Seorang laki-laki datang menemui Nabi ﷺ dan mengatakan: As-Salāmu 'alaikum. Beliau menjawab salamnya, sementara dia langsung duduk. Nabi ﷺ bersabda: Ia telah diberikan sepuluh pahala. Kemudian datang laki-laki lain dan mengatakan: As-Salāmu 'alaikum waraḥmatullāh. Beliau menjawab salamnya, sementara dia langsung duduk. Nabi ﷺ bersabda: Dia mendapatkan dua puluh pahala. Kemudian datang lagi laki-laki lainnya dan mengatakan: As-Salāmu 'alaikum wa raḥmatullāhi wa barakātuh. Beliau menjawab salamnya, sementara dia langsung duduk. Nabi ﷺ bersabda: Dia mendapatkan tiga puluh pahala; yaitu sepuluh pahala untuk setiap lafaz.
- 1- Orang yang datang memulai salam kepada orang yang duduk.
- 2- Tambahan pahala sesuai tambahan lafaz salam.
- 3- Lafaz paling sempurna dalam memberi salam: As-Salāmu 'alaikum wa raḥmatullāhi wa barakātuh. Sedangkan lafaz yang paling utama dalam menjawab salam: Wa 'alaikumus-salāmu wa raḥmatullahi wa barakātuh.
- 4- Tingkatan lafaz salam dan menjawabnya bervariasi, dan pahalanya juga bervariasi.
- 5- Mengajarkan kebaikan kepada orang lain dan mengingatkan mereka untuk meraih yang paling utama.
- 6- Ibnu Ḥajar berkata, "Apabila orang yang memberi salam menambahkan 'waraḥmatullāh', dianjurkan pada orang yang menjawab agar menambahkan 'wabarakātuh'. Lantas, apabila ia menambahkan 'wabarakātuh', apakah disyariatkan untuk menambah lagi ketika menjawab? Demikian halnya apabila orang yang memberi salam menambahkan lebih dari 'wabarakātuh', apakah hal itu disyariatkan? Imam Malik meriwayatkan dalam al-Muwaṭṭa` bahwa Ibnu 'Abbās berkata, 'Lafal salam mentok pada doa keberkahan.'"
سنن أبي داود (7/ 491) (5195). سنن الترمذي (4/ 420) (2689). مسند أحمد (33/ 170) (19948). كنوز رياض الصالحين ، لمجموعة من الباحثين (11/ 246). بهجة الناظرين، لسليم الهلالي (3/ 132). نزهة المتقين، لمجموعة من الباحثين (1/ 663). شرح رياض الصالحين، لابن عثيمين (4/ 399).