Az-Zumar
Wannan fassarar tafsirin as-Saʿdī ce, kamar yadda IslamHouse.com ke wallafa ta a saadi.islamenc.com, an karanta ta daga shafukan wannan shafin yanar gizo. Shafin bai faɗi wanda ya fassara ta ba, ko wane bugu da aka buga take bi, kuma bai bayyana sharuɗɗa na ɗaukar rubutunta ba, saboda haka ba a tabbatar da haƙƙin nuna ta ba. Babu wanda ya kwatanta ta da littafin da aka buga, kuma babu malami da ya duba ta. Kowane sashe yana kusa da ayoyin da yake bayani a kansu, waɗanda rubutun Alƙur’ani ne na Tanzil, kamar yadda yake a can; aya da shafin bai ba ta bayani na kanta ba tana tare da sashen da ya gabace ta, kuma jerin yana ambaton kowace irin wannan aya. Sabīl bai rubuta wani abu daga cikinta ba, kuma bai fassara ta ba.
Rubutu dagasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)an ɗauka 2026-10-22
وَسِيقَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوْا۟ رَبَّهُمْ إِلَى ٱلْجَنَّةِ زُمَرًا ۖ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا وَفُتِحَتْ أَبْوَٰبُهَا وَقَالَ لَهُمْ خَزَنَتُهَا سَلَـٰمٌ عَلَيْكُمْ طِبْتُمْ فَٱدْخُلُوهَا خَـٰلِدِينَ 73
(73) Kemudian Allah berfirman tentang para penghuni surga, ﴾ وَسِيقَ ٱلَّذِينَ ٱتَّقَوۡاْ رَبَّهُمۡ ﴿ "Dan orang-orang yang bertakwa kepada Rabbnya dibawa," karena telah mengesakanNya dan beramal mela-kukan ketaatan kepadaNya, mereka digiring dengan penuh peng-hormatan dan pemuliaan, mereka dihimpun sebagai delegasi atas para malaikat yang mulia, ﴾ إِلَى ٱلۡجَنَّةِ زُمَرًاۖ ﴿ "ke surga berombong-rom-bongan pula," dengan riang gembira dan senang hati, setiap rom-bongan beserta rombongan yang sesuai dengan amal perbuatannya. ﴾ حَتَّىٰٓ إِذَا جَآءُوهَا ﴿ "Sehingga apabila mereka sampai ke sana," maksudnya, mereka tiba ke tempat yang sangat lapang dan tempat-tempat tinggal yang unik itu, dan aroma wangi dan angin sepoi-sepoinya bertiup menghembusi mereka, dan telah tiba saat kekekalan dan kenikmatannya, ﴾ وَفُتِحَتۡ ﴿ "sedang telah dibuka" untuk mereka ﴾ أَبۡوَٰبُهَا ﴿ "pintu-pintunya," dibuka sebagai penghormatan untuk manusia-manusia yang mulia, agar mereka dimuliakan di dalamnya,﴾ وَقَالَ لَهُمۡ خَزَنَتُهَا ﴿ "maka berkatalah kepada mereka penjaga-penjaganya," sebagai ucapan selamat dan sambutan hangat untuk mereka, ﴾ سَلَٰمٌ عَلَيۡكُمۡ ﴿ "Kesejahteraan atasmu," maksudnya, keselamatan dari segala kebu-rukan telah menjadi milik kalian. ﴾ طِبۡتُمۡ ﴿ "Berbahagialah kamu," maksudnya, berbahagialah hati kalian dengan ma'rifatullah, men-cintaiNya, dan takut kepadaNya, dan lisan kalian dengan berdzikir mengingatNya, serta anggota-anggota tubuh kalian dengan ketaat-an kepadaNya ﴾ فَـ﴿ "maka" disebabkan kebahagiaan kalian ﴾ ٱدۡخُلُوهَا خَٰلِدِينَ ﴿ "masukilah surga ini, sedang kamu kekal di dalamnya," sebab ia adalah negeri yang suci dan tidak pantas menghuninya kecuali orang-orang yang suci pula. Dan tentang neraka, Allah berfirman, ﴾ فُتِحَتۡ أَبۡوَٰبُهَا ﴿, sedang-kan tentang surga Dia berfirman, ﴾ وَفُتِحَتۡ ﴿ , dengan menggunakan huruf wau, adalah sebagai isyarat bahwa saat para penghuni neraka tiba di (depan pintunya), pintu-pintu neraka itu pun langsung di-buka tanpa menunggu-nunggu lagi atau menunda-nunda waktu, dan agar saat pembukaannya di hadapan muka mereka dan saat mereka tiba, panasnya terasa lebih hebat dan azabnya lebih dahsyat. Adapun surga adalah negeri yang sangat tinggi lagi mahal yang tidak akan bisa dicapai dan tidak bisa diraih oleh setiap orang kecuali orang-orang yang telah memenuhi berbagai wasa`il (sarana dan persyaratan) yang dapat mengantarkannya kepadanya. Dan di samping itu pula mereka masih memerlukan syafa'atnya pemberi syafa'at termulia untuk bisa memasukinya. Surga tidak langsung dibukakan untuk mereka saat mereka sampai di hadapannya. Akan tetapi mereka harus meminta syafa'at kepada Allah melalui Nabi Muhammad a hingga beliau memberikan syafa'atnya, lalu Allah memperkenankan syafa'at beliau.[80] Pada ayat-ayat di atas terdapat satu dalil yang menunjukkan bahwa neraka dan surga mempunyai pintu-pintu yang dapat dibuka dan ditutup, dan masing-masing dari keduanya memiliki para penjaga atau petugas. Keduanya adalah negeri yang khusus yang tidak akan dimasuki kecuali oleh manusia-manusia yang berhak untuk menempatinya. Keduanya sangat berbeda dengan tempat-tempat tinggal dan negeri-negeri lainnya.