Aal-i-Imraan
Wannan fassarar tafsirin as-Saʿdī ce, kamar yadda IslamHouse.com ke wallafa ta a saadi.islamenc.com, an karanta ta daga shafukan wannan shafin yanar gizo. Shafin bai faɗi wanda ya fassara ta ba, ko wane bugu da aka buga take bi, kuma bai bayyana sharuɗɗa na ɗaukar rubutunta ba, saboda haka ba a tabbatar da haƙƙin nuna ta ba. Babu wanda ya kwatanta ta da littafin da aka buga, kuma babu malami da ya duba ta. Kowane sashe yana kusa da ayoyin da yake bayani a kansu, waɗanda rubutun Alƙur’ani ne na Tanzil, kamar yadda yake a can; aya da shafin bai ba ta bayani na kanta ba tana tare da sashen da ya gabace ta, kuma jerin yana ambaton kowace irin wannan aya. Sabīl bai rubuta wani abu daga cikinta ba, kuma bai fassara ta ba.
Rubutu dagasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)an ɗauka 2026-10-22
قُلْ صَدَقَ ٱللَّهُ ۗ فَٱتَّبِعُوا۟ مِلَّةَ إِبْرَٰهِيمَ حَنِيفًا وَمَا كَانَ مِنَ ٱلْمُشْرِكِينَ 95
(95) Maksudnya; katakanlah, Mahabenar Allah dalam segala yang difirmankanNya dan siapakah yang lebih benar perkataan dan ucapannya daripada Allah? Dalam ayat ini telah dijelaskan tentang dalil benarnya kera-sulan Nabi Muhammad ﷺ, keterangan-keterangan yang jelas ten-tang dakwahnya dan batilnya apa yang diyakini oleh orang-orang yang menyimpang dari ahli Kitab yaitu orang-orang yang mendus-takan Rasulnya dan mereka menolak dakwahnya. Mahabenar Allah dalam perkara itu dan Dia telah meyakinkan hamba-hambaNya akan hal tersebut dengan bukti-bukti nyata yang jelas dan hujjah-hujjah yang kuat yang akan mengguncang gunung dan menun-dukkan orang-orang. Karena itu wajiblah bagi seluruh manusia pada saat itu untuk mengikuti ajaran Ibrahim, yaitu mengesakan Allah semata yang tidak ada sekutu bagiNya, mempercayai seluruh Rasul yang diutus oleh Allah, dan setiap kitab yang diturunkan olehNya dan berpaling dari agama-agama yang batil dan menyim-pang. Karena sesungguhnya Ibrahim عليه السلام itu berpaling dari segala perkara yang bertentangan dengan tauhid dan berlepas diri (bara`) dari kesyirikan.