Uqbah bin al-Hāriṡ menikahi Ummu Yahya bintu Abi Ihāb, lalu seorang budak perempuan hitam datang mengabarinya bahwa ia telah menyusui ‘Uqbah dan menyusui istrinya, dan bahwa mereka berdua adalah saudara sesusuan. Ia pun menyampaikan perkataan budak itu kepada Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- dan bahwa budak itu bohong dalam pengakuannya. Maka Nabi -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam- bersabda -mengingkari kehendak ‘Uqbah untuk tetap bersama dengan istrinya- padahal sudah ada kesaksian budak wanita tersebut, “Bagaimana engkau melakukan hal itu, padahal budak wanita itu telah mengatakan apa yang ia katakan, dan dia bersaksi sesuai dengan apa yang ia ketahui?”
- صحيح البخاري؛ عناية محمد زهير الناصر، دار طوق النجاة، الطبعة الأولى، 1422هـ. - صحيح مسلم؛ حققه ورقمه محمد فؤاد عبد الباقي، دار عالم الكتب-الرياض، الطبعة الأولى، 1417هـ. - الإلمام بشرح عمدة الأحكام للشيخ إسماعيل الأنصاري-مطبعة السعادة-الطبعة الثانية 1392ه. - تيسير العلام شرح عمدة الأحكام-عبد الله البسام-تحقيق محمد صبحي حسن حلاق- مكتبة الصحابة- الشارقة- الطبعة العاشرة- 1426ه. - خلاصة الكلام شرح عمدة الأحكام- فيصل بن عبد العزيز بن فيصل ابن حمد المبارك الحريملي النجدي - الطبعة: الثانية، 1412 هـ - 1992