Al-Baqara
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
أَوَكُلَّمَا عَـٰهَدُوا۟ عَهْدًا نَّبَذَهُۥ فَرِيقٌ مِّنْهُم ۚ بَلْ أَكْثَرُهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ 100
(100) Na haya ndani yake kuna kustaajabu, kwa sababu ya wingi wa mikataba yao na kutokuwa kwao na subira katika kuitimiza. Na "kila" inamaanisha kurudia. Hivyo basi, kila ahadi ilipopatikana, matokeo yake yalikuwa kwamba inavunjwa. Ni nini sababu ya hilo? Sababu ni kuwa wengi wao hawaamini. Na kutokuamini kwao ndiko kunawaletea kuvunja ahadi. Na lau kuwa imani yao ingekuwa kweli, wangekuwa kama wale aliosema Mwenyezi Mungu kuwahusu. "Miongoni mwa Waumini, wapo watu wakweli kwa yale waliyomuahidi Mwenyezi Mungu."