Langsung ke konten
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Jaathiya
Surah 45

Al-Jaathiya

Ini adalah terjemahan Tafsir as-Saʿdī sebagaimana diterbitkan IslamHouse.com di saadi.islamenc.com, dibaca dari halaman-halaman situs itu. Situs itu tidak menyebutkan siapa yang menerjemahkannya maupun edisi cetak mana yang diikutinya, dan tidak menyatakan ketentuan untuk mengambil teksnya, sehingga hak untuk menampilkannya belum diverifikasi. Belum ada yang membandingkannya dengan buku cetak, dan belum ada ulama yang meninjaunya. Setiap bagian berdiri di samping ayat-ayat yang diulasnya, yaitu teks Al-Qur’an dari Tanzil, ditampilkan sebagaimana adanya di sana; ayat yang tidak diberi ulasan tersendiri oleh situs itu berdiri bersama bagian sebelumnya, dan indeks menyebutkan setiap ayat semacam itu. Sabīl tidak menulis atau menerjemahkan satu pun darinya.

Teks darisaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)diambil 2026-10-22

Ayat 28

وَتَرَىٰ كُلَّ أُمَّةٍ جَاثِيَةً ۚ كُلُّ أُمَّةٍ تُدْعَىٰٓ إِلَىٰ كِتَـٰبِهَا ٱلْيَوْمَ تُجْزَوْنَ مَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ 28

(28) Selanjutnya Allah سبحانه وتعالى melukiskan kedahsyatan serta huru-hara Hari Kiamat, agar semua hambaNya waspada dan mem-persiapkan diri untuk menghadapinya seraya berfirman, ﴾ وَتَرَىٰ ﴿ "Dan (pada hari itu) kamu lihat," wahai semua yang melihat pada hari itu ﴾ كُلَّ أُمَّةٖ جَاثِيَةٗۚ ﴿ "tiap-tiap umat berlutut," di atas lutut mereka karena merasa takut dan menanti keputusan Allah سبحانه وتعالى Yang Maha Mengua-sai dan Maha Pemurah. ﴾ كُلُّ أُمَّةٖ تُدۡعَىٰٓ إِلَىٰ كِتَٰبِهَا ﴿ "Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amalnya," yakni, untuk menyaksikan syariat nabi mereka yang diutus oleh Allah سبحانه وتعالى, apakah mereka melaksanakan syariat itu sehingga akan mendapatkan pahala dan keselamatan, ataukah mereka menyia-nyiakan syariat tersebut se-hingga akan mendapatkan kerugian nyata? Umat Nabi Musa عليه السلام dipanggil untuk melihat syariat Nabi Musa عليه السلام, umat Nabi Isa عليه السلام juga demikian, umat Nabi Muhammad a juga demikian dan selu-ruh umat nabi lainnya. Semua umat dipanggil untuk melihat syariat yang dibebankan. Inilah salah satu kemungkinan yang terdapat dalam ayat ini yang benar secara makna dan tidak perlu diragukan. Kemungkinan lain yang dimaksudkan Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ كُلُّ أُمَّةٖ تُدۡعَىٰٓ إِلَىٰ كِتَٰبِهَا ﴿ "Tiap-tiap umat dipanggil untuk (melihat) buku catatan amal-nya," yakni dipanggil untuk melihat catatan amal perbuatannya serta takdir yang digariskan untuk mereka, apakah kebaikan atau-kah keburukan. Setiap orang akan dibalas sesuai perbuatannya sendiri. Sama seperti yang disebutkan dalam Firman Allah سبحانه وتعالى, ﴾ مَنۡ عَمِلَ صَٰلِحٗا فَلِنَفۡسِهِۦۖ وَمَنۡ أَسَآءَ فَعَلَيۡهَاۖ ﴿ "Barangsiapa yang berbuat kebaikan, maka (balasan kebaikan itu) untuk dirinya sendiri dan barangsiapa yang berbuat keburukan, maka (balasan keburukan itu) akan menimpa dirinya sendiri." (Fushshilat: 46). Kemungkinan dua makna tersebut yang dimaksudkan oleh ayat di atas.