Tsallaka zuwa abin da ke ciki
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Faatir
Sura ta 35

Faatir

Wannan fassarar tafsirin as-Saʿdī ce, kamar yadda IslamHouse.com ke wallafa ta a saadi.islamenc.com, an karanta ta daga shafukan wannan shafin yanar gizo. Shafin bai faɗi wanda ya fassara ta ba, ko wane bugu da aka buga take bi, kuma bai bayyana sharuɗɗa na ɗaukar rubutunta ba, saboda haka ba a tabbatar da haƙƙin nuna ta ba. Babu wanda ya kwatanta ta da littafin da aka buga, kuma babu malami da ya duba ta. Kowane sashe yana kusa da ayoyin da yake bayani a kansu, waɗanda rubutun Alƙur’ani ne na Tanzil, kamar yadda yake a can; aya da shafin bai ba ta bayani na kanta ba tana tare da sashen da ya gabace ta, kuma jerin yana ambaton kowace irin wannan aya. Sabīl bai rubuta wani abu daga cikinta ba, kuma bai fassara ta ba.

Rubutu dagasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)an ɗauka 2026-10-22

Aya ta 37

وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَآ أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَـٰلِحًا غَيْرَ ٱلَّذِى كُنَّا نَعْمَلُ ۚ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُم مَّا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ وَجَآءَكُمُ ٱلنَّذِيرُ ۖ فَذُوقُوا۟ فَمَا لِلظَّـٰلِمِينَ مِن نَّصِيرٍ 37

(37) ﴾ وَهُمۡ يَصۡطَرِخُونَ فِيهَا ﴿ "Dan mereka berteriak di dalamnya." Me-reka berteriak (menjerit) dan meraung-raung (karena kesakitan) serta meminta pertolongan seraya mengatakan, ﴾ رَبَّنَآ أَخۡرِجۡنَا نَعۡمَلۡ صَٰلِحًا غَيۡرَ ٱلَّذِي كُنَّا نَعۡمَلُۚ ﴿ "Ya Rabb kami, keluarkanlah kami, niscaya kami akan mengerjakan amal yang shalih yang berlainan dengan yang telah kami kerjakan." Jadi, mereka mengakui dosa-dosa mereka dan mereka mengetahui bahwa Allah سبحانه وتعالى benar-benar telah berlaku adil terhadap mereka, namun mereka tetap meminta agar dikembalikan ke dunia bukan pada waktunya. Maka mereka dijawab, ﴾ أَوَلَمۡ نُعَمِّرۡكُم مَّا ﴿ "Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa" maksudnya: Waktu dan usia ﴾ يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَن تَذَكَّرَ ﴿ "yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir," maksudnya, yang memungkinkan untuk merenungkan amal perbuatan. Kami telah memberikan kepada kalian kesenangan di dunia, Kami limpahkan berbagai rizki kepada kalian, Kami sediakan untuk kalian berbagai fasilitas untuk berse-nang-senang, Kami panjangkan umur kalian, Kami turunkan ayat-ayat (mukjizat-mukjizat) secara bergantian kepada kalian, Kami utus secara silih berganti para pemberi peringatan kepada kalian dan Kami telah menguji kalian dengan kesenangan dan kesempit-an agar kalian mau bertaubat dan kembali kepada Kami. Namun tidak satu pun peringatan itu yang membekas terhadap kalian, tidak satu nasihat pun yang berguna bagi kalian dan siksaan pun telah Kami tangguhkan terhadap kalian hingga akhirnya usia kalian berakhir, umur kalian ditutup dan kalian tinggalkan negeri dunia dengan kondisi yang paling buruk, dan kalian tiba di negeri ini, yaitu negeri pembalasan terhadap semua perbuatan, lalu kalian meminta agar dikembalikan? Sungguh tidak mungkin! Dan tidak mungkin! Kesempatan sudah berlalu, kalian telah dimurkai oleh Allah yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, azab pun sudah makin dahsyat menimpa kalian dan kalian telah dilupakan oleh para penghuni surga. Maka tinggallah kalian di dalam neraka de-ngan kekal abadi, dalam keadaan terhina di dalam siksaan. Maka dari itu Allah berfirman, ﴾ فَذُوقُواْ فَمَا لِلظَّٰلِمِينَ مِن نَّصِيرٍ ﴿ "Maka rasakanlah dan tidak ada bagi orang-orang yang zhalim seorang penolong pun" yang dapat menolong mereka untuk mengeluarkannya dari-nya, atau meringankan azabnya dari mereka.