Tsallaka zuwa abin da ke ciki
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Jaathiya
Sura ta 45

Al-Jaathiya

Wannan fassarar tafsirin as-Saʿdī ce, kamar yadda IslamHouse.com ke wallafa ta a saadi.islamenc.com, an karanta ta daga shafukan wannan shafin yanar gizo. Shafin bai faɗi wanda ya fassara ta ba, ko wane bugu da aka buga take bi, kuma bai bayyana sharuɗɗa na ɗaukar rubutunta ba, saboda haka ba a tabbatar da haƙƙin nuna ta ba. Babu wanda ya kwatanta ta da littafin da aka buga, kuma babu malami da ya duba ta. Kowane sashe yana kusa da ayoyin da yake bayani a kansu, waɗanda rubutun Alƙur’ani ne na Tanzil, kamar yadda yake a can; aya da shafin bai ba ta bayani na kanta ba tana tare da sashen da ya gabace ta, kuma jerin yana ambaton kowace irin wannan aya. Sabīl bai rubuta wani abu daga cikinta ba, kuma bai fassara ta ba.

Rubutu dagasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)an ɗauka 2026-10-22

Aya ta 17

وَءَاتَيْنَـٰهُم بَيِّنَـٰتٍ مِّنَ ٱلْأَمْرِ ۖ فَمَا ٱخْتَلَفُوٓا۟ إِلَّا مِنۢ بَعْدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلْعِلْمُ بَغْيًۢا بَيْنَهُمْ ۚ إِنَّ رَبَّكَ يَقْضِى بَيْنَهُمْ يَوْمَ ٱلْقِيَـٰمَةِ فِيمَا كَانُوا۟ فِيهِ يَخْتَلِفُونَ 17

(17) ﴾ وَءَاتَيۡنَٰهُم ﴿ "Dan Kami berikan kepada mereka," yakni, Kami mem-berikan untuk Bani Israil ﴾ بَيِّنَٰتٖ ﴿ "keterangan-keterangan yang nyata," yakni berbagai bukti yang membedakan antara kebenaran dan ke-batilan, ﴾ مِّنَ ٱلۡأَمۡرِۖ ﴿ "tentang urusan (agama)," yang disampaikan oleh Allah سبحانه وتعالى kepada mereka. Tanda-tanda kebesaran itulah mukjizat yang disaksikan oleh Bani Israil melalui tangan Nabi Musa عليه السلام. Semua nikmat yang diberikan oleh Allah سبحانه وتعالى untuk Bani Israil ter-sebut mengharuskan mereka supaya menggunakannya sebaik mungkin dan supaya mereka bersatu di atas kebenaran yang telah dijelaskan oleh Allah سبحانه وتعالى. Namun ternyata tidak demikian halnya. Justru sebaliknya, di mana mereka menyikapinya dengan lawan dari yang seharusnya. Mereka terpecah-pecah justru pada prinsip di mana mereka diperintahkan untuk bersatu padanya, ﴾ فَمَا ٱخۡتَلَفُوٓاْ إِلَّا مِنۢ بَعۡدِ مَا جَآءَهُمُ ٱلۡعِلۡمُ ﴿ "maka mereka tidak berselisih melainkan sesudah da-tang kepada mereka pengetahuan," yakni, yang mengharuskan tidak adanya perpecahan, dan yang membuat mereka berpecah hanya karena dengki di antara mereka serta kezhaliman. ﴾ إِنَّ رَبَّكَ يَقۡضِي بَيۡنَهُمۡ يَوۡمَ ٱلۡقِيَٰمَةِ فِيمَا كَانُواْ فِيهِ يَخۡتَلِفُونَ ﴿ "Sesungguhnya Rabbmu akan memutuskan antara mereka pada Hari Kiamat terhadap apa yang mereka selalu berselisih padanya." Allah سبحانه وتعالى akan membedakan orang-orang yang benar dan orang-orang yang salah, berikut yang me-nyebabkan mereka bercerai-berai menyelisihi kebenaran, hawa nafsu atau lainnya.