Nabi ﷺ menjelaskan bahwa orang yang belajar ilmu agama yang seharusnya diniatkan untuk mengejar rida Allah Ta'ala, tetapi ia tidak mempelajarinya kecuali demi mendapatkan bagian dan kenikmatan dunia berupa harta atau kedudukan, maka ia tidak akan mendapatkan aroma surga pada hari Kiamat.
- 1- Kewajiban ikhlas dalam menuntut ilmu dan anjuran untuk itu.
- 2- Peringatan keras terhadap tindakan menjadikan ilmu agama sebagai bahan untuk bersikap riya atau kendaraan untuk meraih hal-hal duniawi, karena yang seperti itu termasuk dosa besar.
- 3- Siapa yang menimba ilmu karena Allah Ta'ala lalu dunia menghampirinya sebagai ikutan, maka ia boleh mengambilnya, dan hal tersebut tidak membahayakannya.
- 4- As-Sindi berkata, "Sabda beliau ﷺ, 'arfal-jannah' artinya aroma surga. Ini adalah bentuk penegasan dalam pengharaman surga baginya, karena orang yang tidak mendapatkan aroma sesuatu maka ia tidak akan menikmatinya."
- 5- Orang yang mempelajari suatu ilmu yang seharusnya diniatkan demi wajah Allah, untuk mendapatkan pekerjaan atau untuk mendapatkan tujuan-tujuan duniawi lainnya, ia harus bertobat kepada Allah dari hal tersebut dan pasti Allah akan menghapus dosa niat rusak yang telah terjadi karena Allah Yang Maha Suci lagi Maha Tinggi memiliki karunia yang besar.
- 6- Peringatan ini berlaku bagi penuntut ilmu agama. Adapun orang yang belajar salah satu ilmu duniawi demi mendapatkan kenikmatan dunia, seperti teknik, kimia, dan lainnya demi dunia, maka ia diperkenankan dengan niatnya itu.
سنن أبي داود (5/ 504) (3664). سنن ابن ماجه (1/ 169) (252). مسند أحمد (14/ 169) (8457). شرح رياض الصالحين، لابن عثيمين (2/ 477). كنوز رياض الصالحين، لمجموعة من الباحثين (16/ 507). نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، لمجموعة من الباحثين (2/ 957). بهجة الناظرين، لسليم الهلالي (2/ 447). عون المعبود شرح سنن أبي داود، العظيم آبادي (10/ 70). حاشية السندي على سنن ابن ماجه، لمحمد التتوي (1/ 110).