Al-Baqara
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
وَإِذَا قِيلَ لَهُ ٱتَّقِ ٱللَّهَ أَخَذَتْهُ ٱلْعِزَّةُ بِٱلْإِثْمِ ۚ فَحَسْبُهُۥ جَهَنَّمُ ۚ وَلَبِئْسَ ٱلْمِهَادُ 206
(206) Na “hupandwa na mori wa kutenda madhambi.” Kwa hivyo anajumuisha kati ya kufanya maasia na kiburi kwa wanaomshauri. “Basi huyo kinachomtosha ni Jahannam,” ambayo ndio makazi ya wafanyao maasia na wanaotakabari. “Napo hakika ni pahali pabaya mno pa kupumzikia.” Yani pahali pa kukaa na maskani, yenye adhabu ya daima, na huzuni isiyoisha, na kukata tamaa kwenye kuendelea. Hawatapunguziwa adhabu, wala hawatarajii malipo mazuri. Haya ni malipo ya makosa yao na matendo yao. Basi Mwenyezi Mungu atuepushe na hali zao.