عن أبي بكر الصديق رضي الله عنه قال: ارْقَبُوا محمَّدًا -صلَّى اللهُ عليهِ وسلَّم- فِي أَهلِ بَيتِهِ.
Dari Abu Bakar aṣ-Ṣiddīq -raḍiyallāhu 'anhu-, ia berkata, "Peliharalah kehormatan Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dengan cara menjaga hak-hak ahlulbait beliau."
Diriwayatkan oleh BukhariDerajatHadis sahih
Penjelasan
Di dalam aṡar Abu Bakar -raḍiyallāhu 'anhu- terdapat dalil tentang pengetahuan para sahabat -raḍiyallāhu 'anhum- terhadap hak ahlulbait (keluarga) Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, serta pemuliaan dan penghormatan mereka. Oleh sebab itu, siapa saja yang termasuk ahlulbait yang teguh di atas agama (Islam) dan mengikuti sunah Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, maka dia memiliki dua hak: hak Islam (hak sebagai seorang muslim) dan hak kekerabatan dengan Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Aṡar ini (menjelaskan) bahwa Abu Bakar dan para sahabat mencintai ahlulbait dan berpesan kebaikan untuk mereka.
Rujukan
بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين لسليم الهلالي، ط1، دار ابن الجوزي، الدمام، 1415هـ.
تطريز رياض الصالحين، للشيخ فيصل المبارك، ط1، تحقيق: عبد العزيز بن عبد الله آل حمد، دار العاصمة، الرياض، 1423هـ.
دليل الفالحين لطرق رياض الصالحين، لمحمد علي بن محمد بن علان، ط4، اعتنى بها: خليل مأمون شيحا، دار المعرفة، بيروت، 1425هـ.
رياض الصالحين للنووي، ط1، تحقيق: ماهر ياسين الفحل، دار ابن كثير، دمشق، بيروت، 1428هـ.
صحيح البخاري، تحقيق: محمد زهير بن ناصر الناصر، ط1، دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم: محمد فؤاد عبد الباقي)، 1422هـ.
نزهة المتقين شرح رياض الصالحين، لمجموعة من الباحثين، ط14، مؤسسة الرسالة، 1407هـ.
Hadis ini di HadeethEnc.comعن عائشة رضي الله عنها قالت: كُنَّ أزواجُ النبي صلى الله عليه وسلم عنده، فأقبلت فاطمة رضي الله عنها تمشي، ما تُخْطِئُ مِشْيَتُها من مِشْيَةِ رسول الله صلى الله عليه وسلم شيئًا، فلما رآها رَحَّبَ بها، وقال: «مَرْحَبًا بابنتي»، ثم أجلسها عن يمينه أو عن شماله، ثم سَارَّهَا فبكت بُكاءً شديدًا، فلما رأى جَزَعَهَا، سَارَّهَا الثانية فضحكت، فقلتُ لها: خَصَّكِ رسول الله صلى الله عليه وسلم من بين نسائه بالسِّرَارِ، ثم أنت تَبْكِينَ! فلما قام رسول الله صلى الله عليه وسلم سألتها: ما قال لك رسول الله صلى الله عليه وسلم ؟ قالت: ما كنت لأُفْشِيَ على رسول الله صلى الله عليه وسلم سِرَّهُ، فلما توفي رسول الله صلى الله عليه وسلم قلتُ: عَزَمْتُ عليك بما لي عليك من الحق، لما حَدَّثْتِنِي ما قال لك رسول الله صلى الله عليه وسلم ؟ فقالت: أما الآن فنعم، أما حين سَارَّنِي في المرة الأولى فأخبرني أن جبريل كان يُعارضه القرآن في كل سنة مرة أو مرتين، وأنه عارضه الآن مرتين، وإني لا أرى الأَجَلَ إلا قد اقترب، فاتقي الله واصبري، فإنه نِعْمَ السَّلَفُ أنا لك، فبكيت بكائي الذي رأيتِ، فلما رأى جَزَعِي سَارَّنِي الثانية، فقال: «يا فاطمة، أما تَرْضَينَ أن تكوني سيدة نساء المؤمنين، أو سيدة نساء هذه الأمة؟» فضحكتُ ضحكي الذي رأيتِ.
Dari Aisyah -raḍiyyallāhu 'anhā-, ia berkata, "Para istri Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- ada di samping beliau. Lantas Fatimah -raḍiyyallāhu 'anhā- datang sambil berjalan. Cara jalannya mirip dengan cara jalan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Saat beliau melihatnya, beliau pun menyambutnya dan bersabda, "Selamat datang putriku." Selanjutnya beliau mempersilakannya untuk duduk di samping kanannya atau kirinya. Lalu beliau bisikkan sesuatu kepadanya hingga ia (Fatimah) menangis tersedu-sedu. Ketika melihat kesedihan hati Fatimah, maka sekali lagi Rasulullah pun membisikkan sesuatu kepadanya hingga ia tertawa. Lalu aku (Aisyah) bertanya kepada Fatimah, "Sesungguhnya Rasulullah - ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- telah memberikan keistimewaan kepadamu dengan membisikkan suatu rahasia di hadapan para istri beliau hingga kamu menangis sedih!" Setelah Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- meninggalkan tempat itu, aku pun bertanya kepada Fatimah, "Apa yang dikatakan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- kepadamu?" Fatimah menjawab, "Sungguh aku tidak ingin menyebarkan rahasia Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-." Setelah Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam - meninggal dunia, aku (Aisyah) bertanya kepadanya, "Aku bertekad menanyakan kepadamu -sesuai dengan hak (kedudukanku) di sisimu- tentang apa yang telah dibisikkan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- kepadamu dulu waktu kamu tidak mau menjelaskannya kepadaku." Fatimah menjawab, "Sekarang -setelah Rasulullah meninggal dunia- aku akan memberitahukannya kepadamu. Dulu, ketika Rasulullah membisikkan sesuatu kepadaku, untuk yang pertama kali, beliau memberitahukan bahwasanya Jibril dan beliau biasanya bertadarus Al-Qur`ān satu atau dua kali dalam setiap tahun dan kini beliau bertadarus dengannya (Jibril) sebanyak dua kali. Sungguh aku (Rasulullah) tahu bahwa ajalku telah dekat. Oleh karena itu, bertakwalah kepada Allah dan bersabarlah! Sesungguhnya sebaik-baik pendahulumu adalah aku." (Fatimah berkata), "Maka aku pun menangis, seperti yang kamu lihat dulu. Ketika Rasulullah melihat kesedihanku, beliau pun berbisik kepadaku untuk kedua kalinya. Beliau bersabda, "Hai Fatimah, tidakkah kamu rida menjadi pemimpin para istri orang-orang mukmin atau pemimpin para wanita umat ini?" Lalu aku pun tertawa seperti yang dulu engkau lihat."
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan
Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- menuturkan bahwa para istri Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- berada di sisi beliau. Lantas Fatimah -raḍiyallāhu 'anhā- datang menjenguk beliau yang sedang sakit menjelang wafat. Aisyah menuturkan bahwa Fatimah -raḍiyallāhu 'anhā- datang dengan berjalan kaki. Cara jalannya seperti cara jalan Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Kebiasaan Nabi - ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- apabila putrinya, Fatimah - raḍiyallāhu 'anhā- datang, beliau berdiri menyambutnya, menciumnya, dan menyilahkannya untuk duduk di tempat duduknya. Beliau menyambut kedatangan putrinya dan menyilahkannya untuk duduk di sampingnya.
Selanjutnya Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- mengabarkan bahwa beliau berbisik kepada Fatimah -raḍiyallāhu 'anhā- dengan satu perkataan lalu ia (Fatimah) menangis keras. Saat beliau melihat kesedihan dahsyat pada putrinya, beliau pun membisikan perkataan lainnya kepadanya hingga ia tertawa.
Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- pun bertanya kepada Fatimah mengenai kekhususan yang diberikan oleh Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- kepadanya tanpa istri-istri yang lainnya dan menyebabkan dirinya menangis.
Fatimah menjawab, "Aku tidak akan membeberkan rahasia Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-.
Setelah Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- wafat, Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- bersumpah kepada Fatimah -raḍiyallāhu 'anhā- agar menceritakan kepadanya mengenai sabda Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- kepadanya.
Fatimah berkata, "Karena engkau bertanya kepadaku sekarang, maka aku akan menceritakannya kepadamu. Mengenai tangisanku saat beliau membisikan perkataan kepadaku pada bisikan pertama, sesungguhnya beliau memberitahuku bahwa Jibril -'alaihi as-salām- membacakan Al-Qur`ān kepada beliau satu atau dua kali setiap tahun. Saat itu Jibril membacakan Al-Qur`ān kepadanya dua kali dan Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengira bahwa itu merupakan peringatan mengenai akhir masa hidupnya. Beliau memerintahkanku untuk bertakwa dan bersabar serta menyadari hal itu sebagai kemuliaan yang dimajukan bagiku setara dengan kesedihan perpisahan yang tampak. Aku pun menangis sebagaimana yang engkau lihat dariku. Ketika beliau melihat kesedihanku yang berat, beliau memberi kabar yang baik kepadaku bahwa aku adalah pemimpin para wanita orang-orang beriman atau pemimpin wanita umat ini. Aku pun tertawa lepas dengan tawa sebagaimana yang pernah engkau lihat dariku. Adapun tertawanya, maka hadis ini menjelaskan keadaan Fatimah -raḍiyallāhu 'anhā- bahwa dia adalah pemimpin para wanita penghuni Surga. Meskipun demikian, ada perbedaan pendapat di berbagai riwayat mengenai bisikan kedua beliau dan tertawanya terhadap hal tersebut. Pendapat ini terbagi ke dalam beberapa pendapat:
1. Itu merupakan kabar bagi Fatimah bahwa dialah keluarganya yang pertama kali menyusul Nabi.
2. Itu merupakan pemberitahuan bahwa Fatimah adalah pemimpin para wanita penghuni Surga, dan Fatimah sebagai keluarga yang pertama kali menyusul beliau (meninggal) digabungkan dengan pendapat yang pertama, dan ini pendapat yang sahih.
3. Beliau bersabda kepada Fatimah bahwa Jibril telah mengabariku bahwa tidak ada satu perempuan pun yang lebih agung keturunannya darimu, karena itu janganlah engkau menjadi wanita yang paling rendah kesabarannya. Hanya saja sebelum itu Aisyah - raḍiyallāhu 'anhā- dengan minatnya terhadap ilmu, dia segera bertanya kepada Fatimah -raḍiyallāhu 'anhā- mengenai apa yang terjadi dalam bisikan. Ternyata putri Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- hanya menjawab, "Sungguh aku tidak akan menyebarkan rahasia Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Ini merupakan bukti dari hadis. Setelah larangan terhapus dengan wafatnya Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, Fatimah pun memberitahukan perkara rahasia itu.
Dalam hadis tersebut Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memberitahukan hal yang akan terjadi. Lalu terjadilah sebagaimana sabda beliau. Mereka sepakat bahwa Fatimah -'alaiha as-salām- adalah orang yang pertama kali meninggal dari kalangan keluarga Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bahkan sebelum para istri-istri beliau -raḍiyallāhu 'anhunna-.
Rujukan
بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين لسليم الهلالي، ط1، دار ابن الجوزي، الدمام، 1415ه.
تطريز رياض الصالحين للشيخ فيصل المبارك، ط1، تحقيق: عبد العزيز بن عبد الله آل حمد، دار العاصمة، الرياض، 1423 هـ.
رياض الصالحين للنووي، ط1، تحقيق: ماهر ياسين الفحل، دار ابن كثير، دمشق، بيروت، 1428 هـ.
رياض الصالحين، ط4، تحقيق: عصام هادي، وزارة الأوقاف والشؤون الإسلامية القطرية، دار الريان، بيروت، 1428هـ.
كنوز رياض الصالحين، مجموعة من الباحثين برئاسة حمد بن ناصر العمار، ط1، كنوز إشبيليا، الرياض، 1430هـ.
شرح رياض الصالحين للشيخ ابن عثيمين، دار الوطن للنشر، الرياض، 1426هـ.
صحيح البخاري، تحقيق: محمد زهير بن ناصر الناصر، ط1، دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم: محمد فؤاد عبد الباقي)، 1422ه.
صحيح مسلم، تحقيق: محمد فؤاد عبد الباقي، دار إحياء التراث العربي، بيروت.
نزهة المتقين شرح رياض الصالحين لمجموعة من الباحثين، ط14، مؤسسة الرسالة، 1407هـ.
فتح الباري شرح صحيح البخاري، لابن حجر العسقلاني، الناشر: دار المعرفة - بيروت، 1379
شرح العقيدة الواسطية، لابن عثيمين، دار ابن الجوزي، الطبعة السابعة، 1422ه.
Hadis ini di HadeethEnc.comعن عائشة رضي الله عنها قالت: «ما غِرْتُ على أحد من نساء النبي صلى الله عليه وسلم ما غِرْتُ على خديجة رضي الله عنها ، وما رأيتها قط، ولكن كان يُكثر ذِكْرَها، وربما ذبح الشَّاةَ، ثم يُقطعها أَعْضَاءً، ثم يَبْعَثُهَا في صَدَائِقِ خديجة، فربما قلت له: كأن لم يكن في الدنيا إلا خديجة! فيقول: «إنها كانت وكانت وكان لي منها وَلَدٌ».
وفي رواية: وإن كان لَيَذْبَحُ الشَّاءَ، فيُهدي في خَلَائِلِهَا منها ما يَسَعُهُنَّ.
وفي رواية: كان إذا ذَبَحَ الشَّاةَ، يقول: «أرسلوا بها إلى أصدقاء خديجة».
وفي رواية: قالت: اسْتَأْذَنَتْ هالة بنت خويلد أخت خديجة على رسول الله صلى الله عليه وسلم فعرف استئذان خديجة، فارْتَاحَ لذلك، فقال: «اللهم هالة بنت خويلد».
Aku tidak pernah merasa cemburu terhadap istri-istri Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- melebihi kecemburuanku terhadap Khadijah -raḍiyallāhu 'anhā- padahal aku tidak pernah berjumpa dengannya. Akan tetapi beliau sering sekali menyebutnya. Terkadang beliau menyembelih kambing lalu memotong-motongnya menjadi beberapa bagian, kemudian mengirimnya kepada teman-teman Khadijah. Sampai pernah aku berkata kepadanya, "Seakan-akan tidak ada wanita lain di dunia ini kecuali Khadijah." Maka beliau menjawab, "Sesungguhnya dia itu wanita begini dan begini, darinya aku dikarunia anak."
Dalam salah satu riwayat disebutkan, "Apabila beliau menyembelih kambing, maka beliau selalu menghadiahkan bagian kambing itu kepada sahabat-sahabat Khadijah apa yang dapat mencukupi mereka."
Dalam riwayat lain, "Apabila beliau menyembelih kambing, maka beliau mengatakan, "Kirimkanlah daging kambing itu kepada sahabat-sahabat Khadijah."
Dan di dalam riwayat lain, Aisyah berkata, "Hālah binti Khuwailid saudari Khadijah pernah meminta izin untuk masuk ke rumah Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Beliau mengenal suara minta izinnya mirip dengan suara Khadijah hingga membuat beliau merasa senang. Lalu beliau berkata, "Ya Allah, ternyata Hālah binti Khuwailid."
Muttafaq 'alaih dengan seluruh riwayat-riwayatnyaDerajatHadis sahih
Penjelasan
Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- berkata, "Aku tidak pernah merasa cemburu terhadap salah seorang dari istri-istri Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- seperti kecemburuanku terhadap Khadijah -raḍiyallāhu 'anhā-. Dia adalah istri pertama Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan telah wafat sebelum Aisyah menjumpainya. Dahulu tatkala Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menyembelih kambing di Madinah, maka beliau mengambil sebagian dagingnya dan menghadiahkannya kepada teman-teman Khadijah -raḍiyallāhu 'anhā-, dan Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- tidak sabar dengan hal itu. Lantas dia berkata, "Wahai Rasulullah, seakan-akan tidak ada wanita lain di dunia kecuali Khadijah."
Maka Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- menyebutkan bahwa dia (Khadijah) dahulu melakukan begini dan begini, beliau menyebutkan sifat-sifat Khadijah -raḍiyallāhu 'anhā-.
Dan beliau -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- juga menambahkan rahasia kecintaan, kasih sayang, dan hubungan (keterikatan) mendalam ini (dengan ucapan), "Dan darinya aku dikaruniai anak." Anak-anak beliau ada empat orang perempuan dan tiga orang laki-laki, mereka semua dari Khadijah kecuali satu orang anak laki-laki yaitu Ibrahim -raḍiyallāhu 'anhu-, dia dari Mariyah Al-Qibṭiyah yang dihadiahkan kepada beliau oleh raja Al-Qibṭ (Mesir).
Suatu ketika Hālah binti Khuwailid saudari Khadijah -raḍiyallāhu 'anhuma- datang, lalu ia meminta izin, dan cara minta izinnya menyerupai cara minta izin Khadijah karena suara Khadijah mirip dengan suara saudarinya, lantas beliau teringat Khadijah dengan hal itu. Maka beliau -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pun gembira dan senang dengan itu.
Rujukan
بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين لسليم الهلالي، ط1، دار ابن الجوزي، الدمام، 1415هـ.
تحفة الأحوذي بشرح جامع الترمذي للمباركفورى، دار الكتب العلمية، بيروت.
تطريز رياض الصالحين للشيخ فيصل المبارك، ط1، تحقيق: عبد العزيز بن عبد الله آل حمد، دار العاصمة، الرياض، 1423 هـ.
دليل الفالحين لطرق رياض الصالحين لمحمد علي بن محمد بن علان، ط4، اعتنى بها: خليل مأمون شيحا، دار المعرفة، بيروت، 1425 هـ.
رياض الصالحين للنووي، ط1، تحقيق: ماهر ياسين الفحل، دار ابن كثير، دمشق، بيروت، 1428 هـ.
رياض الصالحين، ط4، تحقيق: عصام هادي، وزارة الأوقاف والشؤون الإسلامية القطرية، دار الريان، بيروت، 1428هـ.
كنوز رياض الصالحين، مجموعة من الباحثين برئاسة حمد بن ناصر العمار، ط1، كنوز إشبيليا، الرياض، 1430هـ.
شرح رياض الصالحين للشيخ ابن عثيمين، دار الوطن للنشر، الرياض، 1426هـ.
صحيح البخاري، تحقيق: محمد زهير بن ناصر الناصر، ط1، دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم: محمد فؤاد عبد الباقي)، 1422هـ.
صحيح مسلم، تحقيق: محمد فؤاد عبد الباقي، دار إحياء التراث العربي، بيروت.
نزهة المتقين شرح رياض الصالحين لمجموعة من الباحثين، ط14، مؤسسة الرسالة، 1407هـ.
Hadis ini di HadeethEnc.comعن واثلة بن الأسقع رضي الله عنه ، قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «إنَّ اللهَ اصْطَفى كِنانَة من وَلَد إسماعيل، واصْطَفى قُريشًا من كِنانة، واصْطَفى بَني هاشم مِنْ قُرَيش، واصْطَفاني مِنْ بني هاشم، فأنا سَيِّدُ وَلَد آدم ولا فَخْر، وأوَّلُ مَن تَنْشَقُّ عنه الأرض، وأوَّلُ شافع، وأوَّل مُشَفَّع».
Wāṡilah bin Al-Asqa' -raḍiyallāhu 'anhu- berkata, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Sungguh Allah telah memilih Kinānah di antara anak keturunan Ismail, lalu Allah memilih Quraisy di antara kabilah Kinānah, lalu memilih Bani Hāsyim di antara kabilah Quraisy, lalu memilihku di antara anak keturunan Hāsyim. Aku adalah pemimpin anak keturunan Adam, tanpa ada kesombongan. Aku adalah yang paling pertama dibangkitkan dari kubur, pemberi syafaat pertama, dan paling pertama diterima syafaatnya."
Diriwayatkan oleh Ibnu HibbānDerajatHadis sahih
Penjelasan
Dalam hadis ini disebutkan bahwa Allah -Ta'ālā- telah memilih Kinānah dan mengutamakan mereka di atas anak keturunan Ismail dari kalangan Arab. Lalu Allah memilih dan mengutamakan Quraisy di atas kabilah-kabilah turunan Kinānah. Lalu Allah memilih dan mengutamakan Bani Hāsyim di antara suku-suku Quraisy lainnya. Lalu Allah memilih dan memuliakan Nabi Muhammad -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- di atas anak keturunan Hāsyim. Maka beliau -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- adalah pemimpin anak keturunan Adam seluruhnya dan yang paling mulia di antara mereka. Namun kendati demikian beliau tidak menyombongkan diri atas siapa pun. Beliau hanya menyampaikan wahyu yang Allah wahyukan kepadanya. Begitu juga, beliau adalah orang pertama yang akan dibangkitkan pada hari Kiamat, yang paling pertama memberi syafaat, dan paling pertama syafaatnya dikabulkan.
Rujukan
-صحيح مسلم، تحقيق: محمد فؤاد عبد الباقي، نشر: دار إحياء التراث العربي - بيروت.
-الإحسان في تقريب صحيح ابن حبان، المؤلف: محمد بن حبان بن أحمد بن حبان بن معاذ البُستي، ترتيب: الأمير علاء الدين علي بن بلبان الفارسي، حققه وخرج أحاديثه وعلق عليه: شعيب الأرنؤوط، الناشر: مؤسسة الرسالة، بيروت، الطبعة: الأولى، 1408 هـ - 1988 م.
-سلسلة الأحاديث الصحيحة وشيء من فقهها وفوائدها، تأليف محمد ناصر الدين الألباني، الناشر: مكتبة المعارف للنشر والتوزيع، الرياض، الطبعة: الأولى، لمكتبة المعارف.
-المنهاج شرح صحيح مسلم بن الحجاج، للنووي، نشر: دار إحياء التراث العربي – بيروت، الطبعة: الثانية، 1392ه.
-مرقاة المفاتيح شرح مشكاة المصابيح، لعلي بن سلطان الملا الهروي القاري، الناشر: دار الفكر، بيروت - لبنان، الطبعة: الأولى، 1422هـ - 2002م.
-إكمال المعلم بفوائد مسلم لعياض بن موسى بن عياض بن عمرون اليحصبي السبتي، المحقق: الدكتور يحيى إسماعيل، الناشر: دار الوفاء للطباعة والنشر والتوزيع، مصر، الطبعة: الأولى، 1419 هـ - 1998 م.
-كشف المشكل من حديث الصحيحين، لجمال الدين أبي الفرج عبد الرحمن بن علي بن محمد الجوزي، المحقق: علي حسين البواب، الناشر: دار الوطن – الرياض.
-المفاتيح في شرح المصابيح, الحسين بن محمود بن الحسن المُظْهِري, تحقيق لجنة من المحققين بإشراف: نور الدين طالب, دار النوادر، وهو من إصدارات إدارة الثقافة الإسلامية - وزارة الأوقاف الكويتية, الطبعة: الأولى، 1433 هـ - 2012 م.
-شرح مصابيح السنة للإمام البغوي, محمَّدُ بنُ عزِّ الدِّينِ الرُّوميُّ الكَرمانيّ، المشهور بـ ابن المَلَك, تحقيق: لجنة مختصة بإشراف: نور الدين طالب, إدارة الثقافة الإسلامية, الطبعة: الأولى، 1433 هـ - 2012 م.
Hadis ini di HadeethEnc.comعن المسور بن مخرمة رضي الله عنهما مرفوعًا: «فاطمة بَضْعة مني، فمَن أغضبها أغضبني».
Dari Al-Miswar bin Makhramah -raḍiyallāhu 'anhumā- secara marfū', "Fatimah adalah bagian dari diriku; siapa yang membuatnya marah maka ia telah membuatku marah."
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan
Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- memberitahukan bahwa putrinya, Fatimah adalah bagian dari diri beliau. Untuk itu, barangsiapa yang membuatnya marah, berarti telah membuat marah Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-.
Rujukan
صحيح البخاري، محمد بن إسماعيل البخاري الجعفي، تحقيق: محمد زهير الناصر، دار طوق النجاة (مصورة عن السلطانية بإضافة ترقيم: محمد فؤاد عبد الباقي)، الطبعة: الأولى 1422هـ.
صحيح مسلم، مسلم بن الحجاج القشيري النيسابوري، تحقيق محمد فؤاد عبد الباقي، دار إحياء التراث العربي، بيروت، الطبعة: 1423هـ.
عمدة القاري شرح صحيح البخاري، محمود بن أحمد بدر الدين العينى، الناشر: دار إحياء التراث العربي، بيروت.
مرقاة المفاتيح شرح مشكاة المصابيح، علي بن سلطان الملا الهروي القاري، الناشر: دار الفكر، بيروت، لبنان، الطبعة: الأولى 1422هـ، 2002م.
منار القاري شرح مختصر صحيح البخاري، حمزة محمد قاسم، راجعه: عبد القادر الأرناؤوط، عني بتصحيحه ونشره: بشير محمد عيون، الناشر: مكتبة دار البيان، دمشق، مكتبة المؤيد، الطائف، الطبعة: 1410هـ، 1990م.
Hadis ini di HadeethEnc.comعن عائشة رضي الله عنها ، أنَّ جبريل جاء بصورتها في خِرْقَة حَرير خضراء إلى النبي صلى الله عليه وسلم ، فقال: «هذه زوجتُك في الدنيا والآخرة».
Dari Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- bahwasanya Jibril pernah datang membawa gambar dirinya yang dibalut kain sutra hijau kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- lalu berkata, "Ini adalah istrimu di dunia dan akhirat."
Diriwayatkan oleh TirmiżiDerajatHadis sahih
Penjelasan
Jibril pernah mendatangi Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dalam mimpi dengan membawa Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- dalam balutan sehelai sutra hijau. Maksudnya, datang di alam mimpi, bukan di alam nyata. Lalu ia berkata pada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, "Wanita inilah yang akan menjadi istrimu di dunia dan akhirat."
Rujukan
سنن الترمذي، محمد بن عيسى الترمذي، تحقيق وتعليق: أحمد محمد شاكر، ومحمد فؤاد عبد الباقي، وإبراهيم عطوة عوض، شركة مكتبة ومطبعة مصطفى البابي الحلبي، مصر، الطبعة: الثانية، 1395هـ، 1975م.
مشكاة المصابيح، محمد ناصر الدين الألباني، نشر: المكتب الإسلامي، بيروت، الطبعة: الثالثة 1985م.
تحفة الأحوذي بشرح جامع الترمذي، محمد عبد الرحمن بن عبد الرحيم المباركفورى، دار الكتب العلمية، بيروت.
Hadis ini di HadeethEnc.comعن أنس بن مالك رضي الله عنه قال: «ما رأيتُ أحدا كان أرحم بالعِيال من رسول الله صلى الله عليه وسلم »، قال: «كان إبراهيم مُسْتَرضَعًا له في عَوَالي المدينة، فكان ينطلق ونحن معه، فيدخل البيت وإنه ليُدَخَّن، وكان ظِئْره قَيْنًا، فيأخذه فيُقبِّله، ثم يرجع».
قال عمرو: فلما تُوفي إبراهيم قال رسول الله صلى الله عليه وسلم : «إن إبراهيم ابني، وإنه مات في الثَّدي، وإن له لظِئْرين تُكمِلان رضاعه في الجنة».
Dari Anas bin Malik -raḍiyallāhu 'anhu- ia berkata, "Aku tidak pernah melihat seorang pun yang lebih sayang kepada keluarga daripada Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-." Ia menuturkan, "Ibrahim dahulu disusukan di daerah 'Awāli di kota Madinah. Beliau biasa pergi (ke rumah ibu susuan tersebut) dan kami bersama beliau. Beliau masuk ke rumah, sementara rumah tersebut penuh asap. Memang suami ibu susuannya adalah seorang pandai besi. Beliau mengambil Ibrahim lalu menciuminya, kemudian pulang." 'Amru mengatakan, "Ketika Ibrahim meninggal, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda, "Sesungguhnya Ibrahim putraku meninggal dalam masa persusuan, dan sesungguhnya ia memiliki dua ibu susuan yang akan menyempurnakan masa susuannya di Surga."
Diriwayatkan oleh MuslimDerajatHadis sahih
Penjelasan
Anas bin Malik -raḍiyallāhu 'anhu- mengabarkan bahwa ia tidak melihat seseorang yang lebih sayang pada keluarga dan anak-anak kecil daripada Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Ibrahim, putra Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- disusui oleh seorang ibu susuan di desa dalam wilayah Madinah. Dan Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- biasa pergi (ke rumah ibu susuan tersebut) bersama sebagian sahabat untuk mengunjunginya. Beliau masuk rumah dan mendapati rumah tersebut berasap, karena suami ibu susuannya seorang pandai besi. Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- mengambil Ibrahim lalu menciuminya, kemudian pulang. Ketika Ibrahim meninggal dunia, Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersada, "Sesungguhnya Ibrahim putraku meninggal dalam masa persusuan, dan sesungguhnya ia memiliki dua ibu susuan yang akan menyempurnakan masa susuannya di Surga hingga lengkap dua tahun." Yang demikian itu karena Ibrahim meninggal saat masih berusia 16 atau 17 bulan. Maka dua ibu susuan di Surga tersebut akan menyusuinya di sisa masa dua tahun, karena ini batas maksimal masa menyusu berdasarkan nas Alquran. Ini sebuah penghormatan untuknya dan ayahnya -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-.
Rujukan
صحيح مسلم، مسلم بن الحجاج القشيري النيسابوري، تحقيق محمد فؤاد عبد الباقي، دار إحياء التراث العربي، بيروت، الطبعة: 1423هـ.
المنهاج شرح صحيح مسلم بن الحجاج، أبو زكريا محيي الدين النووي، دار إحياء التراث العربي، بيروت، الطبعة: الثانية 1392هـ.
إكمال المعلم بفوائد مسلم، عياض بن موسى اليحصبي السبتي، المحقق: يحيى إسماعيل، الناشر: دار الوفاء للطباعة والنشر والتوزيع، مصر، الطبعة: الأولى، 1419هـ، 1998م.
Hadis ini di HadeethEnc.comعن عائشة قالت: ما رأيتُ امرأةً أَحَبَّ إليَّ أنْ أكون في مِسْلَاخِها مِنْ سَوْدَة بنتِ زَمْعَة، مِنِ امرأةٍ فيها حِدَّةٌ، قالت: فلما كبِرتْ، جعلتْ يومَها مِنْ رسول الله صلى الله عليه وسلم لعائشة، قالت: يا رسول الله، قد جعلتُ يوْمِي مِنْكَ لعائشة، «فكان رسول الله صلى الله عليه وسلم ، يِقْسِمُ لعائشة يومين، يومَها ويومَ سَوْدَة».
Dari Aisyah, ia berkata, "Aku belum pernah melihat perempuan seperti Saudah binti Zam'ah yang membuatku ingin seperti dia. Ia perempuan yang memiliki kekuatan jiwa." Aisyah berkata, "Ketika Saudah binti Zam'ah menua, ia menyerahkan gilirannya bersama Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- kepada Aisyah. Ia berkata, "Wahai Rasulullah! Aku berikan giliranku bersamamu kepada Aisyah." Maka Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pun membagi giliran dua hari untuk Aisyah; satu hari haknya dan satu hari lagi hak Saudah."
Muttafaq 'alaihDerajatHadis sahih
Penjelasan
Hadis yang diriwayatkan oleh Aisyah -raḍiyallāhu 'anhā- ini berisi satu informasi mengenai Ummul-Mukminin, Saudah binti Zam'ah -raḍiyallāhu 'anhā-. Aisyah menuturkan bahwa Saudah binti Zam'ah adalah wanita pilihan dan ia sendiri berangan-angan ingin seperti dirinya. Ia menyebutkan salah satu sifatnya yaitu dia adalah wanita yang memiliki jiwa yang kuat. Ia juga mengabarkan tentang Saudah bahwa ketika ia sudah menua dan khawatir akan ditinggalkan oleh Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, ia pun ingin agar dirinya tetap menjadi istri beliau dan beruntung memperoleh kemuliaan dan keutamaan tersebut, yaitu sebagai ibu bagi kaum mukminin, dan salah seorang istri pemimpin para rasul -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-. Ia berkata, "Aku menyerahkan giliranku kepada Aisyah." Maka Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- pun menerimanya dan beliau bermalam di rumah Aisyah selama dua malam; malam milik Aisyah dan malam milik Saudah.
Rujukan
صحيح البخاري، تأليف: محمد بن إسماعيل البخاري، تحقيق: محمد زهير الناصر، الناشر: دار طوق النجاة الطبعة: الأولى، 1422هـ
صحيح مسلم المحقق: محمد فؤاد عبد الباقي - الناشر: دار إحياء التراث العربي – بيروت, د ط, دت.
توضيح الأحكام مِن بلوغ المرام، تأليف: عبد الله بن عبد الرحمن بن صالح البسام، الناشر: مكتبة الأسدي، مكة المكرّمة الطبعة: الخامِسَة، 1423 هـ - 2003 م
إكمال المعلم بفوائد مسلم لعياض بن موسى بن عياض بن عمرون اليحصبي السبتي، المحقق: الدكتور يحيى إسماعيل، الناشر: دار الوفاء للطباعة والنشر والتوزيع، مصر، الطبعة: الأولى، 1419 هـ - 1998 م.
مرقاة المفاتيح شرح مشكاة المصابيح، لعلي بن سلطان الملا الهروي القاري، الناشر: دار الفكر، بيروت – لبنان، الطبعة: الأولى، 1422هـ - 2002م.
تسهيل الإلمام بفقه الأحاديث من بلوغ المرام، تأليف: صالح بن فوزان بن عبد الله الفوزان، الطبعة: الأولى، 1427 هـ 2006 م
- بلوغ المرام من أدلة الأحكام، لابن حجر، دار القبس للنشر والتوزيع، الرياض - المملكة العربية السعودية الطبعة: الأولى، 1435 هـ - 2014 م.
Hadis ini di HadeethEnc.comSetiap hadis, derajat, penjelasan, dan faedah di sini ditampilkan persis sebagaimana diterbitkan HadeethEnc.com, menurut ketentuan penerbitan ulangnya. Derajat itu tidak menyebut siapa yang menilainya. Terjemahan dan penjelasan adalah karya para penyusunnya, dan sebagian menyebutkan hukum; para peninjau Sabīl belum memeriksanya. Hadis berbahasa Arablah teksnya. Sumber: HadeethEnc.com