Al-Jaathiya
Wannan fassarar tafsirin as-Saʿdī ce, kamar yadda IslamHouse.com ke wallafa ta a saadi.islamenc.com, an karanta ta daga shafukan wannan shafin yanar gizo. Shafin bai faɗi wanda ya fassara ta ba, ko wane bugu da aka buga take bi, kuma bai bayyana sharuɗɗa na ɗaukar rubutunta ba, saboda haka ba a tabbatar da haƙƙin nuna ta ba. Babu wanda ya kwatanta ta da littafin da aka buga, kuma babu malami da ya duba ta. Kowane sashe yana kusa da ayoyin da yake bayani a kansu, waɗanda rubutun Alƙur’ani ne na Tanzil, kamar yadda yake a can; aya da shafin bai ba ta bayani na kanta ba tana tare da sashen da ya gabace ta, kuma jerin yana ambaton kowace irin wannan aya. Sabīl bai rubuta wani abu daga cikinta ba, kuma bai fassara ta ba.
Rubutu dagasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)an ɗauka 2026-10-22
أَفَرَءَيْتَ مَنِ ٱتَّخَذَ إِلَـٰهَهُۥ هَوَىٰهُ وَأَضَلَّهُ ٱللَّهُ عَلَىٰ عِلْمٍ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمْعِهِۦ وَقَلْبِهِۦ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِۦ غِشَـٰوَةً فَمَن يَهْدِيهِ مِنۢ بَعْدِ ٱللَّهِ ۚ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ 23
(23) Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ أَفَرَءَيۡتَ ﴿ "Maka pernahkah kamu me-lihat," orang tersesat, ﴾ ٱتَّخَذَ إِلَٰهَهُۥ هَوَىٰهُ ﴿ "yang menjadikan hawa nafsunya sebagai sesembahannya?" Semua yang diinginkan dilakukan tanpa peduli apakah bisa mendatangkan keridhaan Allah سبحانه وتعالى ataukah ke-murkaanNya. ﴾ وَأَضَلَّهُ ٱللَّهُ عَلَىٰ عِلۡمٖ ﴿ "Dan Allah membiarkannya sesat berda-sarkan ilmuNya," yakni, dari Allah سبحانه وتعالى dan orang tersebut tidak pantas mendapatkan hidayah dan tidak bisa dibersihkan hatinya di atas hidayah, ﴾ وَخَتَمَ عَلَىٰ سَمۡعِهِۦ ﴿ "dan Allah telah mengunci mati pendengaran," sehingga tidak bisa mendengar hal-hal yang berguna, ﴾ وَقَلۡبِهِۦ ﴿ "dan hatinya," sehingga tidak bisa mencerna kebaikan, ﴾ وَجَعَلَ عَلَىٰ بَصَرِهِۦ غِشَٰوَةٗ ﴿ "dan meletakkan tutupan atas penglihatannya," yang menghalanginya untuk melihat kebenaran. ﴾ فَمَن يَهۡدِيهِ مِنۢ بَعۡدِ ٱللَّهِۚ ﴿ "Maka siapakah yang akan memberinya petunjuk sesudah Allah (membiarkannya sesat)." Artinya, tidak ada seorang pun yang bisa memberinya petunjuk, karena Allah سبحانه وتعالى telah menutup baginya semua pintu hidayah dan membuka pintu kesesatan untuknya. Allah سبحانه وتعالى tidak menzhaliminya, tapi dia sendirilah yang men-zhalimi dirinya dan yang melakukan berbagai hal yang mencegah rahmat Allah سبحانه وتعالى . ﴾ أَفَلَا تَذَكَّرُونَ ﴿ "Maka mengapa kamu tidak mengambil pelajaran," yang berguna bagimu sehingga bisa kalian kerjakan dan pelajaran yang membahayakan kalian sehingga bisa kalian hindari.