Al-Israa
Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.
Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22
ٱنظُرْ كَيْفَ ضَرَبُوا۟ لَكَ ٱلْأَمْثَالَ فَضَلُّوا۟ فَلَا يَسْتَطِيعُونَ سَبِيلًا 48
{48} Yeye Mtukufu akasema, "Tazama" kwa kushangaa "jinsi walivyokupigia mifano" ambayo ndiyo mifano potevu zaidi, na iliyo mbali zaidi na usahihi. "Basi wakapotea" katika hilo, au likawa hilo ndilo sababu ya kupotea kwao, kwa sababu walijengea jambo lao hilo juu yake. Na chenye kujengeka juu ya kibovu, basi hicho ni kibovu zaidi yake. Kwa hivyo hawaongoki wakaipata "njia," kwa namna yoyote ile. Kwa hivyo, fungu lao ni upotovu mtupu na dhuluma ya mwisho kabisa.