Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-A'raaf
Surah 7

Al-A'raaf

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 200

وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّيْطَـٰنِ نَزْغٌ فَٱسْتَعِذْ بِٱللَّهِ ۚ إِنَّهُۥ سَمِيعٌ عَلِيمٌ 200

Adapun sikap yang layak diberikan oleh seorang hamba ke-pada setan, maka Allah berfirman,

(200) Yakni kapan pun dan dalam kondisi apa pun, ﴾ يَنزَغَنَّكَ مِنَ ٱلشَّيۡطَٰنِ نَزۡغٞ ﴿ "kamu ditimpa sesuatu godaan setan." Yakni kamu mera-sakan godaannya, membuatmu malas berbuat baik atau mendorong-mu dan memacumu berbuat buruk, ﴾ فَٱسۡتَعِذۡ بِٱللَّهِۚ ﴿ "maka berlindunglah kepada Allah." Yakni berlindunglah kepada naungan perlindungan Allah, karena Dia Maha Mendengar apa yang kamu ucapkan. ﴾ عَلِيمٌ ﴿ "Mengetahui" niatmu, kelemahanmu, dan kebutuhanmu akan per-lindunganNya, maka Dia akan melindungimu dari fitnahnya dan menjagamu dari godaannya, sebagaimana Firman Allah تعالى, ﴾ قُلۡ أَعُوذُ بِرَبِّ ٱلنَّاسِ 1 مَلِكِ ٱلنَّاسِ 2 إِلَٰهِ ٱلنَّاسِ 3 مِن شَرِّ ٱلۡوَسۡوَاسِ ٱلۡخَنَّاسِ 4 ٱلَّذِي يُوَسۡوِسُ فِي صُدُورِ ٱلنَّاسِ 5 مِنَ ٱلۡجِنَّةِ وَٱلنَّاسِ 6 ﴿ "Katakanlah, 'Aku berlindung kepada Rabb (yang memelihara dan menguasai) manusia, Raja manusia, sembahan manusia, dari kejahatan (bisikan) setan yang biasa bersembunyi, yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia, dari (golongan) jin dan manusia." (An-Nas: 1-6).