Langsung ke konten
Hadis dengan penjelasan

Wahai kaum Ansar, bukankah aku dapati kalian dalam kesesatan kemudian Allah memberi petunjuk kepada kalian melalui diriku? Dahulu kalian berpecah-belah kemudian Allah persatukan kalian denganku? Dahulu kalian kekurangan kemudian Allah cukupkan kalian dengan kedatanganku?

عن عبد الله بن زيد بن عاصم قال: «لما أفَاء الله على رسوله يوم حُنَيْنٍ؛ قَسَم في الناس، وفي المُؤَلَّفَةِ قلوبهم، ولم يعطِ الأنصار شيئا. فكأنهم وجدوا في أنفسهم؛ إذ لم يُصِبْهُمْ ما أصاب الناس. فخطبهم؛ فقال: يا معشر الأنصار، ألم أجدكم ضُلاَّلاً فهداكم الله بي؟ وكنتم متفرقين فَأَلَّفَكُمُ الله بي؟ وَعَالَةً فأغناكم الله بي؟ كلما قال شيئًا؛ قالوا: اللهُ ورسولُه أمَنُّ. قال: ما يمنعكم أن تجيبوا رسول الله؟ قالوا: الله ورسوله أمَنُّ. قال: لو شِئْتُمْ لقلتم: جئتنا كذا وكذا. أَلَا تَرْضَوْنَ أن يذهب الناس بالشاة والبعير، وتذهبون برسول الله إلى رحَالِكُم؟ لولا الهجرة لكنت امْرَأً من الأنصار، ولو سلك الناس واديًا أو شِعْبًا، لَسَلَكْتُ وادي الأنصار وَشِعْبَهَا. الأنصار شِعَارٌ، والناس دِثَارٌ، إنكم ستلقون بعدي أَثَرَةً ، فاصبروا حتى تلقوني على الحوض».
Dari Abdullah bin Zaid bin 'Āshim berkata ketika Allah mengaruniakan rampasan perang (fai) kepada Rasul-Nya pada perang Hunain, beliau membagikannya kepada kaum muslimin dan para muallaf, dan beliau tidak memberikan kepada kaum Ansar sedikitpun, maka merekapun merasa kecewa karena tidak mendapatkan apa diberikan kepada orang lain. Kemudian Rasulullah berkhutbah di hadapan mereka dengan berkata, "Wahai kaum Ansar! Bukankah aku dapati dahulu kalian dalam kesesatan kemudian Allah berikan kalian petunjuk denganku? Dahulu kalian berpecah belah kemudian Allah persatukan kalian denganku? Dahulu kalian kekurangan kemudian Allah cukupkan kalian dengan kedatanganku?" Setiap Rasulullah mengatakan sesuatu merekapun menjawab, "Allah dan Rasul-Nya lebih baik." Beliau berkata, "Apa yang menghalangi kalian tidak menjawab pertanyaan Rasullullah?" Mereka berkata, "Allah dan Rasul-Nya lebih baik." Beliau bersabda, "Seandainya kalian mau, kalian akan mengatakan, Engkau telah datang kepada kami dengan begini dan begitu. Tidakkah kalian rida jika manusia pulang membawa kambing dan unta sedang kalian pulang bersama Rasulullah menuju tempat tinggal kalian, seandainya bukan karena hijrah maka sungguh aku adalah orang Ansar, seandainya orang-orang berjalan melewati suatu lembah dan bukit maka sungguh aku akan melewati lembah dan bukit kaum Ansar. Kaum Ansar laksana orang-orang yang memakaikan (mengenakan) dan selain mereka bagaikan selimutnya. Sesungguhnya kalian akan mendapati sesudahku orang-orang yang egois, maka bersabarlah sampai kalian bertemu denganku di telaga".
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan

Ketika Allah mengaruniakan kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- harta rampasan perang yang banyak pada perang Ḥunain dan setelah beliau selesai mengepung kota Ṭāif, beliau kembali mendatangi harta rampasan perang tersebut. Lantas Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memberikannya kepada orang-orang yang baru masuk Islam untuk melembutkan hati mereka, akan tetapi sebagian orang Ansar tidak setuju dengan tindakan ini. Adapun orang-orang pilihan dari mereka, mereka tahu bahwa apa yang Rasulullah lakukan adalah benar. Ketika sampai ke telinga beliau apa yang mereka katakan; yang mana sebagian mereka mengatakan, "Rasulullah memberikan rampasan perang kepada kaum yang mana pedang-pedang bertetesan darah mereka dan tidak memberikan kepada kita", maka Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- segera mengumpulkan mereka di suatu kubah dan mereka pun berkumpul, kemudian Rasulullah mengatakan, "Perkataan apa yang sampai kepadaku dari kalian...dst. Maka Rasulullah pun menegur mereka dan mengakui jasa- jasa besar mereka (kaum Ansar) dalam menolong Rasulullah dan agama Islam yang ia bawa. Hati merekapun menjadi tenanglah dan mereka pun tahu besarnya nikmat yang Allah berikan untuk mereka yaitu bersahabat dengan Rasulullah, dan mereka pun pulang bersama Rasulullah ke kampung mereka, ditambah lagi dengan apa yang Allah siapkan untuk mereka di akhirat; yaitu balasan atas apa yang telah mereka kerjakan dan mereka korbankan. Oleh sebab itu, Rasulullah menyuruh mereka untuk bersabar menghadapi sifat keegoisan yang akan mereka hadapi sepeninggal beliau.

Rujukan

عمدة الأحكام، تأليف: عبد الغني بن عبد الواحد المقدسي، تحقيق: محمود الأرناؤوط، دار الثقافة العربية ومؤسسة قرطبة، الطبعة الثانية، 1408هـ. تيسير العلام، تأليف: عبد الله بن عبد الرحمن البسام، تحقيق محمد صبحي بن حسن حلاق، مكتبة الصحابة ومكتبة التابعين، الطبعة العاشرة، 1426 هـ. تأسيس الأحكام شرح عمدة الأحكام، تأليف: أحمد بن يحي النجمي: نسخة إلكترونية لا يوجد بها بيانات نشر. تنبيه الأفهام شرح عمدة الإحكام، تأليف: محمد بن صالح العثيمين، مكتبة الصحابة ومكتبة التابعين، الطبعة الأولى: 1426هـ. خلاصة الكلام على عمدة الأحكام، تأليف: فيصل بن عبد العزيز آل مبارك، الطبعة الثانية، 1412 هـ الإلمام بشرح عمدة الأحكام، تأليف: إسماعيل الأنصاري، مطابع دار الفكر، الطبعة الأولى: 1381 هـ صحيح البخاري ، تأليف: محمد بن إسماعيل البخاري ، تحقيق: محمد زهير الناصر، الناشر: دار طوق النجاة الطبعة: الأولى، 1422هـ صحيح مسلم ، تأليف: مسلم بن الحجاج النيسابوري، تحقيق: محمد فؤاد عبد الباقي - الناشر: دار إحياء التراث العربي – بيروت.

Hadis ini di HadeethEnc.com
Keutamaan Sahabat -raḍyallāhu 'anhum-

Setiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com