Tsallaka zuwa abin da ke ciki
Tafsir As-Saadi - Indonesian · At-Tawba
Sura ta 9

At-Tawba

Wannan fassarar tafsirin as-Saʿdī ce, kamar yadda IslamHouse.com ke wallafa ta a saadi.islamenc.com, an karanta ta daga shafukan wannan shafin yanar gizo. Shafin bai faɗi wanda ya fassara ta ba, ko wane bugu da aka buga take bi, kuma bai bayyana sharuɗɗa na ɗaukar rubutunta ba, saboda haka ba a tabbatar da haƙƙin nuna ta ba. Babu wanda ya kwatanta ta da littafin da aka buga, kuma babu malami da ya duba ta. Kowane sashe yana kusa da ayoyin da yake bayani a kansu, waɗanda rubutun Alƙur’ani ne na Tanzil, kamar yadda yake a can; aya da shafin bai ba ta bayani na kanta ba tana tare da sashen da ya gabace ta, kuma jerin yana ambaton kowace irin wannan aya. Sabīl bai rubuta wani abu daga cikinta ba, kuma bai fassara ta ba.

Rubutu dagasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)an ɗauka 2026-10-22

Aya ta 113

مَا كَانَ لِلنَّبِىِّ وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوٓا۟ أَن يَسْتَغْفِرُوا۟ لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوٓا۟ أُو۟لِى قُرْبَىٰ مِنۢ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَـٰبُ ٱلْجَحِيمِ 113

(113) Yakni, tidak layak dan tidak pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman kepadanya ﴾ أَن يَسۡتَغۡفِرُواْ لِلۡمُشۡرِكِينَ ﴿ "memin-takan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik", yakni orang yang kafir kepadaNya dan menyembah selainNya bersamaNya ﴾ وَلَوۡ كَانُوٓاْ أُوْلِي قُرۡبَىٰ مِنۢ بَعۡدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمۡ أَنَّهُمۡ أَصۡحَٰبُ ٱلۡجَحِيمِ ﴿ "walaupun orang-orang musy-rik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu, adalah penghuni Neraka Jahanam." Karena memintakan ampun untuk mereka dalam keadaan ini adalah salah dan tidak berguna, maka ia tidak patut dilakukan Nabi dan orang-orang yang beriman, karena jika mereka mati di atas kesyirikan, atau diketahui bahwa mereka mati di atasnya, maka telah wajib atasnya siksa, wajib atasnya kekal di dalam Neraka, syafa'at pemberi syafa'at dan permohonan ampunan orang-orang yang meminta ampunan tidak berguna baginya. Di samping itu, Nabi dan orang-orang yang beriman harus menyesuaikan diri dengan Allah dalam kecintaan dan kemarahan, mencintai orang yang dicintai oleh Allah, dan memusuhi orang yang dimusuhi oleh Allah, sedangkan memo-hon ampun bagi orang yang jelas bahwa mereka adalah penghuni Neraka adalah bertentangan dan bertabrakan dengan itu.