Al-Muminoon
Wannan fassarar tafsirin as-Saʿdī ce, kamar yadda IslamHouse.com ke wallafa ta a saadi.islamenc.com, an karanta ta daga shafukan wannan shafin yanar gizo. Shafin bai faɗi wanda ya fassara ta ba, ko wane bugu da aka buga take bi, kuma bai bayyana sharuɗɗa na ɗaukar rubutunta ba, saboda haka ba a tabbatar da haƙƙin nuna ta ba. Babu wanda ya kwatanta ta da littafin da aka buga, kuma babu malami da ya duba ta. Kowane sashe yana kusa da ayoyin da yake bayani a kansu, waɗanda rubutun Alƙur’ani ne na Tanzil, kamar yadda yake a can; aya da shafin bai ba ta bayani na kanta ba tana tare da sashen da ya gabace ta, kuma jerin yana ambaton kowace irin wannan aya. Sabīl bai rubuta wani abu daga cikinta ba, kuma bai fassara ta ba.
Rubutu dagasaadi.islamenc.comIslamHouse.comnone stated (the site names no licence and no terms for taking its text)an ɗauka 2026-10-22
أَمْ تَسْـَٔلُهُمْ خَرْجًا فَخَرَاجُ رَبِّكَ خَيْرٌ ۖ وَهُوَ خَيْرُ ٱلرَّٰزِقِينَ 72
(72) Maksudnya, ataukah perkara yang menghalangi me-reka untuk mengikutimu adalah karena engkau wahai Muhammad, meminta upah kepada mereka atas penyambutan yang baik (ter-hadap seruanmu)? ﴾ فَهُم مِّن مَّغۡرَمٖ مُّثۡقَلُونَ 46 ﴿ "Maka mereka diberati dengan hutang." (Al-Qalam: 46), mereka merasa berat untuk mengikutimu karena upah dan pajak yang kamu pungut dari mereka. Padahal kenyataannya tidak demikian adanya. ﴾ فَخَرَاجُ رَبِّكَ خَيۡرٞۖ وَهُوَ خَيۡرُ ٱلرَّٰزِقِينَ ﴿"Maka upah dari Rabbmu adalah lebih baik, dan Dia adalah Pemberi rizki Yang Paling Baik," ini seperti per-nyataan para nabi kepada umat-umat mereka, ﴾ يَٰقَوۡمِ لَآ أَسۡـَٔلُكُمۡ عَلَيۡهِ أَجۡرًاۖ إِنۡ أَجۡرِيَ إِلَّا عَلَى ٱلَّذِي فَطَرَنِيٓۚ ﴿ "Hai kaumku, aku tidak meminta upah kepadamu bagi seruanku. Upahku tidak lain, hanyalah dari Allah yang telah menciptakanku." (Hud: 51), maksudnya, mereka tidak menjalankan dakwah kepada umat ma-nusia karena adanya antusiasme mendapatkan harta dari mereka. Para nabi berdakwah hanya untuk tujuan memberikan nasihat dan mendatangkan kemaslahatan bagi mereka. Bahkan para rasul adalah orang yang paling berniat tulus untuk memperbaiki umat manusia daripada mereka sendiri. Semoga Allah membalas mereka dengan kebaikan terbaik atas nama umat-umat mereka, dan mem-berikan karunia kepada kita untuk mengikuti mereka dalam segala kondisi.