As-Sajda
Wannan fassarar tafsirin as-Saʿdī ce, kamar yadda IslamHouse.com ke wallafa ta a saadi.islamenc.com, an karanta ta daga shafukan wannan shafin yanar gizo. Shafin bai faɗi wanda ya fassara ta ba, ko wane bugu da aka buga take bi, kuma bai bayyana sharuɗɗa na ɗaukar rubutunta ba, saboda haka ba a tabbatar da haƙƙin nuna ta ba. Babu wanda ya kwatanta ta da littafin da aka buga, kuma babu malami da ya duba ta. Kowane sashe yana kusa da ayoyin da yake bayani a kansu, waɗanda rubutun Alƙur’ani ne na Tanzil, kamar yadda yake a can; aya da shafin bai ba ta bayani na kanta ba tana tare da sashen da ya gabace ta, kuma jerin yana ambaton kowace irin wannan aya. Sabīl bai rubuta wani abu daga cikinta ba, kuma bai fassara ta ba.
Rubutu dagasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)an ɗauka 2026-10-22
وَجَعَلْنَا مِنْهُمْ أَئِمَّةً يَهْدُونَ بِأَمْرِنَا لَمَّا صَبَرُوا۟ ۖ وَكَانُوا۟ بِـَٔايَـٰتِنَا يُوقِنُونَ 24
(24) ﴾ وَجَعَلۡنَا مِنۡهُمۡ ﴿ "Dan Kami jadikan dari mereka itu," maksud-nya, di antara Bani Israil itu, ﴾ أَئِمَّةٗ يَهۡدُونَ بِأَمۡرِنَا ﴿ "pemimpin-pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Kami," maksudnya, ulama-ulama yang menguasai ilmu syariat dan cara-cara memberi hida-yah, mereka mendapat petunjuk pada diri mereka sendiri lalu mem-beri petunjuk kepada selain mereka dengan petunjuk itu. Al-Kitab yang diturunkan kepada mereka adalah petunjuk orang-orang yang beriman kepadanya, dan mereka terbagi menjadi dua: Para pemimpin yang memberi petunjuk dengan perintah Allah, dan para pengikut yang berpedoman kepada mereka. Golongan yang pertama tentu lebih tinggi derajatnya, setelah derajat kenabian dan kerasulan. Ia adalah derajat orang-orang shiddiqin. Sebenarnya mereka meraih derajat tersebut adalah ﴾ لَمَّا صَبَرُواْۖ ﴿ "ketika mereka sabar"dalam belajar dan mengajar, dalam berdakwah kepada Allah dan terhadap cobaan di jalanNya. Dan mereka menahan nafsu (diri) mereka dari rongrongannya untuk berbuat maksiat dan kecende-rungannya kepada kesenangan-kesenangan nafsu, ﴾ وَكَانُواْ بِـَٔايَٰتِنَا يُوقِنُونَ ﴿ "dan mereka meyakini ayat-ayat Kami," maksudnya, mereka dalam keimanan telah mencapai (dengan ayat-ayat Allah), kepada derajat yakin, yaitu ilmu yang sempurna yang membuahkan amal. Sesung-guhnya mereka bisa mencapai derajat yakin adalah karena mereka belajar secara benar dan mereka mengambil permasalahan-perma-salahan dari dalil-dalilnya yang menghasilkan keyakinan. Mereka pun terus mempelajari permasalahan-permasalahan dan mereka berargumen untuknya dengan banyak dalil hingga mereka men-capai kepadanya. Maka dengan sabar dan yakin akhirnya mereka meraih kepemimpinan dalam agama.