Al-A'raaf
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
وَلَقَدْ أَخَذْنَآ ءَالَ فِرْعَوْنَ بِٱلسِّنِينَ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ 130
{130} Mwenyezi Mungu Mtukufu alisema katika kueleza yale aliyoyawafanyia watu wa Firauni katika kipindi hiki cha mwisho – Nacho ni kama desturi yake na sunna yake kwa umma mbalimbali kwamba huwachukua "kwa balaa na dhiki ili huenda wakanyenyekea" hadi mwisho wa Aya hizi. "Na hakika tuliwachukua watu wa Firauni kwa miaka" yaani, kwa misiba na ukame, “na kwa upungufu katika mazao, huenda wakakumbuka.” Yaani, wakaidhika kwamba yale yaliyowapata na kuwasibu ni lawama kutoka kwa Mwenyezi Mungu juu yao, huenda wakaiacha kufuru yao. Lakini hayakuawaathiri wala hayakuwafaa. Bali waliendelea na dhuluma na uharibifu.