Langsung ke konten
Hadis dengan penjelasan

Sungguh, Allah telah mewahyukan kepadaku, 'Bersikap tawaduklah agar tidak ada yang saling sombong dan tidak ada yang saling menzalimi satu sama lain.'

عَنْ عِيَاضِ بْنِ حِمَارٍ أَخِي بَنِي مُجَاشِعٍ رَضيَ اللهُ عنه قَالَ: قَامَ فِينَا رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ خَطِيبًا، فَقَالَ: وَسَاقَ الْحَدِيثَ وَفِيهِ: «وَإِنَّ اللهَ أَوْحَى إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لَا يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ، وَلَا يَبْغِي أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ».
'Iyāḍ bin Ḥimār, saudara Bani Mujāsyi' -raḍiyallāhu 'anhu-, meriwayatkan: Suatu hari Rasulullah berdiri di tengah kami dalam rangka menyampaikan pidato -di dalamnya disebutkan-, "Sungguh, Allah telah mewahyukan kepadaku, 'Bersikap tawaduklah agar tidak ada yang saling sombong dan tidak ada yang saling menzalimi satu sama lain.'"
HR. MuslimDerajatSahih
Penjelasan

Nabi ﷺ pernah berdiri menyampaikan khotbah di tengah sahabat-sahabatnya, di antara yang beliau sampaikan, "Allah telah mewahyukan kepada beliau bahwa manusia wajib bersikap merendah di antara sesama mereka, yaitu dengan cara merendahkan hati dan bersikap lembut kepada semua orang. Hal itu agar tidak ada orang yang bersikap angkuh dengan menyombongkan diri serta memuliakan dirinya di atas orang lain karena nasabnya, hartanya, atau lainnya. Demikian juga agar tidak ada orang yang menzalimi dan menyakiti yang lain."

Faedah
  1. 1- Dalam hadis ini terdapat anjuran untuk bersikap tawaduk serta tidak sombong dan meninggikan diri atas orang lain.
  2. 2- Larangan berbuat zalim dan sombong.
  3. 3- Tawaduk memiliki dua makna. Pertama, tawaduk kepada agama Allah. Maksudnya, Anda tidak boleh menyombongkan diri di hadapan agama, tidak menolaknya maupun menolak menunaikan hukum-hukumnya. Kedua, tawaduk kepada hamba-hamba Allah karena Allah, bukan karena takut kepada mereka maupun karena mengharapkan apa yang ada pada mereka, tetapi karena Allah ﷻ.
Rujukan

صحيح مسلم (4/ 2198) (2865). توضيح الأحكام من بلوغ المرام، لعبد الله البسام (7/ 497). منحة العلام في شرح بلوغ المرام، لعبد الله الفوزان (10/ 344). فتح ذي الجلال والإكرام، لابن عثيمين (6/ 436). سبل السلام بشرح بلوغ المرام، لمحمد الصنعاني (2/ 691).

Hadis ini di HadeethEnc.com
Akhlak Terpuji

Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com