Tsallaka zuwa abin da ke ciki
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-A'raaf
Sura ta 7

Al-A'raaf

Wannan fassarar tafsirin as-Saʿdī ce, kamar yadda IslamHouse.com ke wallafa ta a saadi.islamenc.com, an karanta ta daga shafukan wannan shafin yanar gizo. Shafin bai faɗi wanda ya fassara ta ba, ko wane bugu da aka buga take bi, kuma bai bayyana sharuɗɗa na ɗaukar rubutunta ba, saboda haka ba a tabbatar da haƙƙin nuna ta ba. Babu wanda ya kwatanta ta da littafin da aka buga, kuma babu malami da ya duba ta. Kowane sashe yana kusa da ayoyin da yake bayani a kansu, waɗanda rubutun Alƙur’ani ne na Tanzil, kamar yadda yake a can; aya da shafin bai ba ta bayani na kanta ba tana tare da sashen da ya gabace ta, kuma jerin yana ambaton kowace irin wannan aya. Sabīl bai rubuta wani abu daga cikinta ba, kuma bai fassara ta ba.

Rubutu dagasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)an ɗauka 2026-10-22

Aya ta 188

قُل لَّآ أَمْلِكُ لِنَفْسِى نَفْعًا وَلَا ضَرًّا إِلَّا مَا شَآءَ ٱللَّهُ ۚ وَلَوْ كُنتُ أَعْلَمُ ٱلْغَيْبَ لَٱسْتَكْثَرْتُ مِنَ ٱلْخَيْرِ وَمَا مَسَّنِىَ ٱلسُّوٓءُ ۚ إِنْ أَنَا۠ إِلَّا نَذِيرٌ وَبَشِيرٌ لِّقَوْمٍ يُؤْمِنُونَ 188

(188) ﴾ قُل لَّآ أَمۡلِكُ لِنَفۡسِي نَفۡعٗا وَلَا ضَرًّا ﴿ "Katakanlah, 'Aku tidak berkuasa menarik kemanfaatan bagi diriku dan tidak (pula) menolak kemudaratan'." Karena sesungguhnya aku adalah hamba fakir yang diatur, kebaik-an tidak datang kepadaku kecuali dari Allah dan tidak ada yang menolak kejahatan dariku kecuali Dia, dan aku pun tidak memiliki ilmu kecuali apa yang diajarkan oleh Allah تعالى kepadaku.﴾ وَلَوۡ كُنتُ أَعۡلَمُ ٱلۡغَيۡبَ لَٱسۡتَكۡثَرۡتُ مِنَ ٱلۡخَيۡرِ وَمَا مَسَّنِيَ ٱلسُّوٓءُۚ ﴿ "Dan sekiranya aku mengetahui yang ghaib, tentulah aku membuat kebajikan sebanyak-banyaknya dan aku tidak akan ditimpa kemudaratan." Yakni niscaya aku melakukan sebab-se-bab yang mana aku mengetahui bahwa ia menghasilkan kebaikan dan kemaslahatan untukku dan aku pun akan berhati-hati terhadap segala perkara yang membawaku kepada keburukan dan hal-hal yang tidak diinginkan, karena aku mengetahui perkara-perkara sebelum ia terjadi, dan aku pun mengetahui akibat yang ditimbul-kan. Akan tetapi karena aku sendiri tidak mengetahui, maka terka-dang aku pun ditimpa kemalangan dan aku pun gagal meraih ke-baikan dan kemaslahatan dunia. Ini adalah dalil paling kuat bahwa aku tidak memiliki ilmu ghaib. ﴾ إِنۡ أَنَا۠ إِلَّا نَذِيرٞ ﴿ "Aku tidak lain hanyalah pemberi peringatan", yang memperingatkan azab diniyah, duniawi-yah dan ukhrawiyah. Aku menjelaskan perbuatan-perbuatan yang mengantarkan kepadanya sekaligus memperingatkannya. Aku juga menyampaikan berita gembira pahala dunia dan akhirat, dengan menjelaskan perbuatan-perbuatan yang mengantarkan kepadanya dan mendorong kepadanya. Akan tetapi tidak semua orang mau menerima peringatan dan berita gembira ini. Hanya orang-orang Mukminlah yang mau menerima dan mengambil manfaat darinya. Ayat-ayat yang mulia ini menjelaskan kebodohan orang yang berdoa kepada Nabi untuk mendapatkan kebaikan dan menolak kemudaratan, karena perkaranya tidak berada di tangannya, dan dia tidak dapat memberi manfaat kepada orang yang tidak diberi bermanfaat oleh Allah, dan tidak dapat menolak mudarat dari orang yang tidak dilindungi oleh Allah serta tidak memiliki ilmu kecuali apa yang diajarkan oleh Allah تعالى kepadanya. Ia hanya manfaat bagi orang yang mau menerima berita gembira dan peringatannya serta mengamalkannya. Ini adalah manfaat Nabi yang mengung-guli manfaat bapak, ibu, saudara dan karib, dengan dorongannya kepada semua manusia kepada semua kebaikan, dan peringatannya dari segala keburukan, serta penjelasannya kepada mereka dengan sangat jelas dan gamblang.