Langsung ke konten
Hadis dengan penjelasan

Sesungguhnya kalian tidak bisa menarik simpati manusia dengan harta kalian, namun hendaknya kalian menarik hati mereka dengan keceriaan wajah dan budi pekerti kalian

عن أبي هريرة رضي الله عنه قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «إنكم لا تسعون الناس بأموالكم وَلْيَسَعُهُمْ منكم بَسْطُ الوجه وحسن الخلق».
Dari Abu Hurairah -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Sesungguhnya kalian tidak bisa menarik simpati manusia dengan harta kalian, namun hendaknya kalian menarik hati mereka dengan keceriaan wajah dan budi pekerti kalian."
Diriwayatkan oleh HakimDerajatHasan li gairihi
Penjelasan

Hadis ini adalah dalil yang menunjukkan keutamaan tampil dengan wajah yang lapang, ceria dan berseri pada saat bertemu (dengan orang lain). Juga keutamaan perilaku dan metode interaksi yang baik, serta memperlakukan orang lain dengan perkataan yang baik dan perbuatan yang mulia. Hal ini mampu dilakukan oleh semua orang. Akhlak seperti inilah yang akan mengundang rasa cinta dan melanggengkan kasih sayang antar individu dalam masyarakat.

Rujukan

المستدرك على الصحيحين، لأبي عبد الله الحاكم محمد بن عبد الله المعروف بابن البيع، تحقيق: مصطفى عبد القادر عطا، ط دار الكتب العلمية - بيروت - الطبعة الأولى، 1411ه - 1990م. صحيح الترغيب والترهيب، لمحمد ناصر الدين الألباني، ط مكتبة المعارف – الرياض. توضيح الأحكام من بلوغ المرام، الشيخ عبد الله بن عبد الرحمن البسام، ط مكتبة الأسد الإسلامية، الطبعة الخامسة، 2003م. منحة العلام في شرح بلوغ المرام، الشيخ عبد الله بن صالح الفوزان، ط دار ابن الجوزي، الطبعة الأولى، 1428ه. تسهيل الإلمام بفقه الأحاديث من بلوغ المرام، الشيخ صالح الفوزان بن عبد الله الفوزان، طبعة الرسالة. فتح ذي الجلال والإكرام، الشيخ محمد بن صالح العثيمين، ط. المكتبة الإسلامية، الطبعة الأولى. سبل السلام بشرح بلوغ المرام، للإمام محمد بن إسماعيل الصنعاني، ط. دار الحديث.

Hadis ini di HadeethEnc.com
Akhlak Terpuji

Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com