuslimDerajatSahih
Penjelasan
Nabi ﷺ menerangkan bahwa perkataan yang paling dicintai oleh Allah Ta'ala ada empat:
1- Subḥānallāh, artinya: menyucikan Allah Ta'ala dari segala kekurangan.
2- Alḥamdulillāh, artinya: menetapkan kesempurnaan yang paripurna bagi Allah disertai rasa cinta dan pengagungan-Nya.
3- Lā ilāha illallāh, artinya: tidak ada sembahan yang benar kecuali Allah.
4- Allāhu Akbar, artinya: Allah yang paling agung, paling besar dan paling mulia dari segala sesuatu.
Beliau juga menambahkan bahwa keutamaan dan pahala kalimat-kalimat tersebut tidak mengharuskan pengurutan ketika mengucapkannya.
Faedah
- Kemudahan syariat Islam, yaitu tidak ada masalah meski dimulai dengan kalimat mana pun.
Rujukan
صحيح مسلم (3/ 1685) (2137)، (4/ 2093) (2731)، (4/ 2072) (2695).
توضيح الأحكام من بلوغ المرام، للبسام (7/ 540).
منحة العلام في شرح بلوغ المرام، لعبد الله الفوزان (10/ 411).
فتح ذي الجلال والإكرام، لابن عثيمين (6/ 477).
سبل السلام بشرح بلوغ المرام، للصنعاني (2/ 706).
Hadis ini di HadeethEnc.comعن أبي سعيد الخدري رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : "الْبَاقِيَاتُ الصَّالِحَاتُ، لَا إلَهَ إلَّا اللَّهُ، وَسُبْحَانَ اللَّهِ، وَاَللَّهُ أَكْبَرُ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إلَّا بِاَللَّهِ".
Dari Abu Sa'īd al-Khudri -raḍiyallāhu 'anhu-, dia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Amalan-amalan yang kekal lagi saleh adalah (ucapan): Lā ilāha illallāh, wa subḥānallāh, wallāhu akbar, walḥamdulillāh, wa lā ḥaula wa lā quwwata illā billāh." (Tidak ada tuhan yang berhak disembah selain Allah. Mahasuci Allah. Allah Mahabesar. Segala puji bagi Allah. Tidak ada daya dan upaya kecuali dengan (daya dan upaya) Allah)
Diriwayatkan oleh Ibnu Hibbān - Diriwayatkan oleh Hakim - Diriwayatkan oleh Nasā`iDerajatSahih dengan syahid-syahidnya
Penjelasan
Hadis ini merupakan dalil keutamaan zikir dengan redaksi ini, karena di dalamnya terkandung makna tasbih, pengagungan dan pemuliaan terhadap Allah Jalla wa 'Alā dan karena di dalamnya terkandung pujian kepada Allah atas perbuatannya yang tidak ada daya, gerak dan kemampuan bagi seorang hamba selain tunduk atas kehendak-Nya. Tidak ada daya untuk menolak keburukan dan kekuatan untuk mendatangkan kebaikan, kecuali dengan bantuan Allah Jalla wa 'Alā. Kalimat-kalimat dengan makna yang agung ini adalah yang akan kekal dampak dan manfaatnya bagi seorang mukmin setelah kematiannya.
Rujukan
الإحسان في تقريب صحيح ابن حبان، لمحمد بن حبان بن أحمد بن حبان بن معاذ، التميمي، أبو حاتم، الدارمي، البُستي، ترتيب: الأمير علاء الدين علي بن بلبان الفارسي، حققه وخرج أحاديثه وعلق عليه: شعيب الأرنؤوط، ط مؤسسة الرسالة، بيروت.
المستدرك على الصحيحين، لأبي عبد الله الحاكم محمد بن عبد الله بن محمد بن حمدويه النيسابوري المعروف بابن البيع، تحقيق: مصطفى عبد القادر عطا، ط دار الكتب العلمية – بيروت.
السنن الكبرى، لأبي عبد الرحمن أحمد بن شعيب بن علي الخراساني، النسائي، تحقق: حسن عبد المنعم شلبي، ط مؤسسة الرسالة – بيروت.
سلسلة الأحاديث الصحيحة وشيء من فقهها وفوائدها، لأبي عبد الرحمن محمد ناصر الدين، بن الحاج نوح بن نجاتي بن آدم الألباني، ط مكتبة المعارف للنشر والتوزيع، الرياض.
توضيح الأحكام من بلوغ المرام، الشيخ عبد الله بن عبد الرحمن البسام، ط مكتبة الأسد الإسلامية، الطبعة الخامسة.
منحة العلام في شرح بلوغ المرام، الشيخ عبد الله بن صالح الفوزان، ط دار ابن الجوزي، الطبعة الأولى.
تسهيل الإلمام بفقه الأحاديث من بلوغ المرام، الشيخ صالح الفوزان بن عبد الله الفوزان، اعتنى بها عبد السلام بن عبد الله السليمان، الطبعة الأولى.
فتح ذي الجلال والإكرام، الشيخ محمد بن صالح العثيمين، ط المكتبة الإسلامية، الطبعة الأولى.
سبل السلام بشرح بلوغ المرام، للإمام محمد بن إسماعيل الصنعاني، ط دار الحديث.
Hadis ini di HadeethEnc.comعن أبي هريرة رضي الله عنه عن النبي صلى الله عليه وسلم قال: «كَلِمَتَانِ خَفِيفَتَانِ عَلَى اللِّسَانِ، ثَقِيلَتَانِ فِي الْمِيزَانِ، حَبِيبَتَانِ إِلَى الرَّحْمَنِ: سُبْحَانَ اللهِ الْعَظِيمِ، سُبْحَانَ اللهِ وَبِحَمْدِهِ».
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan dari Nabi ﷺ bahwa beliau bersabda, "Dua kalimat yang ringan diucapkan oleh lidah, berat dalam timbangan, dan dicintai Allah Yang Maha Penyayang: subḥānallāhil-'aẓīm, subḥānallāh wa biḥamdih (Maha Suci Allah Yang Maha Agung, Maha Suci Allah dengan sembari memuji-Nya)."
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan
Nabi ﷺ mengabarkan tentang dua kalimat yang dapat diucapkan oleh manusia tanpa kesulitan dan pada semua keadaan, pahala keduanya besar pada timbangan, dan dicintai oleh Tuhan kita, Ar-Raḥmān ﷻ, yaitu:
Subḥānallāh al-'aẓīm, subḥānallāh wa biḥamdih.
Hal ini karena kandungan keduanya menetapkan sifat keagungan dan kesempurnaan bagi Allah dan menyucikan-Nya dari segala kekurangan.
Faedah
- 1- Zikir paling agung ialah yang menggabungkan antara menyucikan Allah dan memuji-Nya.
- 2- Penjelasan keluasan rahmat Allah kepada hamba-hamba-Nya, yaitu Dia memberikan balasan pada amal yang sedikit dengan pahala yang melimpah.
Rujukan
صحيح البخاري (8/ 86) (6406).
صحيح مسلم (4/ 2072) (2694).
منحة العلام في شرح بلوغ المرام، لعبد الله الفوزان (10/ 480).
فتح ذي الجلال والإكرام بشرح بلوغ المرام، لابن عثيمين (6/ 519).
Hadis ini di HadeethEnc.comعَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَا جَلَسَ قَوْمٌ مَجْلِسًا لَمْ يَذْكُرُوا اللَّهَ فِيهِ وَلَمْ يُصَلُّوا عَلَى نَبِيِّهِمْ إِلاَّ كَانَ عَلَيْهِمْ تِرَةً، فَإِنْ شَاءَ عَذَّبَهُمْ وَإِنْ شَاءَ غَفَرَ لَهُمْ».
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Nabi ﷺ bersabda, "Tidaklah suatu kaum duduk dalam sebuah majelis yang di dalamnya mereka tidak berzikir kepada Allah Ta'ala dan tidak pula berselawat kepada nabi mereka, kecuali akan menjadi penyesalan bagi mereka. Jika berkehendak, Allah akan mengazab mereka, dan jika berkehendak, Allah akan mengampuni mereka."
HR. Abu Daud, Tirmizi, dan Nasai dalam Al-KubrāDerajatSahih
Penjelasan
Nabi ﷺ mengingatkan agar tidak lalai berzikir kepada Allah, bahwa tidaklah sejumlah orang duduk dalam suatu majelis (perkumpulan) lalu tidak berzikir kepada Allah Ta'ala di dalamnya dan tidak pula berselawat kepada Rasulullah ﷺ, kecuali majelis tersebut akan menjadi penyesalan dan kerugian bagi mereka kelak di hari Kiamat. Jika Allah berkenan, maka Allah akan menyiksa mereka lantaran dosa mereka yang telah lalu dan kelalaian mereka di waktu yang akan datang. Dan jika berkenan, Allah memberi mereka ampunan sebagai karunia dan rahmat dari-Nya.
Faedah
- 1- Anjuran dan keutamaan berzikir.
- 2- Keutamaan majelis yang berisikan zikir kepada Allah Ta'ala dan penyebutan Rasulullah ﷺ, bahwa majelis yang tidak berisikan hal itu adalah majelis yang akan mendatangkan kesialan bagi pelakunya kelak di hari Kiamat.
- 3- Peringatan yang disebutkan bertujuan agar tidak lalai berzikir kepada Allah tidak terbatas di majelis saja, tetapi berlaku umum untuk lainnya juga. An-Nawawiy berkata, "Dimakruhkan bagi orang yang duduk di suatu tempat lalu meninggalkannya sebelum berzikir kepada Allah Ta'ala."
- 4- Penyesalan yang akan mereka dapatkan kelak di hari Kiamat bisa jadi disebabkan oleh kehilangan pahala dan ganjaran lantaran tidak memanfaatkan waktu untuk ketaatan kepada Allah atau disebabkan oleh adanya dosa dan siksaan lantaran mengisi waktu dengan kemaksiatan kepada Allah.
- 5- Peringatan ini terkait kelalaian dalam perkara mubah, lalu bagaimana dengan perkumpulan-perkumpulan haram yang mengandung gibah, adu domba dan lainnya?!
Rujukan
سنن أبي داود (7/ 221) (4855).
سنن الترمذي (5/ 391) (3380).
السنن الكبرى للنسائي (9/ 155) (10163).
توضيح الأحكام من بلوغ المرام، لعبد الله البسام (7/ 524).
منحة العلام في شرح بلوغ المرام، لعبد الله الفوزان (10/ 396).
فتح ذي الجلال والإكرام، لابن عثيمين (6/ 464).
Hadis ini di HadeethEnc.comعن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «لَأَنْ أَقُولَ: سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ، أَحَبُّ إِلَيَّ مِمَّا طَلَعَتْ عَلَيْهِ الشَّمْسُ».
Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Sungguh bila aku mengucapkan, 'Subḥānallāh wal-ḥamdulillāh wa lā ilāha illallāh wallāhu akbar (Mahasuci Allah, segala puji bagi Allah, tidak ada sembahan yang hak selain Allah, dan Allah Mahabesar)', itu lebih aku cintai dari segala yang disinari matahari (dunia beserta isinya)."
HR. MuslimDerajatSahih
Penjelasan
Nabi ﷺ mengabarkan bahwa berzikir kepada Allah Ta'ala dengan zikir yang agung ini lebih baik dari dunia dan segala isinya, yaitu:
Subḥānallāh (Mahasuci Allah): penyucian Allah dari segala kekurangan.
Al-ḥamdu li-llāh (Segala puji bagi Allah): pujian kepada Allah dengan sifat-sifat kesempurnaan disertai mencintai dan mengagungkan-Nya.
Lā ilāha illallāh (Tidak ada sembahan yang benar kecuali Allah): tidak ada yang berhak disembah kecuali Allah.
Allāhu akbar (Allah Mahabesar): Dia paling agung dan paling besar dari segala sesuatu.
Faedah
- 1- Anjuran untuk berzikir kepada Allah dan bahwa ia lebih dicintai-Nya daripada dunia seluruhnya.
- 2- Motivasi agar memperbanyak zikir karena di dalamnya terkandung pahala dan karunia.
- 3- Kenikmatan dunia ini sedikit dan tidak abadi.
Rujukan
صحيح مسلم (4/ 2072) (2695).
بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، لسليم الهلالي (2/ 496).
شرح رياض الصالحين، لابن عثيمين (5/ 485).
نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، لمصطفى الخِن وغيره (2/ 970).
تطريز رياض الصالحين، لفيصل آل المبارك (ص772).
Hadis ini di HadeethEnc.comعن أبي سعيد الخدري وأبي هريرة رضي الله عنهما أَنهُما شَهِدَا عَلَى رسول اللَّه -صَلّى اللهُ عَلَيْهِ وسَلَّم- أَنه قالَ: «من قال: لا إله إلا الله والله أكبر، صَدَّقه ربه، فقال: لا إله إلا أنا وأنا أكبر. وإذا قال: لا إله إلا الله وحده لا شريك له، قال: يقول: لا إله إلا أنا وَحدِي لا شريك لي. وإذا قال: لا إله إلا الله له الملك وله الحمد، قال: لا إله إلا أنا لي الملك ولي الحمد. وإذا قال: لا إله إلا الله ولا حول ولا قوة إلا بالله، قال: لا إله إلا أنا ولا حول ولا قوة إلا بي» وكان يقول: «من قالها في مرضه ثم مات لم تَطْعَمْهُ النار».
Dari Abu Sa'īd Al-Khudri dan Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhumā-, keduanya bersaksi terhadap Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, bahwa beliau bersabda, "Siapa mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah dan Allah Mahabesar.' Tuhannya pun membenarkannya lalu berfirman, 'Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Aku dan Aku Maha Besar.' Jika orang itu mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah Yang Esa tidak ada sekutu bagi-Nya.' Nabi bersabda, "Allah berfirman, 'Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Aku Yang Esa, tidak ada sekutu bagi-Ku.' Jika orang itu mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah, milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian.' Allah berfirman, 'Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, milik-Ku kerajaan dan bagi-Ku segala pujian.' Jika orang itu mengucapkan, 'Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah dan tidak ada daya serta kekuatan kecuali dari Allah.' Allah pun berfirman, 'Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Aku dan tidak ada daya serta kekuatan kecuali dari-Ku.' Nabi bersabda, "Siapa mengucapkan zikir ini ketika sakit lalu ia meninggal dunia, niscaya api neraka tidak akan melahapnya."
Diriwayatkan oleh Ibnu Mājah - Diriwayatkan oleh TirmiżiDerajatHadis sahih
Penjelasan
Dari Abu Hurairah dan Abu Sa'īd Al-Khudri -raḍiyallāhu 'anhumā- dari Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bahwa Allah -Subḥānahu wa Ta'ālā- membenarkan seorang hamba ketika mengucapkan, "Allah Maha Besar, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Allah." Allah berfirman, "Sesungguhnya tidak ada Tuhan yang hak selain Aku dan Aku Mahabesar." Jika hamba itu mengucapkan, "Allah Maha Besar dan tidak ada daya serta kekuatan selain dari Allah," demikian pula Allah membenarkannya. " Barangsiapa mengucapkan ini, "Tidak ada tuhan yang haq selain Allah dan tidak ada daya serta kekuatan kecuali dari Allah," lalu ia meninggal dunia beserta zikir yang lainnya, maka sesungguhnya ia tidak akan terkena api neraka," yakni, hal itu menjadi sebab terhalangnya manusia dari api neraka. Hendaknya manusia menghafal zikir ini dan sering mengucapkannya saat dalam kondisi sakit sehingga dengan izin Allah -Ta'ālā-, ia wafat dalam kebaikan, in syā`a Allah -Ta'ālā.
Rujukan
1- بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين؛ تأليف سليم الهلالي، دار ابن الجوزي.
2- الجامع الصحيح –وهو سنن الترمذي-؛ للإمام محمد بن عيسى الترمذي، تحقيق أحمد شاكر وآخرين، مكتبة الحلبي-مصر، الطبعة الثانية، 1388هـ.
3- رياض الصالحين من كلام سيد المرسلين؛ للإمام أبي زكريا النووي، تحقيق د. ماهر الفحل، دار ابن كثير-دمشق، الطبعة الأولى، 1428هـ.
4- سلسلة الأحاديث الصحيحة؛ للشيخ محمد ناصر الدين الألباني، مكتبة المعارف-الرياض، 1415هـ.
5- سنن ابن ماجه؛ للحافظ محمد بن يزيد القزويني، حققه محمد فؤاد عبدالباقي، دار إحياء الكتب العربية.
6- شرح رياض الصالحين؛ للشيخ محمد بن صالح العثيمين، مدار الوطن-الرياض، 1426هـ.
7- نزهة المتقين شرح رياض الصالحين؛ تأليف د. مصطفى الخِن وغيره، مؤسسة الرسالة-بيروت، الطبعة الرابعة عشر، 1407هـ.
Hadis ini di HadeethEnc.comعَن أَبي سَعِيدٍ الْخُدْرِيِّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: «مَنْ قَالَ: رَضِيتُ بِاللَّهِ رَبًّا، وَبِالْإِسْلَامِ دِينًا، وَبِمُحَمَّدٍ رَسُولًا، وَجَبَتْ لَهُ الْجَنَّةُ».
Abu Sa‘īd al-Khudriy -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan bahwa Rasulullah ﷺ bersabda, "Siapa yang membaca, 'Raḍītu billāhi rabban, wa bil-islāmi dīnan, wa bimuḥammadin rasūlan (Aku rida kepada Allah sebagai Tuhanku, Islam sebagai agamaku, dan Muhammad ﷺ sebagai rasulku)', dia pasti mendapatkan surga."
HR. Abu DaudDerajatSahih
Penjelasan
Nabi ﷺ mengabarkan bahwa orang orang yang mengucapkan: Raḍītu billāhi rabban (aku rida kepada Allah sebagai Tuhanku) yang disembah, yang mengurus, yang memiliki, yang mengatur dan yang memperbaiki .. wa bil-islāmi (dan kepada Islam) dengan seluruh hukumnya berupa perintah dan larangan .. dīnan (sebagai agamaku) dan syariat yang diyakini dan diamalkan .. wa bimuḥammadin rasūlan (dan kepada Muhammad ﷺ sebagai rasul) dan nabi dengan semua yang beliau ajarkan dan sampaikan kepada kita, maka dia pasti mendapatkan surga.
Faedah
- 1- Anjuran agar membaca doa ini dan menjelaskan pahala yang akan didapatkan.
- 2- Rida kepada Allah sebagai Tuhan berkonsekuensi seseorang tidak akan menyembah selain-Nya.
- 3- Rida kepada Muhammad ﷺ sebagai nabi dan rasul berkonsekuensi taat kepada beliau dan tunduk kepada Sunnahnya.
- 4- Rida kepada Islam sebagai agama adalah wujud rida kepada pilihan Allah bagi hamba-hamba-Nya.
- 5- Anjuran membaca doa ini setelah dua kalimat syahadat saat mendengar azan, sebagaimana disebutkan dalam riwayat-riwayat lain.
- 6- Disebutkan dalam hadis yang lain anjuran membaca doa ini ketika pagi dan sore.
Rujukan
سنن أبي داود (2/ 635) (1529).
شرح أبي داود للعيني (5/ 439).
شرح سنن أبي داود لابن رسلان (7/ 348).
المفهم لما أشكل من تلخيص كتاب مسلم (3/ 710).
Hadis ini di HadeethEnc.comSetiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com