Al-A'raaf
Wannan fassarar tafsirin as-Saʿdī ce, kamar yadda IslamHouse.com ke wallafa ta a saadi.islamenc.com, an karanta ta daga shafukan wannan shafin yanar gizo. Shafin bai faɗi wanda ya fassara ta ba, ko wane bugu da aka buga take bi, kuma bai bayyana sharuɗɗa na ɗaukar rubutunta ba, saboda haka ba a tabbatar da haƙƙin nuna ta ba. Babu wanda ya kwatanta ta da littafin da aka buga, kuma babu malami da ya duba ta. Kowane sashe yana kusa da ayoyin da yake bayani a kansu, waɗanda rubutun Alƙur’ani ne na Tanzil, kamar yadda yake a can; aya da shafin bai ba ta bayani na kanta ba tana tare da sashen da ya gabace ta, kuma jerin yana ambaton kowace irin wannan aya. Sabīl bai rubuta wani abu daga cikinta ba, kuma bai fassara ta ba.
Rubutu dagasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)an ɗauka 2026-10-22
يَـٰبَنِىٓ ءَادَمَ خُذُوا۟ زِينَتَكُمْ عِندَ كُلِّ مَسْجِدٍ وَكُلُوا۟ وَٱشْرَبُوا۟ وَلَا تُسْرِفُوٓا۟ ۚ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلْمُسْرِفِينَ 31
(31) Setelah Allah تعالى menurunkan kepada Bani Adam pa-kaian untuk menutupi auratnya dan pakaian indah untuk perhiasan, Allah berfirman, ﴾ يَٰبَنِيٓ ءَادَمَ خُذُواْ زِينَتَكُمۡ عِندَ كُلِّ مَسۡجِدٖ ﴿ "Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang indah di setiap (memasuki) masjid." Yakni tutuplah auratmu pada waktu shalat, baik yang wajib atau yang sunnah, ka-rena menutupnya adalah perhiasan bagi tubuh sebagaimana mem-bukanya berarti membiarkan tubuh dalam keadaan buruk dan tidak pantas. Ada kemungkinan bahwa yang dimaksud dengan perhiasan di sini adalah lebih dari sekedar berpakaian yaitu pakaian yang bersih dan baik. Ini mengandung perintah menutup aurat dalam shalat dan memperindah diri di dalamnya serta kebersihan pakaian tersebut dari kotoran dan najis. Kemudian Dia berfirman, ﴾ وَكُلُواْ وَٱشۡرَبُواْ ﴿ "Makan dan minumlah." Yakni dari yang baik-baik yang Allah rizkikan kepadamu. ﴾ وَلَا تُسۡرِفُوٓاْۚ ﴿ "Dan janganlah berlebih-lebihan", dalam hal itu. Berlebih-lebihan bisa dengan melampaui batas kemewahan dalam makan, minum dan berpakaian, dan bisa pula dengan me-lampaui batas yang halal kepada yang haram. ﴾ إِنَّهُۥ لَا يُحِبُّ ٱلۡمُسۡرِفِينَ ﴿ "Se-sungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan," karena sikap berlebih-lebihan itu dibenci oleh Allah, membahaya-kan tubuh dan kehidupan manusia, bahkan bisa menyebabkan ketidakmampuan untuk memberi nafkah. Jadi ayat ini mengandung perintah makan dan minum dan larangan meninggalkannya serta larangan berlebih-lebihan padanya.