Diantara tradisi Umar -raḍiyallāhu 'anhu- bahwasanya ia selalu bermusyawarah dengan para tokoh berbagai permasalahan yang dihadapinya. Ia melibatkan Abdullah bin Abbas bersama tokoh-tokoh perang Badar dan sahabat senior, padahal usia Ibnu Abbas masih muda dibandingkan dengan mereka. Tentu saja hal ini membuat mereka tersinggung. Bagaimana mungkin Ibnu Abbas -raḍiyallāhu 'anhumā- dilibatkan bersama mereka, sedangkan putra-putra mereka tidak. Maka Umar ingin memperlihatkan kepada mereka kedudukan Abdullah bin Abbas -raḍiyallāhu 'anhumā- dari segi ilmu, kepintaran dan kecerdasan. Lantas ia mengumpulkan para sahabat tersebut dan memanggil Ibnu Abbas. Ia menyodorkan kepada mereka surat berikut ini: "Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan. Dan engkau lihat manusia berbondong-bondong masuk ke dalam agama Allah, maka sucikanlah dengan memuji Rabbmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya karena Dia-lah Zat Yang Maha Penerima Taubat." Para sahabat terbagi menjadi dua kelompok; Satu kelompok diam dan satu kelompok lagi berkata, "Kita diperintahkan untuk memohon ampunan atas dosa-dosa kita, memuji Allah dan bertasbih dengan memuji-Nya apabila kita mendapat pertolongan dan kemenangan." Umar ingin mengetahui konklusi surat tersebut dan tidak ingin tahu arti struktural dari lafal dan kalimatnya. Lantas ia bertanya kepada Ibnu Abbas -raḍiyallāhu 'anhumā-, "Apa pendapatmu tentang surat ini? Ibnu Abbas menjawab, "Ayat itu merupakan ajal Rasulullah -ṣallallāhu 'alaihi wa sallam-, maksudnya tanda dekatnya ajal beliau. Allah memberinya ayat "Apabila telah datang pertolongan Allah dan kemenangan." Yakni, penaklukan kota Makkah. Itu adalah tanda dekatnya ajalmu. "Maka sucikanlah dengan memuji Rabbmu dan mohonlah ampunan kepada-Nya karena Dia-lah Zat Yang Maha Penerima Taubat." Umar berkata, "Saya tidak mengetahui maksud ayat itu kecuali apa yang kamu ketahui." Dengan demikian, tampaklah keutamaan Abdullah bin Abbas -raḍiyallāhu 'anhumā-.
صحيح البخاري، للإمام أبي عبد الله محمد بن إسماعيل البخاري، عناية محمد زهير الناصر، دار طوق النجاة، الطبعة الأولى، 1422هـ. - صحيح مسلم، للإمام مسلم بن الحجاج، حققه ورقمه محمد فؤاد عبد الباقي، دار عالم الكتب، الرياض، الطبعة الأولى، 1417هـ. - كنوز رياض الصالحين، لحمد بن ناصر العمار، دار كنوز إشبيليا، الطبعة الأولى، 1430ه. - شرح رياض الصالحين، للشيخ محمد بن صالح العثيمين، مدار الوطن، الرياض، 1426هـ. - نزهة المتقين بشرح رياض الصالحين، تأليف مصطفى سعيد الخن، مصطفى البغا، محي الدين مستو، علي الشربجي، محمد أمين لطفي، مؤسسة الرسالة، بيروت، لبنان، الطبعة الرابعة عشرة، 1407ه. - بهجة الناظرين شرح رياض الصالحين، سليم بن عيد الهلالي، دار ابن الجوزي، الطبعة الأولى، 1418ه. - دليل الفالحين لطرق رياض الصالحين، المؤلف: محمد علي بن محمد بن علان الصديقي، اعتنى بها: خليل مأمون شيحا، دار المعرفة للطباعة والنشر والتوزيع، بيروت – لبنان - الطبعة: الرابعة، 1425هـ - 2004م.