Langsung ke konten
Hadis dengan penjelasan

Jangan sekali-kali salah seorang di antara kalian memegang kemaluannya ‎dengan tangan kanan ketika buang air kecil, jangan membersihkan bekas ‎kotoran (istinja) dengan tangan kanan, dan jangan pula bernapas dalam ‎bejana

عَنْ أَبِي قَتَادَةَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «لَا يُمْسِكَنَّ أَحَدُكُمْ ذَكَرَهُ بِيَمِينِهِ وَهُوَ يَبُولُ، وَلَا يَتَمَسَّحْ مِنَ الْخَلَاءِ بِيَمِينِهِ، وَلَا يَتَنَفَّسْ فِي الْإِنَاءِ».
Abu Qatādah -raḍiyallāhu 'anhu- meriwayatkan, Rasulullah ﷺ bersabda, "Jangan sekali-kali salah seorang di antara kalian memegang kemaluannya ‎dengan tangan kanan ketika buang air kecil, jangan membersihkan bekas ‎kotoran (istinja) dengan tangan kanan, dan jangan pula bernapas dalam ‎bejana."
Muttafaq 'alaihDerajatSahih
Penjelasan

Dalam hadis ini, Nabi ﷺ menerangkan beberapa adab, yaitu beliau melarang laki-laki memegang kemaluannya dengan tangan kanan ketika buang air kecil dan tidak membersihkan najis dari kubul atau dubur dengan tangan kanan, karena tangan kanan diperuntukkan untuk perkara-perkara mulia. Beliau juga melarang seseorang bernapas dalam bejana yang digunakan minum.

Faedah
  1. 1- Menerangkan keterdepanan Islam dalam persoalan adab dan kebersihan.
  2. 2- Menjauhi perkara-perkara kotor, namun jika terpaksa menyentuhnya, maka hendaklah dengan tangan kiri.
  3. 3- Menerangkan kemuliaan dan keutamaan tangan kanan atas tangan kiri.
  4. 4- Kesempurnaan syariat Islam dan keuniversalan ajarannya.
Rujukan

صحيح البخاري (1/ 42) (154). صحيح مسلم (1/ 225) (267). تيسير العلام شرح عمدة الأحكام، للبسام (ص41). تنبيه الأفهام شرح عمدة الأحكام، لابن عثيمين (1/ 45).

Hadis ini di HadeethEnc.com
Adab Makan dan Minum

Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com