Tsallaka zuwa abin da ke ciki
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Saad
Sura ta 38

Saad

Wannan fassarar tafsirin as-Saʿdī ce, kamar yadda IslamHouse.com ke wallafa ta a saadi.islamenc.com, an karanta ta daga shafukan wannan shafin yanar gizo. Shafin bai faɗi wanda ya fassara ta ba, ko wane bugu da aka buga take bi, kuma bai bayyana sharuɗɗa na ɗaukar rubutunta ba, saboda haka ba a tabbatar da haƙƙin nuna ta ba. Babu wanda ya kwatanta ta da littafin da aka buga, kuma babu malami da ya duba ta. Kowane sashe yana kusa da ayoyin da yake bayani a kansu, waɗanda rubutun Alƙur’ani ne na Tanzil, kamar yadda yake a can; aya da shafin bai ba ta bayani na kanta ba tana tare da sashen da ya gabace ta, kuma jerin yana ambaton kowace irin wannan aya. Sabīl bai rubuta wani abu daga cikinta ba, kuma bai fassara ta ba.

Rubutu dagasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)an ɗauka 2026-10-22

Aya ta 6

وَٱنطَلَقَ ٱلْمَلَأُ مِنْهُمْ أَنِ ٱمْشُوا۟ وَٱصْبِرُوا۟ عَلَىٰٓ ءَالِهَتِكُمْ ۖ إِنَّ هَـٰذَا لَشَىْءٌ يُرَادُ 6

(6) ﴾ وَٱنطَلَقَ ٱلۡمَلَأُ مِنۡهُمۡ ﴿ "Dan pergilah pemimpin-pemimpin mereka" yang perkataan mereka diterima, dengan maksud menghimbau kaumnya supaya mereka tetap berpegang teguh kepada kesyirikan yang mereka anut, ﴾ أَنِ ٱمۡشُواْ وَٱصۡبِرُواْ عَلَىٰٓ ءَالِهَتِكُمۡۖ ﴿ "Pergilah kamu dan bersabar-lah terhadap sembahan-sembahanmu." Maksudnya, teruslah kalian menyembahnya dan bersungguh-sungguhlah dalam memperta-hankan dan menyembahnya, jangan sekali-kali ada apa pun yang mencegah kalian dan jangan pula ada seorang pun yang mengha-lang-halangi kalian, ﴾ إِنَّ هَٰذَا ﴿ "sesungguhnya ini," yang dibawa oleh Muhammad ini, yaitu larangan menyembah mereka, ﴾ لَشَيۡءٞ يُرَادُ ﴿ "benar-benar suatu hal yang dikehendaki," yakni yang dimaksud. Artinya, Muhammad mempunyai niat dan tujuan yang tidak baik padanya. Ini adalah propaganda yang tidak akan pernah laku ke-cuali di kalangan orang-orang yang dungu (tidak berakal). Sebab, sesungguhnya siapa saja yang mengajak kepada perkataan yang benar atau yang tidak benar, maka perkataannya tidak bisa ditolak dengan cara mencemoohkan niatnya, karena niat dan amalnya hanya orang yang bersangkutan yang tahu. Semestinya ia ditolak (ditanggapi) dengan cara menghadapinya dengan apa yang dapat membatalkan dan merusak argumen-argumen dan hujjah-hujjah (dalil)nya; sedangkan tujuan mereka adalah bahwa Muhammad itu sebenarnya mengajak kalian kepada apa yang diserukannya hanyalah untuk (dapat) memimpin kalian dan supaya menjadi orang yang dihormati dan diikuti di kalangan kalian.