Tsallaka zuwa abin da ke ciki
Tafsir As-Saadi - Indonesian · Al-Qasas
Sura ta 28

Al-Qasas

Wannan fassarar tafsirin as-Saʿdī ce, kamar yadda IslamHouse.com ke wallafa ta a saadi.islamenc.com, an karanta ta daga shafukan wannan shafin yanar gizo. Shafin bai faɗi wanda ya fassara ta ba, ko wane bugu da aka buga take bi, kuma bai bayyana sharuɗɗa na ɗaukar rubutunta ba, saboda haka ba a tabbatar da haƙƙin nuna ta ba. Babu wanda ya kwatanta ta da littafin da aka buga, kuma babu malami da ya duba ta. Kowane sashe yana kusa da ayoyin da yake bayani a kansu, waɗanda rubutun Alƙur’ani ne na Tanzil, kamar yadda yake a can; aya da shafin bai ba ta bayani na kanta ba tana tare da sashen da ya gabace ta, kuma jerin yana ambaton kowace irin wannan aya. Sabīl bai rubuta wani abu daga cikinta ba, kuma bai fassara ta ba.

Rubutu dagasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)an ɗauka 2026-10-22

Aya ta 53

وَإِذَا يُتْلَىٰ عَلَيْهِمْ قَالُوٓا۟ ءَامَنَّا بِهِۦٓ إِنَّهُ ٱلْحَقُّ مِن رَّبِّنَآ إِنَّا كُنَّا مِن قَبْلِهِۦ مُسْلِمِينَ 53

(53) ﴾ وَإِذَا يُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡ ﴿ "Dan apabila dibacakan (al-Qur`an itu) kepada mereka," mereka mendengarnya dengan baik dan tunduk, dan ﴾ قَالُوٓاْ ءَامَنَّا بِهِۦٓ إِنَّهُ ٱلۡحَقُّ مِن رَّبِّنَآ ﴿ "mereka berkata, 'Kami beriman kepadanya, sesung-guhnya al-Qur`an itu adalah suatu kebenaran dari Rabb kami," karena ia sejalan dengan apa yang diajarkan oleh para rasul, dan sesuai dengan apa yang dijelaskan di dalam kitab-kitab suci (samawi), dan karena ia mencakup berita-berita yang benar, perintah-perintah dan larangan-larangan yang sesuai dengan tujuan hikmah. Merekalah orang-orang yang kesaksiannya berguna dan perkataannya ber-manfaat. Sebab mereka tidak mengatakan sesuatu yang mereka katakan melainkan berdasarkan ilmu dan pandangan yang benar, karena mereka adalah orang-orang yang ahli (banyak pengalaman) dan ahli kitab-kitab (terdahulu), sedangkan, penolakan dan penen-tangan selain mereka terhadap kebenaran tidak menunjukkan ada-nya syubhat (kerancuan pemikiran), apalagi berpatok pada hujjah. Sebab mereka, kalau tidak bodoh terhadapnya, maka mereka ber-pura-pura bodoh lagi menentang kebenaran. Allah سبحانه وتعالى berfirman, ﴾ قُلۡ ءَامِنُواْ بِهِۦٓ أَوۡ لَا تُؤۡمِنُوٓاْۚ إِنَّ ٱلَّذِينَ أُوتُواْ ٱلۡعِلۡمَ مِن قَبۡلِهِۦٓ إِذَا يُتۡلَىٰ عَلَيۡهِمۡ يَخِرُّونَۤ لِلۡأَذۡقَانِۤ سُجَّدٗاۤ 107 ﴿ "Katakanlah, 'Berimanlah kamu kepadanya atau tidak usah beriman (sama saja bagi Allah).' Sesungguhnya orang-orang yang diberi pengeta-huan sebelumnya apabila al-Qur`an dibacakan kepada mereka, niscaya mereka menyungkur atas muka mereka sambil bersujud." (Al-Isra`: 107). Dan FirmanNya, ﴾ إِنَّا كُنَّا مِن قَبۡلِهِۦ مُسۡلِمِينَ ﴿ "Sesungguhnya kami sebe-lumnya adalah orang-orang [Muslim][46]." Oleh karena itu kami tetap berpegang teguh kepada iman yang telah dikaruniakan Allah ke-pada kami, maka kami membenarkan al-Qur`an ini, kami beriman kepada kitab suci yang pertama dan kitab suci yang terakhir, se-dangkan orang-orang selain kami, maka pendustaan mereka ter-hadap al-Qur`an ini telah membatalkan iman mereka kepada kitab sebelumnya.