Tsallaka zuwa abin da ke ciki
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-An'aam
Sura ta 6

Al-An'aam

Wannan fassarar tafsirin as-Saʿdī ce, kamar yadda IslamHouse.com ke wallafa ta a saadi.islamenc.com, an karanta ta daga shafukan wannan shafin yanar gizo. Shafin bai faɗi wanda ya fassara ta ba, ko wane bugu da aka buga take bi, kuma bai bayyana sharuɗɗa na ɗaukar rubutunta ba, saboda haka ba a tabbatar da haƙƙin nuna ta ba. Babu wanda ya kwatanta ta da littafin da aka buga, kuma babu malami da ya duba ta. Kowane sashe yana kusa da ayoyin da yake bayani a kansu, waɗanda rubutun Alƙur’ani ne na Tanzil, kamar yadda yake a can; aya da shafin bai ba ta bayani na kanta ba tana tare da sashen da ya gabace ta, kuma jerin yana ambaton kowace irin wannan aya. Sabīl bai rubuta wani abu daga cikinta ba, kuma bai fassara ta ba.

Rubutu dagasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)an ɗauka 2026-10-22

Aya ta 133

وَرَبُّكَ ٱلْغَنِىُّ ذُو ٱلرَّحْمَةِ ۚ إِن يَشَأْ يُذْهِبْكُمْ وَيَسْتَخْلِفْ مِنۢ بَعْدِكُم مَّا يَشَآءُ كَمَآ أَنشَأَكُم مِّن ذُرِّيَّةِ قَوْمٍ ءَاخَرِينَ 133

(133) Allah memerintahkan amal shalih kepada hamba-hambaNya dan melarang amal buruk sebagai bentuk kasih sayang terhadap mereka dan bertujuan mewujudkan kebaikan bagi mereka, karena jika tidak, maka Dia Mahakaya dengan DzatNya dan tidak membutuhkan makhluk-makhlukNya. Ketaatan orang-orang yang taat tidak berguna bagiNya, dan kedurhakaan orang yang durha-ka tidaklah merugikannya. ﴾ إِن يَشَأۡ يُذۡهِبۡكُمۡ وَيَسۡتَخۡلِفۡ مِنۢ بَعۡدِكُم مَّا يَشَآءُ كَمَآ أَنشَأَكُم مِّن ذُرِّيَّةِ قَوۡمٍ ءَاخَرِينَ ﴿ "Jika Dia menghendaki, niscaya Dia memusnahkan kamu, dan menggan-timu dengan siapa yang dikehendakiNya setelah kamu (musnah), seba-gaimana Dia telah menjadikan kamu dari keturunan orang-orang lain." Jika kamu mengetahui bahwa kamu pasti berpindah dari alam ini sebagaimana selainmu juga berpindah, kamu pasti pergi darinya dan meninggalkannya untuk orang-orang sesudahmu sebagaimana orang-orang sebelummu telah berpindah darinya, pergi darinya dan meninggalkannya untukmu, lalu mengapa kamu menjadikannya sebagai tempat tinggal permanen, kamu tinggal padanya dan kamu lupa bahwa ia hanyalah tempat singgah sementara, bukan tempat menetap, dan bahwa di depanmu terdapat alam yang menghim-pun seluruh kenikmatan dan terbebas dari segala kekurangan dan aib? Ia adalah alam di mana orang-orang yang terdahulu dan yang terakhir berjuang mendapatkannya, orang-orang terdahulu dan yang datang kemudian berpindah ke sana, yang mana jika mereka telah sampai kepadanya, maka di dalamnya terdapat kekekalan selama-lamanya, tempat tinggal abadi, tujuan yang di belakangnya tidak ada tujuan lagi, sesuatu yang didambakan di mana seluruh dambaan terhenti padanya, sesuatu yang diinginkan di mana se-gala yang diinginkan sirna di bawahnya. Di sana demi Allah, ter-dapat apa yang diinginkan oleh jiwa, yang dinikmati oleh mata, padanya orang-orang berlomba-lomba mendapatkan kenikmatan ruh, kebahagiaan yang banyak, nikmat-nikmat badan dan hati serta kedekatan kepada Allah Yang Maha Mengetahui yang ghaib. Alangkah mulianya semangat yang berkaitan dengan kemu-liaan itu dan keinginan yang terangkat ke derajat yang tertinggi. Dan betapa hinanya bagian orang yang rela dengan kerendahan, dan betapa rendahnya semangat orang yang rela dengan pernia-gaan yang melenakan.